Alat Ukur Moisture Content (MC)

Sebuah syarat mutlak sebuah pabrik furniture kayu memiliki MC meter pada seluruh unit produksinya. Paling penting tersedia di departemen Kiln Dry (KD) dan ruang penyimpanan kayu gergajian. Akan tetapi harus senantiasa diperhatikan bahwa walaupun kayu sudah 'kering' dikeluarkan dari ruang KD dan Moisture Content berada pada level 8-12%, masih ada kemungkinan MC akan berubah sesuai dengan keadaan cuaca dan kelembaban udara luar.

Indonesia sebagai negara topis dengan kelembaban udara 75-90% berpotensi besar dalam hal perubahan MC melalui pengaruh udara luar, terutama pada waktu musim hujan. Bagaimana dan di mana saja alat ukur MC ini harus disediakan?

MC Tusuk
Jenis MC meter sesuai dengan bentuk fisiknya yang besar dan berat. Terdapat jarum besar dengan kabel yang menghubungkannya ke alat ukur digital ataupun analog. Alat ini baik untuk mengukur kayu gergajian yang tebal dengan kekuatan tusuknya yang lebih dalam. Walaupun akan meninggalkan bekas tusukan, ini akan hilang pada waktu proses produksi.

Cocok untuk area Kiln Dry dan ruang penyimpanan kayu kering. Diperlukan paling sedikit 2 buah untuk pabrik skala menengah (15-25 container / bulan).

MC Jarum
Berukuran lebih kecil dari MC meter pada area Kiln Dry. baik sekali untuk digunakan di ruang komponen, assembling, dan finishing. Alat jenis ini akan meninggalkan bekas lubang kecil yang masih bisa ditutup pada waktu proses finishing. Apabila ingin digunakan pada area finishing sebaiknya lakukan pengecekan pada bagian bawah produk atau bagian yang tersembunyi.
Media pembacanya bisa berupa digital atau analog. Penting untuk diperhatikan pada jenis ini adalah bagian jarum harus senantiasa berada pada posisi searah serat kayu.

MC Tempel
Kebanyakan orang masih meragukan keakuratan MC meter jenis tempel karena dalam logika awam pemikiran, alat ini hanya memberikan figur skala MC pada permukaan kayu. Perlu diketahui bahwa MC tempel yang baik seharusnya memiliki beberapa skala pengukuran tergantung jenis kayu atau kekerasan (density) kayu yang diukur. Dengan adanya fitur ini kita bisa menyesuaikan pengukuran dengan jenis kayu. Pengaturan skala pengukuran akan merubah kekuatan baca MC tempel. Lebih keras kayu, kekuatan signal lebih besar sehingga figur yang dihasilkan lebih akurat.

Perlu dilakukan kalibrasi pada beberapa alat ukur MC seperti ini agar terjaga keakuratan dan kestabilannya. Hal ini perlu karena perubahan kekuatan baterai, umur pemakaian mempengaruhi kualitas MC meter. Penulis belum menemukan instansi yang tepat untuk melakukan tugas ini di Indonesia.

Beberapa Konfigurasi Mata Obeng

Saat ini ada 5 jenis mata obeng dengan bentuk konfigurasi yang berbeda. Walaupun pada umumnya furniture kayu hanya menggunakan 3 macam, akan ada baiknya apabila kita mengetahui semua jenis konfigurasi tersebut.


A. Slotted/lurus: lurus biasa dengan alur melintang. Digunakan pada perakitan hubungan kayu ke kayu.


B. Phillips®: Di desain khusus untuk sekrup dengan kepala Phillips®

C. Pozidriv®: Bentuknya hampir sama dengan obeng kepala Phillips® akan tetapi ada tambahan garis melintang membagi delapan bagian kepala sekrup. Obeng ini tidak bisa digunakan untuk membuka sekrup dengan lubang Phillips® , akan tetapi sebaliknya obeng Phillips® bisa digunakan untuk membuka sekrup Pozidriv®.

D. Bujursangkar: Biasanya digunakan untuk konstruksi pada mesin mobil atau kendaraan bermotor lainnya.

E. Torx®: Berbentuk seperti bintang dan digunakan untuk industri otomatif, peralatan elektronik atau motor.

Cara yang benar & aman menggunakan obeng:
(1) Jangan menggunakan obeng sebagai pengganti pahat atau pengungkit paku, anda hanya akan merusak alat kerja anda.
(2) Sebelum mulai memutar obeng, yakinkan dulu bahwa mata obeng sudah sepenuhnya masuk ke dalam lubang pada kepala sekrup.
(3) Jangan membuka sekrup atau alat yang masih terhubung dengan listrik. Tidak semua obeng walaupun memiliki pegangan dari karet bisa menghambat arus listrik dengan baik.
(4) Sebaiknya obeng selalu diletakkan pada meja kerja atau tas peralatan untuk menghindari kecelakaan karena terpeleset (obeng di atas lantai).
(5) Selalu posisikan batang obeng sejajar dengan sekrup untuk kemudahan pemasangan sekrup.
(6) Gunakan jari kiri anda memegang bagian kepala obeng untuk mengarahkan tekanan ke sekrup secara maksimal dan jari kanan untuk memutar obeng dengan tekanan. Hati-hati agar jari tidak berada di bawah kepala obeng.
(7) Jangan gunakan tangan kiri anda untuk memegang sekrup. Lebih baik gunakan martil kayu atau karet untuk memasukkan sekrup pada awal.

Sambungan Sudut Rangka Kayu

Beberapa dasar jenis sambungan sudut dan garis potong yang ingin dihasilkan apabila anda sedang mencari jenis sambungan manakah yang paling cocok untuk desain furniture anda. Penggunaannya tergantung dengan posisi sambungan, fungsi komponen (sebagai struktur atau bukan), dan mesin yang tersedia di ruang produksi. Masing-masing jenis sambungan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sambungan Biasa
Tampak luar akan terlihat berupa garis memotong bagian kayu di sudut yang lain. Konstruksi ini sangat baik apabila bagian bawah (bidang yang tidak terpotong) sebagai penopang konstruksi. Detail penyambung bagian dalam bisa berupa pen & lubang tersembunyi atau dowel kayu.
Dari sisi estetika, terutama produk indoor jenis sambungan ini kurang diminati.


Sambungan Verstek.
Dari luar hanya kelihatan garis potong yang membagi dua kayu pada sudut yang sama. Sangat tepat dan baik untuk konstruksi bidang persegi atau bujursangkar yang mengutamakan estetika tampak luar. Sering dugunakan pada frame, pintu atau top table.
Kesulitan yang akan timbul pada jenis sambungan ini adalah masalah presisi sudut pemotongan. Sedikit saja anda salah membuat garis sudut walaupun satu derajat akan mengakibatkan sambungan tampak kurang sempurna. Dari segi pengerjaannya-pun lebih sulit karena harus membuat lubang untuk dowel kayu (misalnya) sangat presisi.


Sambungan Ekor Burung
Sangat tepat untuk konstruksi dengan resiko beban searah dengan serat kayu. Konstruksi ini dari segi estetika juga tergolong baik apabila dibuat dengan sangat hati-hati dan teliti. Memperluas bidang lem pada dasarnya dan menambah kekuatan tarik konstruksi. Paling tepat digunakan pada bidang persegiempat yang memiliki kemungkinan besar perubahan bidang ke arah samping.


Sambungan Pen & Lubang terbuka
Jenis sambungan ini lebih diperuntukkan menambah daya tahan terhadap tarikan dan putaran ke arah sisi lebar. Juga untuk memperluas bidang pengeleman. Beresiko pecah pada sisi paling luar karena sangat tipis dibandingkan kemungkinan besar beban yang akan diterima.

Beberapa jenis sambungan tersebut saat ini sudah banyak tersedia mesin khusus sehingga ketepatan ukuran dan posisi bisa lebih diandalkan.

Menggunakan Pahat Kayu

Sangat penting untuk menggunakan alat kerja manual dengan benar dan aman. Akan bermanfaat mempercepat proses kerja dan menjaga kualitas hasil kerja. Berikut ini cara menggunakan pahat dengan benar dan aman.

Gunakan dengan Tepat:
- Gunakan jenis pahat yang tepat untuk pekerjaan yang sedang anda lakukan. Ada 3 jenis penampang pahat dengan fungsi yang berbeda.
(1) penampang lebar khusus untuk membersihkan/perataan permukaan;
(2) penampang trapesium untuk membuat lubang atau alur;
(3) penampang balok untuk membuat lubang pen yang dalam.

- Selalu jaga ketajaman pahat. Sudut asah yang baik adalah 25 derajat, dan sudut ketajaman (ujung pahat) yang ideal 30 derajat.
- Jangan pernah mencoba memotong terlalu banyak atau terlalu dalam. Pekerjaan ini bisa mengakibatkan pahat patah dan beresiko terhadap keselamatan kerja.
- Selalu ikat benda kerja pada meja atau bangku menggunakan 'clamp' dan perhatikan agar posisi 'clamp' tidak mengganggu proses kerja.

Dengan cara yang aman:
- Selalu pegang pahat pada bagian belakang dan selalu jaga posisi kedua tangan pada bagian belakang pahat.
- Ikat benda kerja dengan menggunakan klem sehingga tidak bergerak.
- Selalu posisikan kedua kaki anda di atas lantai.
- Pasang penutup/pengaman mata tajam pahat ketika sedang tidak digunakan.
- Selalu pakai kacamata pengaman pada waktu bekerja menggunakan pahat untuk menghindari serpihan kayu.
- Jangan pernah meletakkan ataupun menyimpan pahat di dalam saku.
- Gunakan pahat untuk memahat kayu, bukan untuk membuka sekrup atau mengungkit paku.

Arah Penyusutan Kayu

Ini salah satu masalah pada kayu yang harus diketahui sebelum proses lebih lanjut. Penyusutan kayu berbeda tergantung pada lokasi kayu pada log. Lebih dekat posisinya ke arah hati kayu (pusat lingkaran tahun) lebih kecil pula penyusutannya. Akan berguna sekali pada waktu kita ingin membuat pelebaran papan dengan melihat penampang kayu dan mengaturnya sesuai dengan arah penyusutan sehingga walaupun terjadi penyusutan bentuk pelebaran papan tidak terlalu jauh berbeda.

Prinsipnya kayu menyusut lebih besar ke arah hati kayu. Ini disebabkan karena struktur pori-pori kayu lebih terarah ke pusat log. Dan bentuk akhir dari akibat penyusutan bisa bermacam-macam: melengkung, melintir (twist), trapesium atau bengkok.



Pada gambar ilustrasi di atas kita bisa lihat bahwa arah panah warna merah adalah arah penyusutan paling besar yang mungkin terjadi. Anak panah biru menunjukkan arah penyusutan yang lebih kecil.
Dari berbagai bentuk dasar penampang kayu gergajian kita bisa perkirakan bagian mana yang akan mengalami perubahan bentuk sehingga lokasi komponen dan kualitas kayu bisa ditentukan lebih awal.

Pada beberapa jenis kayu akan agak sulit dengan melihat penampang kayu. Bisa dilakukan dengan cara lain yaitu melihat bentuk dan arah permukaan serat kayu, apakah merupakan serat dengan potongan tangensial, radial atau longitudinal.
Apabila pada sisi lebar kayu berupa tangensial, berarti kemungkinan besar kayu akan menyusut ke arah sisi tebal.

credits1, credits2

Menggunakan Gergaji Manual

Untuk orang yang pertama kali memegang gergaji tangan sering kali tidak menyadari bagaimana memegang gergaji pada posisi yang benar agar proses pembelahan atau pemotongan kayu berjalan dengan baik dan mudah. Karena apabila kita menggunakan gergaji yang benar dalam posisi yang tepat akan terlihat bahwa tidak hanya tukang kayu yang bisa melakukannya dengan baik dan cepat.

Prinsip utama menggunakan gergaji tangan adalah bahwa kita harus mengetahui jenis gergaji yang sesuai dengan arah serat kayu.


Memotong Kayu

Jenis gergaji yang terbaik adalah gergaji potong yang memiliki mata gergaji tegak. Posisi ini disesuaikan dengan arah serat. Mata gergaji yang tegak lebih kuat untuk memotong serat dan akan terasa lebih ringan pada waktu memotong.

Letakkan benda kerja di atas media yang stabil, lebih baik apabila bagian sisi lebar dibatasi dengan pembatas yang tidak mudah bergerak. Pada garis potong sesuai ukuran yang diinginkan letakkan ujung kuku ibu jari berbatasan langsung dengan gergaji.
Selalu gerakkan gergaji ke arah belakang untuk membuat alur gergaji. Untuk hasil terbaik sebaiknya gunakan tenaga dorongan untuk memotong serat kayu. araha ke belakang murni hanya untuk mengambil posisi semula.



Membelah Kayu

Secara teknik ini lebih ringan daripada memotong kayu karena proses utamanya adalah memisahkan ikatan pori-pori kayu. Mata gergaji berbentuk lebih miring dengan sudut tertentu.

Untuk kestabilan pembelahan benda kerja sebaiknya diikat dengan sebuah 'clamp' ke meja kerja atau bangku kerja. Posisi kuku ibu jari sama dengan proses pemotongan kayu.



Sudut gergaji.
Menggunakan gergaji potong paling ideal berada pada sudut 45 derajat dan gergaji belah pada posisi 60 derajat untuk hasil terbaik.

credits1,


Peralatan Pokok Untuk Quality Controller (QC)

Artinya beberapa alat kerja yang harus dimiliki oleh seorang QC baik untuk inspeksi barang masuk, inspeksi sepanjang proses produksi maupun inspeksi akhir sebelum pengiriman. Khusus untuk QC di area finishing mungkin beberapa alat berikut tidak begitu penting dan mutlak dimiliki. QC Finishing memiliki skill dan alat bantu inspeksi tersendiri.





Caliper dan/atau Meteran
Paling diperlukan saat melakukan inspeksi log, hardware (sekrup, paku dll) terutama dalam pengecekan ukuran apakah sudah sesuai dengan spesifikasi produk.


MC meter
Sebagaimana seorang sopir tanpa Surat Ijin mengemudi (SIM), seorang QC tanpa MC meter tidak mungkin bisa melakukan tugasnya dengan baik. MC meter ini penting sekali pemakaiannya apabila sebuah pabrik membeli kayu gergajian dari pabrik lain. Pada tahap inspeksi di jalur produksi, alat ini harus senantiasa digunakan untuk kontrol kualitas MC komponen.

Approved Sample
Setiap jenis barang ataupun material harus ada contoh yang telah disetujui. Dan contoh barang tersebut harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau oleh QC agar pada waktu melakukan pengecekan mereka bisa langsung membandingkan barang produksi dengan sample.
Sample yang dimaksud juga termasuk sample warna untuk QC di area finishing.

Dokumen Spesifikasi
Bisa berupa daftar bahan, gambar kerja, detail konstruksi, atau foto-foto khusus tentang detail yang spesial.

Alat tulis atau stempel
Yang terakhir disebutkan di atas bisa berupa kapur tulis, pensil, atau stiker yang berfungsi untuk memberi tanda pada produk yang memiliki masalah kualitas. Informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi bagian produksi untuk mengetahui bagian mana yang bermasalah dan harus diperbaiki.


Hal tambahan lain yang diperlukan dan bisa menambah performa para QC bisa pula disediakan obeng, allen key (kunci L), dan peralatan kerja sederhana yang lain. Walaupun di area produksi alat-alat tersebut pasti tersedia akan tetapi ini dimaksudkan agar QC bisa melakukan perakitan dengan alat sederhana tersebut.

Konstruksi Sederhana Pelebaran Papan

Rata-rata ukuran diamater log kayu adalah 30 - 80 cm dan papan paling lebar yang bisa dihasilkan adalah 25 - 70 cm. Selain nilai kayu akan menjadi lebih mahal, proses pengerjaannya akan menjadi lebih sulit karena resiko penyusutan kayu. Dan untuk membuat sebuah top meja yang lebar, solusi pelebaran papan sangat diperlukan.
Dengan pelebaran papan bisa membantu mengurangi resiko penyusutan kayu dan penghematan biaya. Lagipula study menunjukkan bahwa pelebaran papan lebih kuat daripada menggunakan kayu solid tanpa sambungan.

Beberapa konstruksi sederhana pelebaran papan:

1. Plain/sambungan biasa: tanpa groove, hanya menggunakan lem. Konstruksi paling cepat dan sederhana karena cukup dengan proses penyerutan kayu 2 atau 4 sisi (bisa dengan mesin multi spinder). Beresiko sambungan terbuka apabila pada kualitas sambungan kurang baik. Konstruksi ini memerlukan pengawasan yang sangat ketat pada MC, kelurusan kayu dan kehalusan penyerutan.

2. Tangue & Groove (Alur & lidah). Dibutuhkan kayu lebih lebar untuk membuat 'lidah' konstruksi. Keuntungannya adalah sambungan lebih kuat karena bidang lem lebih luas dan apabila terjadi penyusutan tidak akan terjadi 'lubang tembus' pada garis penyambungan. Walaupun sambungan meregang kondisi papan akan tetap tertutup.

3. Finger Joint
Saat ini adalah konstruksi sambungan pelebaran papan yang paling populer dan kuat. Luas bidang lem jauh lebih besar karena jari-jari konstruksi lebih banyak. Diperlukan investasi mesin khusus untuk membuat konstruksi sambungan ini. Biasanya perusahaan yang mengkhususkan diri pada produksi wood flooring menggunakan konstruksi ini.

Bentuk dan ukuran lidah konstruksi pada jenis finger joint dan tangue & groove bisa bervariasi sesuai dengan ketebalan papan yang tersedia. Ukuran alur yang ideal untuk tangue & groove adalah 1/3 dari ketebalan papan.





Menentukan Ukuran Kayu Gergajian

Hal yang sangat penting diketahui sebelum menentukan ukuran tebal dan lebar kayu gergajian adalah ukuran komponen jadi yang kita butuhkan. Di dalam daftar bahan dan ukuran terdapat detail ukuran komponen.
Karena harus melalui beberapa proses standar di produksi maka ukuran kayu gergajian harus diberikan ekstra untuk limbah. Menentukan ukuran kayu gergajian tersebut harus memperhatikan beberapa hal penting agar ukuran lebih (spelling) tidak berlebihan ataupun terlalu kecil yang mana hal tersebut akan beresiko terhadap kualitas barang dan efisiensi produksi.

Sifat & jenis kayu
Ini hal pertama yang harus diketahui. Kayu yang lebih keras akan membuat mesin bekerja lebih berat. Selain itu sifat serat kayu yang berkelok-kelok akan membuat kayu lebih 'elastis'.

Ukuran komponen
Kita tidak bisa menentukan spelling ukuran dengan perhitungan prosentase. Komponen yang kecil akan membutuhkan spelling lebih besar (%) daripada komponen dengan ukuran lebih besar.



Lokasi komponen pada furniture
Penting sekali dalam hubungannya efisiensi penggunaan bahan baku. Semakin baik kita mengenal lokasi komponen dan bagian permukaan mana yang lebih penting akan membantu menentukan ketebalan spelling yang lebih baik. Ada dikenal istilah dalam furniture dilihat dari sisi prioritas. Untuk permukaan furniture yang memberikan efek estetika dibutuhkan kualitas permukaan kayu yang paling baik.

Jenis Finishing
Besar kecilnya spelling sebenarnya sebagai upaya pencegahan apabila terjadi kesalahan proses. Apabila semua lini proses benar-benar berjalan sesuai yang diharapkan maka spelling sekecil mungkin akan bisa diraih. Oleh karena itu apabila kita mengetahui jenis finishing yang akan digunakan sangat membantu sekali.
Jenis finishing lebih gelap besar kemungkinan cukup dengan pemberian ukuran spelling lebih kecil.

Beberapa proses yang penting dan sangat membutuhkan ukuran spelling membutuhkan rata-rata 2-5 mm pada satu sisi permukaan kayu. Ukuran ini untuk proses penggergajian, penyerutan dan pengamplasan.
Untuk papan lebar yang direncanakan dibelah dalam beberapa ukuran harus diperhitungkan pula spelling ukuran untuk gergaji belah. Ukuran ini antara 1-2 mm pada satu sisi permukaan kayu.

Contoh sederhana apabila dibutuhkan kaki meja ukuran jadi 740 x 60 x 30 mm. maka untuk menentukan ukuran kayu gergajian yang dibutuhkan adalah:

Uk panjang: 740 + (30 mm x 2) = 770 mm
Uk lebar: 60 + (3 mm x 2) = 66 mm
Uk tebal: 30 + (3 mm x 2) = 36 mm

Jadi ukuran minimal kayu gergajian yang dibutuhkan adalah 770 x 66 x 36 mm. Ukuran tersebut ditambahkan spelling untuk gergajian dan resiko penyusutan selama proses pengeringan, maka total ukuran kayu gergajian yang harus disediakan adalah 800 x 70 x 40 mm

Ukuran tersebut bisa bervariasi sesuai komponen jadi yang dibutuhkan.


Serat Kayu Sesuai Arah Pembelahan

Karena bentuk fisik kayu pada dasarnya seperti tabung dan dengan adanya pengaruh garis lingkaran tahun pada penampangnya proses pembelahan log bisa menghasilkan motif serat kayu yang berbeda pula. Selain itu juga akan mempengaruhi arah penyusutan kayu tersebut.

Bahwa pada dasarnya ada 3 metode pembelahan log yang menghasilkan beberapa perbedaan besar motif serat pada permukaan kayu hasil pembelahan yang dipengaruhi juga oleh kualitas log.


A. Serat Radial

Motif permukaan kayu yang lurus lebih banyak dihasilkan pada metode penggergajian Rift Sawn dan Quarter Sawn. Dua metode ini lebih banyak menghasilkan limbah dan memerlukan waktu lebih lama akan tetapi hasil serat kayu yang dihasilkan lebih baik dan bernilai ekonomis lebih tinggi. Biasanya serat kayu ini digunakan untuk pembuatan meja atau pintu dengan permukaan yang lebar.


B. Serat Tangensial

Pembelahan yang melintang garis lingkaran tahun akan menghasilkan serat bermotif (kembang). Motif permukaan kayu seperti ini paling banyak dihasilkan pada metode pembelahan Plain Saw. Ini metode penggergajian kayu yang paling sering dilakukan di kebanyakan sawmill.


Hasil permukaan kayu tersebut di atas adalah sebagai hasil dasar dari hampir semua jenis kayu. Keseluruhan motif permukaan akan juga dipengaruhi oleh kualitas log dan jenis kayu pada khususnya. Untuk jenis kayu yang memiliki banyak mata kayu, serat permukaan kayu akan dihiasi mata kayu, kantong minyak atau garis-garis melintang secara radial.



Ada pula jenis kayu yang karena pada masa pertumbuhannya dan lokasi tumbuh memiliki banyak angin sehingga pohon cenderung 'melintir'. Untuk kayu seperti ini anda akan mendapatkan serat bergelombang.
Pada kenyataan proses produksi harus dilakukan pekerjaan ekstra di area pengamplasan.

Lain lagi pada perusahaan vinir untuk permukaan plywood (kayu lapis). Untuk mendapatkan serat yang lurus dan homogen, pabrik akan membelah log menggunakan metode quartersawn.

credits

Menghitung Moisture Content (%)

Moisture content digunakan sebagai satuan ukuran untuk menentukan standar kekeringan kayu sebelum diproses. Standard MC yang baik untuk furniture adalah antara 8-12%, ini bukan berarti volume air di dalam kayu adalah 12% dari total volume kayu tersebut.

Kayu tersusun dari beberapa material alami. Lalu bagaimana ukuran 8%, 10% atau 20% itu didapatkan?

Berikut ini metode sederhana untuk mengetahui MC kayu:
Misalnya sepotong kayu yang masih basah (uk: 100 x 12 x 6 cm) memiliki berat 5,40 kgs (kekerasan kayu sekitar 650 kg/m3). Berat ini nantinya akan disebut Berat Kayu basah.

Lalu kayu tersebut dikeringkan di dalam sebuah oven khusus pada suhu 100 derajat Celcius selama 48 jam (sesuai dengan standard ASTM D2395-93).
Dengan proses tersebut terjadi penguapan air dan berat kayu menjadi 4,68 kgs (contoh). berat ini adalah Berat Kayu kering.

Kita gunakan rumus seperti di bawah ini.
Berat Kayu Basah = 5,40 kgs
Berat Kayu Kering = 4,68 kgs

Rumus:





Jadi MC% kayu tersebut adalah:



Angka di atas tersebut adalah angka yang akan dibaca oleh alat ukur MC yang tersedia dalam berbagai macam dan bentuk sesuai dengan fungsi dan media kayu yang diukur.
Moisture content (%) kayu berada pada area 0% hingga 200% (pohon yang masih hidup).

credits

Penjelasan Singkat Pengeringan Kayu


Pengeringan kayu bisa dideskripsikan sebagai sebuah proses pengeluaran kandungan air di dalam kayu. Ukuran ideal proporsi air diukur dengan cara menentukan Moisture Content (MC) di dalam kayu dalam ukuran persen (%). Proporsi yang baik adalah apabila MC berada pada level 8 - 12%. Kondisi ini mengindikasikan kayu dalam keadaan kering yang cukup dan baik sehingga kemungkinan menyusut sangat kecil.

Bagaimana angka persentase itu didapatkan? Di dalam kayu terdapat unsur padat (kayu tersebut) dan air yang sekaligus sebagai pengikat pori-pori. Beberapa cara dapat dilakukan untuk 'mengeluarkan' kandungan air tersebut ke udara.

Keuntungan yang diperoleh apabila kayu dalam kondisi kering:
1. Lebih ringan, dalam proses distribusi, perhitungan harga dan aspek lain ini berarti mengurangi biaya produksi.
2. Lebih kuat, melalui beberapa cara pengetesan kekuatan kayu, kayu kering terbukti lebih kuat dari kayu basah.
3. Lebih awet, kayu yang basah berarti terdapat air yang bisa menjadi 'modal hidup' makhluk lain seperti serangga, jamur dan mereka adalah musuh utama kayu.
4. Pengerjaan lebih mudah: proses pengeleman akan lebih baik karena pada kayu kering berarti lem memiliki tempat untuk meresap ke dalam kayu.
5. Mesin lebih awet karena kayu yang kering tidak membuat peralatan kerja yang pada umumnya terbuat dari logam menjadi berkarat.
6. Proses finishing atau pelapisan akhir akan menjadi lebih baik tanpa adanya resiko penguapan setelah produk jadi.

Kandungan Air di Dalam Kayu


Air memiliki peranan dan pengaruh besar terhadap kayu. Walaupun kekerasan kayu dan umur kayu juga yang akan memberikan hasil berbeda pada setiap jenis kayu. Sebagaimana kayu bisa berubah bentuk karena besar-kecilnya kandungan air. Akan tetapi di mana letak air yang mempengaruhi kualitas kayu tersebut berada?


Air terletak di dua bagian besar pori-pori kayu sebagai berikut:
1. Free Water (air tidak terikat), terletak di dalam pori-pori kayu. Seperti yang sudah di jelaskan pada posting sebelumnya bahwa pori-pori kayu adalah seperti pipa-pipa yang tersusun searah. Free water ini sangat mudah menguap, ini karena Free Water tidak mengandung banyak zat dan sel-sel pohon.

2. Bound Water (air terikat), mengandung lebih banyak selulosa dan kimia lain. Terletak di antara pori-pori, sekaligus memperkuat ikatan antar pori. Apabila Bound Water ini menguap maka kayu akan mengalami penyusutan.

Free water pada beberapa jenis kayu lunak bisa menguap melalui proses Air Drying, sedangkan untuk beberapa kayu keras hanya bisa melalui proses Kiln Dry.

credit: wikipedia, woodweb

Papan Beresiko Melengkung Lebih Besar

Membelah log menjadi beberapa bagian papan secara teknis pengerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Dari segi kualitas sebenarnya cara pembelahan ini beresiko lebih tinggi menghasilkan limbah. Lembaran papan yang tidak tertata dengan baik di dalam Kiln Dry akan lebih banyak menyusut dan melengkung.

Oleh karena itu pada proses penggergajian kayu untuk papan sebaiknya dilakukan pemilihan lebih hati-hati. Untuk log yang berbentuk cenderung bundar akan lebih tahan terhadap gerakan penyusutan. Mengapa? Log silindris memiliki kekerasan dan kerapatan serat yang seimbang sehingga pada waktu pengeringan walaupun terjadi penyusutan akan tetapi tersebar hampir rata di seluruh permukaan kayu lembaran.
Metode pembelahan yang terbaik adalah metode quarter sawn. Ada keterbatasan akan lebar papan yang dihasilkan, tapi dengan melihat proses selanjutnya akan menghemat limbah dan meningkatkan kualitas kayu.

Menghitung Volume Kayu Log


Bentuk log kayu bisa kita umpamakan seperti tabung, sehingga cara perhitungan volumenya pun juga sama. Yang akan sedikit membedakan adalah karena bentuk log yang bermacam-macam. Akan diperlukan tambahan rumus untuk mendapatkan hasil perhitungan sedekat mungkin dengan volume yang sesungguhnya.
Kita sudah tahu berbagai macam bentuk penampang log. Namun ke arah memanjang kayu ternyata juga memiliki bentuk yang berbeda kearah panjang.

Ukuran Diameter Pangkal & Ujung berbeda
Secara alami ukuran diameter pangkal lebih besar daripada diameter ujung kayu.
Masing-masing luas penampang harus dijumlahkan dan setelah itu dibagi dua untuk memperoleh luas rata-rata. Setelah mendapatkan luas rata-rata dikalikan dengan arah panjang log.
Menghitung penampang log berbentuk ellipse harus menggunakan diameter rata pada satu penampang sebelum diformulasikan dengan arah panjang kayu.
Penampang belimbing hanya cukup diambil diameter paling kecil untuk mendapatkan luas penampang.

Log Melengkung
Kita bisa menggunakan rumus yang sama tapi harus berhati-hati dalam menentukan ukuran panjang. Sebaiknya ukuran panjang diambil dengan menggunakan meteran yang fleksibel mengikuti arah melengkung kayu.
Cara yang paling baik adalah dengan hanya mengambil ukuran panjang kayu yang lurus, yang bisa diproses selanjutnya. Bagian log yang melengkung dan tidak bisa digunakan seharusnya tidak dihitung.

Terdapat cacat pada kayu log.
Pecah, retak atau lubang serangga pemakan kayu bisa saja terdapat di log dan bagian ini sudah pasti tidak bisa digunakan. Anda bisa menghitung menggunakan cara yang sama pada log melengkung. Hanya diukur bagian yang lurus dan bagian yang bisa digunakan. Artinya, apabila terdapat cacat log pada titik 80cm dari ujung, anda hanya bisa mendapatkan sekitar 70cm kayu.
Untuk industri kayu ukuran ini tidak efisien. Tidak cukup panjang untuk digunakan membuat furniture dan akan memakan tempat lebih banyak dan waktu lebih lama pada proses pengeringan kayu.

Dengan berbagai perbedaan bentuk dan ukuran log tersebut sangat mempengaruhi prosentase limbah industri. Kayu yang berbentuk lebih homogen, bulat, lurus dan berdiameter hamper sama akan memiliki jumlah limnbah lebih sedikit.

Areal Penyimpanan Log


Walaupun nantinya kayu akan dikeringkan setelah digergaji, cara penyimpanan dan kondisi lapangan untuk penyimpanan log juga ikut membantu hasil akhir pengeringan kayu. Secara tidak langsung ini akan membantu menghemat biaya operasional pengeringan kayu.
Setelah penebangan pohon, kayu log tidak langsung diolah menjadi kayu gergajian. Beberapa proses harus dilakukan dalam waktu tertentu tergantung lokasi dan tujuan penggunaan kayu log.

Kurang lebih beberapa minggu sejak penebangan, loading ke truk dari dalam hutan menuju lokal logyard hingga pengapalan log sudah dijaga sedemikian rupa supaya tetap utuh dan tidak rusak.

Apabila proses yang panjang tersebut ternyata setelah log tiba di penggergajian atau pabrik furniture diletakkan di sembarang tempat tanpa memperhatikan akibatnya terhadap kualitas kayu akan sangat mengurangi nilai ekonomis log tersebut.

Log sebaiknya diletakkan di atas permukaan tanah yang rata dan tidak terlalu lembab. Ini membantu mempertahankan kadar air di dalam log supaya tidak bertambah karena log juga bisa menyusut.
Walaupun log pasti akan berada di luar ruangan, sebaiknya areal yang digunakan diatur agar pada waktu hujan air akan selalu mengalir, tidak mengendap menjadi 'kolam' di areal log. hal ini pasti akan membutuhkan investasi tapi tidak terlalu besar. Atau dengan kata lain tidak akan sebesar kerugian yang akan anda terima apabila log tidak dijaga dalam kondisi yang baik.

Beberapa standar perawatan areal log:
1. Permukaan rata agar memudahkan pemuatan dan pembongkaran.
2. Tidak terdapat genangan air walaupun pada waktu hujan.
3. Diberikan semacam palet di bawah sehingga log tidak langsung menyentuh permukaan tanah.
4. Penumpukan diatur berdasarkan jenis kayu, ukuran diameter dalam tumpukan yang rapih.

Selain pemikiran tentang area penyimpanan, manajemen distribusi pemakaian log juga membantu mengurangi biaya ekstra yang timbul karena log cacat atau rusak. Log setelah masuk area pabrik sebaiknya sesegera mungkin diproses ke penggergajian dan Kiln Dry. Ini akan sangat bermanfaat untuk mencegah masuknya serangga-serangga pemakan kayu yang mungkin timbul pada waktu penyimpanan yang terlalu lama.

Peralatan Keamanan Mesin Produksi

Menggunakan mesin di dalam produksi kayu membantu pekerjaan lebih cepat, lebih halus dan lebih akurat dalam ukuran. Bagaimanapun masih ada resiko lain yang seringkali saya lihat dalam beberapa kunjungan ke pabrik kayu tidak diperhatikan baik oleh operator mesin ataupun manajemen pabrik.

Dalam keadaan berhenti, bilah-bilah pisau dan mata gergaji pada mesinpun sanggup melukai tangan atau bagian tubuh yang bersinggungan apalagi ketika mesin itu dijalankan. Banyak aspek mesin yang bisa membahayakan operator secara langsung ataupun tidak langsung.

Bahaya langsung yang ditimbulkan bisa berupa luka gores, lemparan balik mesin, polusi pernafasan karena debu dan bahaya dari energi listrik. Beberapa resiko tersebut sangat penting untuk diperhatikan dan dihindari sebelum menggunakan mesin, pada saat pemakaian bahkan setelah pemakaian mesin.

Bahaya secara tidak langsung bisa berupa gangguan pendengaran, iritasi mata secara berkala, dan lainnya.

Moisture Content (MC)


Kayu adalah material 'hidup' yang bisa berubah bentuk dan ukuran. Bentuk dan ukuran kayu berubah sesuai dengan moisture content (MC). Semakin kecil kadar MC akan semakin kecil pula ukuran kayu. Ukuran MC dipergunakan sebagai indikator apakah kayu layak dipakai atau tidak. Ketika MC lebih rendah berarti kayu lebih kering.

Standar MC kayu yang baik untuk bisa diolah menjadi furniture adalah antara 8 - 12%. Pada level tersebut kemungkinan kayu berubah bentuk sangat kecil. Ada berbagai macam alat ukur MC. Angka ini bukan berarti 8-12% volume kayu berupa air.
Berikut secara detail perhitungannya.


MC = (A-B)/B x 100%

MC = Moisture Content
A = Berat Kayu Basah
B = Berat Kayu Kering

Berat kayu kering ditentukan setelah kayu basah dikeringkan dengan oven pada suhu 100 derajat Celcius selama 48 jam.

Jadi misalnya A = 1,330 gram dan B = 1,200 gram, hasilnya adalah berikut ini:
MC = (1,330 - 1,200)/1,200 x 100%
MC = 130/1,200 x 100%
MC = 0.1083 x 100%
MC = 10.8 %

Untuk hasil terbaik bisa menggunakan tabel khusus. Proses pengeringan harus senantiasa dikontrol. Untuk mendapatkan tabel khusus perhitungan silahkan kirim e-mail ke penulis.

Metode penggergajian kayu

Kebanyakan pabrik furniture yang berkapasitas menengah tidak menempatkan sawmill sebagai prioritas departemen yang harus dimiliki dan berada di areal produksi. Ini juga didukung dengan adanya sejumlah sawmill khusus yang menawarkan jasa penggergajian ataupun penjualan kayu belahan. Beberapa tahun terakhir beberapa pabrik besar mulai menempatkan sawmill sebagai salah satu departemen yang penting untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Kebanyakan dari perusahaan jasa sawmill hanya menawarkan jasa penggergajian tanpa pengeringan, sehingga seringkali kayu gergajian yang dikirimkan ke pabrik furniture pemberi jasa masih dalam keadaan basah. Resiko lain juga timbul ketika penyedia jasa sawmill membelah kayu sedikit berbeda dari ukuran yang diinginkan. Rata-rata sawmill belum memiliki metode penggergajian yang bisa menurunkan limbah seminimal mungkin. Hal ini disebabkan karena sawmill tidak mengerti betul tentang kebutuhan pabrik furniture secara mendalam.


Beberapa metode pembelahan kayu log sebagai berikut:

Plain sawn
Log dibelah mengikuti arah yang selalu sama. metode paling efisien untuk kayu log yang berbentuk penampang bundar. Hasil permukaan arah serat bervariasi dari serat lurus ke serat berbunga.

Riftsawn
Sangat sulit dan lama dalam pelaksanaannya. Log dibelah dulu pada bagian tengah menjadi papan (ini bagian paling tinggi kualitasnya) lalu empat potongan lainnya dibelah ke arah radial log (ke pusat radius). Besar sekali limbah yang dihasilkan tapi hasil kayu gergajian akan memiliki serat yang selalu lurus dan sangat kecil kemungkinan perubahan bentuk karena penyusutan.

Quartersawn
Diawali pembelahan menjadi empat bagian ke arah pusat radius, lalu masing-masing bagian dibelah searah dengan radius kayu log. memiliki nilai ekonomis tinggi dan efisiensi lebih baik.

Kedua metode terakhir biasanya digunakan oleh pabrik pembuat vinir kayu untuk plywood bagian permukaan paling akhir. Plywood diharapkan akan memiliki arah serat yang sama dan memungkinkan untuk dilakukan laminating atau overlap vinir pada permukaan kayu lapis (plywood).

credit:
westcoastland

Kayu log juga mengalami penyusutan


Sebagaimana kayu belahan yang bisa mengalami penyusutan karena perbedaan kelembaban udara, maka kayu log-pun masih bisa menyusut. Sebuah pohon yang baru saja ditebang memiliki level MC antara 40-60%. Pada beberapa area penebangan pohon mereka akan meletakkan log-log tersebut di luar selama beberapa hari bahkan beberapa minggu untuk mengurangi level MC.

Untuk mencegah retak atau pecah pada log, dipasanglah semacam paku yang berbentuk seperti cacing pada ujung log (desain yang ada bisa bermacam-macam) untuk mencegah log retak atau pecah ujung. Log yang pecah atau retak otomatis akan mengurangi nilai ekonomisnya.
Beberapa tempat tertentu memiliki metode yang berbeda. Setelah pohon dipotong, kulit pohon segera dikupas dan kayu dibiarkan dalam ukuran yang lebih panjang untuk mengurangi pelebaran cacat retak.

Pada jenis kayu yang memiliki nilai ekonomis sangat tinggi, sebelum pohon ditebang dilakukan pemotongan kulit kayu pada bagian pangkal pohon beberapa bulan sebelum penebangan. Waktu tersebut dimaksudkan untuk menghambat penyaluran makanan ke daun, yang pada dasarnya berupa cairan, sehingga ketika beberapa bulan tidak ada supply makanan dari akar pohon tersebut akan mengering alami dalam bentuk dan ukuran yang utuh.

Penyusutan pada log sebenarnya tidaklah terlalu besar mengingat luas penampang yang menjadi pintu keluarnya air dari dalam kayu tidaklah seluas pada kayu yang telah dibelah dan dipotong. Dan berdasarkan ukuran diameter log, kemungkinan air yang keluar hanya akan terjadi pada permukaan log yang sangat tipis dibandingkan dengan diameter log itu sendiri.

Kayu bisa berubah bentuk


Kayu tersusun dari jutaan pilar-pilar yang sangat kecil (seperti jajaran jarum) dan terhubung antar satu dan yang lain. Di dalam masing-masing pilar (susunan pori-pori) tersebut terdapat sejumlah kecil air yang terendap. kandungan air tersebut ada semenjak pohon masih berdiri. Ketika pohon dipotong, secara tidak langsung potongan itu membuat 'lubang' untuk jalan air membebaskan diri dari pori-pori kayu.
Akan tetapi hal itu tidaklah semudah kita membayangkan air yang terdapat pada selang. Apabila kelembaban udara di luar permukaan kayu tersebut paling tidak sama atau lebih tinggi dari kelembaban di dalam batang kayu maka kandungan air di dalam kayu akan tetap tinggal di dalam.

Pada waktu suhu udara meningkat di luar permukaan, fenomena ini memaksa air di dalam kayu untuk keluar melalui proses penguapan. Jika kayu kehilangan kandungan airnya, secara otomatis akan kehilangan 'ruang' yang sebelumnya digunakan kandungan air tersebut dan ruang kosong ini membuat ikatan antara pori-pori menjadi lebih dekat. Oleh karena itulah ukuran kayu dan bentuk kayu akan menyusut karena kayu kehilangan 'volume' di dalamnya.

Apabila air bisa keluar dari kayu, pasti juga bisa kembali memasuki kayu walaupun tidak semudah ketika menguap. Kekuatan dan arah penyusutan kayu dipengaruhi oleh berbagai aspek yang antara lain kekerasan, posisi kayu pada waktu dikeringkan, bagian kayu (teras atau gubal) dan lainnya yang berhubungan dengan proses pengeringan.

Dari sinilah mengapa kayu harus dikeringkan sebelum memasuki proses produksi. Proses pengeringan kayu biasa disebut Kiln Dry. Kayu yang lebih keras akan lebih lama dan lebih sulit dikeringkan. Kayu lunak lebih cepat proses pengeringannya tetapi juga lebih mudah menjadi basah kembali karena ukuran pori-pori yang lebih besar.

Berbagai bentuk penampang log kayu

Tidak semua kayu gelondongan memiliki penampang bundar. Ada beberapa bentuk penampang kayu yang dipengaruhi oleh jenis kayu, lokasi tumbuh dan umur pohon. bentuk penampang kayu dibedakan menjadi beberapa antara lain:

1. Penampang bundar
2. Penampang Ellipse
3. Penampang bintang/belimbing

Penampang bundar adalah bentuk penampang log yang paling efisien karena sebagian besar volumenya bisa diolah menjadi barang jadi sehingga limbah yang dihasilkan menjadi lebih sedikit. Kayu yang memiliki bentuk penampang seperti ini paling baik digunakan untuk industri vinir. Penanganan pada waktu proses penggergajian untuk kayu bentuk seperti inipun akan lebih cepat dan lebih mudah.

Penampang berbentuk ellipse. Limbah lebih banyak, bagian kayu teras lebih besar.

Penampang bintang/belimbing. Menghasilkan limbah paling besar karena banyak bagian yang tidak bisa digunakan. Akan tetapi jenis kayu dari bentuk ini sebagian besar keras dan memiliki mata kayu banyak.

Bagian penampang pohon (kayu bulat)


Pernahkah anda mendengar bahwa dengan melihat garis yang melingkar pada bagian penampang kayu bulat (gelondong) kita bisa memperkirakan umur pohon tersebut? Apabila anda mendengar jawaban 'Ya', itu adalah benar. Dari bagian penampang kayu kita bisa memperkirakan umur kayu tersebut. namun sebelum kita bahas hal tersebut, sebaiknya kita pelajari beberapa detail bagian penampang kayu.

1. Pith (hati kayu) : menjadi bagian paling lunak pada kayu tetapi sangat kecil ukurannya dibanding diameter kayu. bagian ini harus selalu dihindari dan dibuang.

2. Heartwood (kayu teras): bagian utama kayu yang dibutuhkan. Keras, berwarna gelap dan lebih berat. Proporsinya juga paling besar (m3). Detail penjelasan ada di sini.

3. Sapwood (kayu gubal): berada pada lapisan luar, berwarna lebih terang dan lebih mudah menyusut.

4. Cambium layer (lapisan kambium): lapisan yang berisi zat-zat makanan untuk perkembangan pohon.

5. Bast : pengirim makanan untuk diolah oleh daun melalui fotosintesis.

6. Bark (kulit pohon): melindungi batang pohon.

7. Annular ring (lingkaran tahun): garis-garis yang melingkar pada pohon yang menunjukkan umur pohon. Lingkaran terbentuk setiap tahun berdasarkan musim di mana pohon itu tumbuh.

8. Spring growth: lapisan yang terbentuk pada waktu musim gugur. Biasanya lebih tipis karena pada musim ini pertumbuhan pohon lebih lambat.

9. Autumn growth: lapisan yang terbentuk di waktu musim semi. memiliki ketebalan lebih karena pohon tumbuh lebih cepat ketika musim ini dengan adanya proses pengolahan makanan untuk pohon yang lebih banyak.

10. Medularry rays: garis yang melintang dari pusat kayu hingga bagian luar sebagai media penyimpan makanan bagi pohon. bagian ini bisa menjadi dekorasi ketika kita melakukan pemotongan kayu bulat secara radial.

credits:
teknikoutuk
woodsgood


Kayu teras dan kayu gubal

Mungkin istilah di atas cukup aneh terdengar bagi anda yang tidak mendalami ilmu tentang kayu untuk furniture. Apa sebenarnya perbedaan dari kedua bagian kayu tersebut dan bagaimana mengenali perbedaan tersebut?
Kayu teras (heartwood) merupakan bagian kayu gelondongan yang terletak pada inti kayu. Bagian ini berwarna lebih gelap dibandingkan kayu gubal (sapwood) yang terletak pada bagian lebih luar diameter kayu gelondongan (sebelum kulit kayu). Bagian ini merupakan yang terbaik pada sebuah kayu karena kayu teras memiliki kekerasan yang lebih baik daripada kayu gubal.

Pada umumnya kayu teras memiliki serat dan pori-pori lebih padat. Bagian ini sebenarnya adalah serat yang 'mati'. Tentunya pula karena umur kayu teras lebih tua daripada kayu gubal.
Hal ini membuat papan kayu teras memiliki kemungkinan menyusut lebih kecil. Secara mekanik lebih kuat. Rata-rata sekitar 65-75% dari radius kayu gelondongan merupakan kayu teras.

Kayu gubal sangat tidak direkomendasikan untuk diproses menjadi furniture untuk konstruksi karena nilai kekuatannya yang sangat lemah, khususnya untuk produk outdoor furniture. Pada bagian tertentu bisa digunakan sebagai komponen pembantu, itupun apabila warna tidak menjadi masalah karena kayu gubal cenderung berwarna lebih terang.

Ada beberapa jenis kayu yang agak sulit untuk membedakan 2 bagian ini karena mereka memiliki warna yang hampir sama. Ada pula pada jenis kayu tertentu, kayu gubalnya tetap bisa digunakan untuk membuat furniture karena memiliki kekerasan yang hampir sama dengan bagian kayu teras.

Area Penting Untuk Quality Control

Ada 4 departemen utama dalam sebuah pabrik kayu yang membutuhkan keberadaan team quality control. Dengan adanya team yang baik pada departemen tersebut diharapkan kualitas barang hasil produksi dan efisiensi kerja akan menjadi semakin baik.

Satu
Incoming material, memeriksa semua bahan baku produksi sebelum memasuki proses produksi. Paling utama bisa dilakukan pada waktu membeli kayu gelondongan atau kayu gergajian. Pemeriksaan terhadap perlengkapan perabot (hardware) juga sebaiknya dilakukan. Ada metode-metode khusus tentang tata cara melakukan kontrol kualitas terhadap bahan baku tersebut di atas.

Dua
Proses produksi, ini merupakan team paling besar dalam sebuah organisasi quality control karena jangakauannya sangat luas tergantung dari kapasitas produksi pabrik. Berawal dari pembahanan, proses mesin, perakitan (assembling) dan pengamplasan.

Tiga
Finishing, sebaiknya terdiri dari team yang memiliki kemampuan teknik tinggi dalam industri kayu. Tentu saja mereka harus menguasai sebagian besar jenis finishing untuk kayu. Pada bagian ini yang memiliki kontribusi besar tentang jumlah barang yang ditolak atau yang diterima.

Empat
Final Inspection, biasanya dilakukan oleh pihak ketiga sebagai kontrol terakhir sebelum barang dikirim. keberadaan QC di departemen ini biasanya masih menjadi 'tabu' bagi sebuah pabrik karena rata-rata pabrik percaya bahwa apabila team QC di 3 area yang disebut di atas bekerja dengan baik maka proses di area ke-4 tidak dibutuhkan.

Tentang jumlah, titik-titik penting dan tata cara inspeksi di 4 area tersebut akan ditulis di bagian lain.

Mengapa Harus Ada Quality Control?

Pada jenis produksi barang apapun dari pembuatan furniture, tekstil, elektronik bahkan pabrik makanan peran sebuah team quality controller sangat penting sekali. Para pekerja di dalam sebiah line produksi memiliki tugas utama untuk menjalankan proses seperti yang sudah direncanakan. mereka memilik itarget dan perhatian utama terhadap efisiensi bahan baku, kuantitas, dan kecepatan produksi. Pada waktu para pekerja berkonsentrasi untuk mendapatkan target tersebut sebagai prioritas utama, kualitas barang sering kali tidak diperhatikan.

Di sinilah peran para QC dibutuhkan. Mereka yang akan selalu memberikan petunjuk dan peringatan terhadap team produksi untuk selalu menjaga kualitas sesuai dengan yang diinginkan oleh pembeli. Dalam situasi ini akan tercipta sebuah konflik di antara produksi dan QC. Satu pihak menjadikan kapasitas produksi sebagai prioritas utama, di pihak yang lain ingin menjaga kualitas pada satu level tertentu dan tidak menguatirkan tentang kecepatan.

Ini sebuah konflik yang baik karena ketika konflik itu terjadi akan ada suatu kerjasama dari kedua belah pihak untuk menjaga prioritas masing-masing. Di dalam beberapa pabrik yang saya pernah kunjungi masih menempatkan team QC di bawah manajemen produksi dan tentunya ini berpotensi menjadi masalah bagi pabrik. Lebih sedikit konflik karena keputusan QC akan dikesampingkan oleh kepala produksi dan potensi terjadi 'claim' dari pembeli karena kualitas yang tidak terkontrol baik.

Struktur organisasi yang paling ideal adalah menempatkan team Quality Control secara independen tanpa ada tekanan dari pihak manapun kecuali standard kualitas yang telah ditetapkan bersama di dalam suatu pabrik. Dan sebaiknya hanya ada satu pimpinan yang akan mengakomodasi konflik tersebut.

Proses dasar dari logs menjadi furniture

Sebelum menjadi sebuah furniture kayu harus melalui beberapa proses dasar dan teliti. Karena kayu pada dasarnya adalah material yang 'hidup' maka beberapa proses kadang2 akan harus diulang untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Berikut ini proses dasar pengolahan kayu:

1. Penggergajian
Dari sebatang kayu gelondongan, kayu harus dibelah dan dipotong sehingga menjadi bentuk dan ukuran yang diinginkan mengikuti desain furniture. Proses ini termasuk proses yang masih kasar.

2. Pengeringan (Kiln Dry)
Karena termasuk material yang 'hidup' kayu bisa berubah bentuk (melengkung, retak atau pecah), bahan ini harus dikeringkan dahulu. pengeringan kayu menggunakan mesin dan ruangan khusus sehingga bisa dicapai kandungan air di dalam kayu antara 8-12%. Hal ini dikenal dengan istilah MC (Moisture Content).

3. Pengerjaan konstruksi.
Melingkupi pembentukan komponen, pengeboran untuk konstruksi penyambungan kayu secara masinal atau manual. Untuk mendapatkan hasil yang baik, minimum kayu harus melalui proses mesin 60%.

4. Perakitan
Proses perakitan merupakan salah satu proses yang penting karena mempengaruhi kualitas kekuatan barang jadi. Apabila perakitan tidak berhasil, sambungan-sambungan akan mudah terlepas dan furniture tidak akan bertahan lama.

5. Finishing
Sebagai proses paling akhir dan paling menentukan nilai estetika sebuah furniture. Finishing berfungsi memberikan tampilan yang baru dan lain daripada tampilan serat kayu atau warna kayu yang sebenarnya.
Finishing menjadi salah satu proses yang paling sering diulang. Beberapa alasan adalah karena pembeli ingin memiliki warna yang lain daripada warna standard atau karena kondisi finishing sudah mulai pudar akan tetapi kayu masih kuat dan masih berfungsi dengan baik.

Masih ada beberapa proses detail pada masing-masing proses di atas yang akan di bahas pada posting yang lain.

Ground Contamination di pabrik furniture

Masih belum banyak kesadaran dari manajemen perusahaan furniture tentang arti dan bahaya 'Ground Contamination' yang selama ini terjadi di dalam lingkungan pabrik mereka. Saya masih belum bisa menemukan kata yang sesuai dalam bahasa Indonesia untuk istilah ini. Dalam tulisan sebelumnya tentang Limbah dari Industri Kayu, bahan kimia terutama dari proses finishing merupakan limbah terbesar kedua setelah bahan baku kayu itu sendiri.

Limbah kayu masih cukup mudah dan jelas pengaturannya dan proses selanjutnya sudah cukup banyak pihak yang mengelola. Akan tetapi untuk bahan kimia sangat terbatas. Pada akhirnya, sebagai jalan pintas dan cepat, seperti apa yang saya lihat dalam beberapa kunjungan ke pabrik furniture di beberapa tempat, pabrik 'menjual' ke penduduk sekitar atau membuangnya ke sungai/tanah tanpa memikirkan akibat jangka panjang yang akan terjadi.

Di beberapa negara yang sudah maju atau katakan lebih berkembang dari Indonesia, harga tanah yang diketahui mengandung bahan kimia berbahaya karena limbah dan sebagainya akan sangat rendah dibandingkan harga tanah yang masih 'bersih'. Untuk memastikan bahwa air tanah yang akan dipakai nantinya adalah air yang sehat untuk konsumsi air minum.
Bagaimana mereka mengetahui itu? Sebelum melakukan transaksi, calon pembeli melakukan riset dan test kandungan tanah. Hal ini juga hanya dilakukan oleh pembeli yang sangat memperhatikan lingkungan.

Lalu, mengapa di Indonesia sekarang ini tidak banyak orang memperhatikan hal ini? Atau, para pemilik pabrik seolah tidak peduli? Apakah karena para pekerja di departemen finishing tidak mengetahui hal ini?
Bagi saya ini adalah masalah manajemen. Beberapa pemilik pabrik memang tidak mengetahui akibat dari pembuangan limbah sembarangan, sehingga mereka juga tidak tahu instruksi apa yang terbaik yang seharusnya diberikan kepada para pekerja. Beberapa pengusaha menyadari betul akan hal ini, namun kadang2 mereka memiliki prioritas lain, atau dengan kata lain 'Ground Contamination', polusi udara dan segala hal yang berhubungan dengan lingkungan bukan hal yang harus dilakukan 'sekarang'.

Kalau anda lihat gambar di atas, katakan kira2 minimal 1 liter bahan kimia yang terbuang/bocor ke tanah, dan kita bisa hitung berapa jumlah pabrik yang memiliki departemen finsihing, anda akan mendapatkan angka berton-ton bahan finsihing terbuang ke tanah setiap hari.

Bagi kita para 'pekerja' kayu khususnya, mari kita mulai sekarang untuk mengurangi jumlah bahan finishing yang terbuang ke tanah. Pikirkan cara lain yang lebih sehat untuk mengolah dan membuang sisa bahan finishing. Salah satunya dengan cara membuat bejana besar dari besi atau seng di bawah bahan finishing, sehingga ketika 'tertumpah' masih bisa dipergunakan lagi.
Cara lain juga dengan cara semaksimal mungkin menutup bejana finishing ketika tidak dipakai sehingga mengurangi penguapan.

Ini juga untuk menghemat konsumsi bahan finishing.
Silahkan...

Semua Komentar

Bahan-bahan Dasar Pembuatan Perabot Kayu

Jenis bahan baku utama yang bisa digunakan dan telah dipakai untuk membuat perabot ada bermacam-macam. Dari bahan utama kayu, besi, plastik, rotan hingga karet. Sampai saat ini menurut saya bahan baku kayu masih menjadi bahan yang favorit. Mengapa? karena bahan kayu memiliki sifat lebih 'dingin', halus dan estetika yang lebih baik dari material lainnya.

Untuk membuat sebuah perabot kayu ada beberapa bahan pembantu seperti berikut ini:

1. Kayu: mencakup sekitar 55-75% dari total biaya untuk sebuah perabot. Akan sangat berpengaruh besar terhadap harga sebuat furniture hanya dengan mrubah jenis kayu yang digunakan. Oleh dari itu penting sekali diketahui tentang jenis kayu sebelum melakukan transaksi.

2. Bahan finishing: membutuhkan sekitar 20-30% dari total biaya. Ini tergantung pula jenis finishing yang diiinginkan. Untuk beberapa model finishing yang agak rumit (hingga 10 lapisan), biaya finishing bisa mencapai 45%. Prosentase tersebut sudah termasuk biaya untuk tenaga kerja.

3. Perlengkapan hardware semisal engsel, paku, sekrup dan aksesories lainnya membutuhkan antara 5-10%.

4. Packing adalah salah satu hal yang bisa membantu memberikan nilai tambaha terhadap pemasaran perabot kayu. Dengan packing yang bagus dan kuat, pembeli akan lebih tertarik untuk membeli. Biaya yang perlu dialokasikan bisa sekitar 3-8%.

Mengapa ini perlu diketahui? Apabila anda berencana untuk membeli furniture baru untuk rumah anda, maka hal ini akan membantu anda untuk bernegosiasi dengan penjual. Atau paling tidak anda mengetahu alternatif-alternatif yang bisa dilakukan untuk mengurangi harga perabot tersebut.

Mengenal Jenis Kayu dari Daunnya

Pada dasarnya kayu dibedakan menjadi 2 bagian besar yang dikategorikan berdasarkan jenis daunnya. Yang pertama adalah kayu daun lebar dan kayu daun jarum. Pengelompokan ini berhubungan erat dengan struktur pori-pori serta kekerasan kayu tersebut. Dalam istilah international biasa disebut dengan Softwood (kayu daun jarum) dan hardwood (kayu daun lebar).
Prinsip perbedaan daun tersebut membedakan struktur kayu, daun jarum berbentuk silindris, sedangkan daun lebar memiliki jari-jari daun.

KAYU Daun Jarum
Memiliki kekerasan lebih rendah dibandingkan dengan kayu daun lebar. Biasanya bentuk logs (batang pohon) lebih silindris karena proses fotosintesis lebih panjang. Paling mudah mengenal jenis kayu ini dari pohonnya, akan tetapi bisa pula dikenali melalui laboratorium dari struktur serat kayunya.

KAYU Daun Lebar
Bersifat lebih keras dan lebih berat. Struktur serat kayu biasanya berbelok-belok dan sangat kuat ikatan antar pori-pori kayu. Proses pengeringan lebih lama daripada kayu dari jenis daun jarum.


credit:
http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan-muhdi7.pdf
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/INFO_III01/III_III01.htm

Bukan Karena Kami Digaji Lebih Murah

Ini sebuah gambaran bagaimana aktifitas di sebuah pabrik mebel di Vietnam. Bukan situasi rata-rata akan tetapi penulis ingin menunjukkan bagaimana tenaga kerja wanita di sini memiliki produktifitas yang sama dengan pria, bahkan lebih di beberapa departemen. Kalau kita bandingkan dengan di Indonesia akan sangat berbeda. Memang ada juga perusahaan mebel di Indonesia yang rata-rata pekerjanya adalah perempuan, tapi itu bisa dihitung dengan jari.

Mungkin akan berbanding terbalik di sini. Jumlah tenaga kerja perempuan yang bekerja di pabrik mebel/kayu lebih banyak daripada jumlah pekerja pria.
Bagian amplas, perakitan, bahkan pembahanan terdapat juga tenaga kerja perempuan. Mengapa? penghematan pabrik dengan biaya gaji tidak banyak mempengaruhi profit. Ternyata ada pertimbangan lain di samping biaya operasional.

Orang Vietnam dikenal sebagai pekerja keras dan tidak mudah menyerah. Dengan sistem pemerintahan komunis yang dianut membuat tata cara penanganan karyawan pabrik hampir sama dalam beberapa hal. Seperti misalnya ketika seorang supervisor atau kepala bagian memberikan perintah kepada seorang pekerja adalah menjadi sebuah mandat sebagaimana dalam militer.


Saat artikel ini UMR di Vietnam adalah 491,000 VND, setara dengan 31 USD.

Alasan apa menurut anda?

Personal Protection Equipment (PPE)

Beberapa hari lalu saya kunjungi satu pabrik kayu, sebagian besar kayu yang tersedia adalah Acacia dan saya melihat satu hal yang menarik tentang peralatan pengaman yang ada di pabrik tersebut. Kita mengenal istilah lempar balik dalam gergaji mesin (circle saw) dan pada mesin standard biasanya telah tersedia 'lidah gergaji' untuk mencegah lempar balik dari putaran gergaji. Apabila lidah gergaji ini tidak terpasang dengan baik akan sangat berbahaya bagi operator mesin yang bertugas sebagai feeder. Pecahan2 kayu akan terlempar balik.

Untuk mencegah terjadinya hal yang buruk, pabrik ini membuat sebuah baju mirip untuk baju memasak akan tetapi terbuat dari bahan kulit yang sangat tebal dan keras. Melihat permukaan 'baju' tersebut terbukti bahwa telah terjadi beberapa benturan akibat lempar balik gergaji (yang terlempar balik adalah potongan kayu, bukan bilah gergaji) yang mengenai baju tersebut.

Desain baju hanya melindungi bagian vital tubuh seperti perut, dada dan pinggang. Sementara lengan dan mata pekerja tersebut menggunakan kacamata (google).

Hari ini saya kehilangan foto yang sesuai dengan artikel ini, segera setelah saya menemukannya akan saya muat.
Akhirnya saya temukan foto yang saya maksud hari ini 04-mar-08, silahkan lihat fotonya di dalam lingkaran di bawah ini.



Rambu Petunjuk Keselamatan

Kesehatan dan keamanan karyawan di dalam lingkungan pabrik saat ini menjadi salah satu perhatian dan ermintaan dari beberapa buyer terhadap pabrik kayu. Kesadaran para karyawan pun semakin hari semakin baik dengan adanya audit dan training dari perwakilan buyer yang mengunjungi pabrik secara teratur untuk mengawasi implementasinya.

Beberapa petunjuk keamanan yang diminta dipasang di beberapa sudut pabrik mungkin sangat mudah dipahami oleh karyawan pabrik, akan tetapi ada pula yang kurang familiar mekihat rambu - rambu tersebut sehingga perusahaan tetap harus melaksanakan pelatihan khusus terhadap para karyawan tersebut.

Rambu
Apa arti rambu keselamatan di dalam pabrik? Sama artinya sebenarnya dengan rambu lalu lintas di jalan raya. Rambu dipasang sebagai sarana komunikasi yang singkat, mudah dipahami dan bersifat sebagai peringatan dan informasi bagi siapapun yang melihat rambu - rambu tersebut.
Di dalam lingkungan pabrik rambu keselematan dan keamanan memiliki beberapa perbedaan bentuk, warna maupun sifat darurat dari masing - masing rambu.

Berdasarkan sifat darurat

Warna merah, bentuk lingkaran dengan garis tengah --> Larangan
Rambu berbentuk seperti berarti apapun aktifitas seperti yang dideskripsikan di dalam rambu harus dihentikan, dimatikan atau dipotong prosesnya seketika karena sangat berbahaya bagi keselamatan bersama.

Warna dasar Kuning, bentuk segitiga --> Peringatan
Rambu ini berarti sebuah peringatan akan adanya potensi bahaya, menginstruksikan untuk lebih berhati - hati.

Warna dasar Biru dengan bentuk lingkaran --> Kewajiban
Sebagai sebuah instruksi untuk melakukan atau mengenakan sesuatu yang harus diikuti dalam hal keselamatan khusus.

Warna dasar Hijau dengan bentuk kotak atau bujursangkar --> Area aman
bagian berwarna hijau minila 50% dari luas rambu, bersifat sebagai petunjuk melarikan diri atau petunjuk alat bantu keselamatan seperti pintu keluar atau obat-obatan.

Warna dasar merah --> petunjuk lokasi pemadam
bersifat sebagai petunjuk lokasi alat - alat pemadam kebakaran dan jenis pemadam untuk disesuaikan dengan penyebab kebakaran.

Rambu - rambu tersebut di atas sangat diperlukan di tempat yang strategis dan mudah dilihat. Oleh karean itu disarankan untuk membuat rambu-rambu menjadi mudah dilihat walaupun dalam keadaan gelap dengan cara misalnya memberikan lampu untuk menyorot rambu, memasang illuminate lamps atau memakai material yang bercahaya di dalam gelap.
Terutama petunjuk pintu keluar diharuskan menyediakan lampu darurat (baterai) di dekat pintu keluar.



Limbah dari Industri Kayu

Limbah utama dari industri kayu yang jelas adalah potongan - potongan kecil dan serpihan kayu dari hasil penggergajian serta debu dan serbuk gergaji. Limbah tersebut sangat sulit dikurangi, hanya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin menjadi barang lain yang memiliki nilai ekonomis.
Beberapa limbah lain dari sebuah industri furniture sebenarnya memiliki peran yang besar pada sebuah 'costing' serta dampak lingkungan sehingga akan sangat bermanfaat apabila bisa dikurangi.

Limbah utama industri kayu:

A. Potongan kayu dan serbuk gergaji sebagai bahan dasar pembuatan perabot kayu.
Serbuk gergaji dan serpihan kayu dari proses produksi saat ini pada umumnya dimanfaatkan oleh pabrik sebagai bahan tambahan untuk membuat plywood, MDF (medium Density Fiber board) dan lembaran lain. Pada perusahaan dengan skala kecil dan lokasi yang jauh dari pabrik pembuat chipboard memanfaatkan limbah ini sebagai bahan tambahan pembakaran boiler di Kiln Dry. Sebagian pula dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bahan bakar untuk industri yang lebih kecil seperti batu bata, kermaik atau dapur rumah tangga.

B. Limbah bahan finishing beserta peralatan bantu lainnya.
Ini limbah terbanyak kedua setelah kayu dan pada kenyataannya (di Indonesia) belum begitu banyak perusahaan yang menyadari dan memahami betul tentang tata cara penanganan limbah tersebut. Beberapa masih melakukan pembuangan secara tradisional ke sungai dan ke dalam tempat pembuangan tertentu di dalam area perusahaan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya.
Bahkan ada beberapa perusahaan yang 'menjual' thinner bekas kepada penduduk yang tinggal di sekitar pabrik dan selanjutnya diproses untuk keperluan lain yang kurang jelas.

Ada sebuah organisasi di bawah pengawasan pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengelola limbah kimia tersebut. PT. PPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri) adalah perusahaan pertama di Indonesia yang mengelola limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).


C. Limbah kimia sekunder sebagai hasil dari alat bantu dari sebuah industri kayu misal: accu dari mesin forklift, oli/pelumas bekas, lampu bekas, tinta dan lain-lain. Limbah ini belum begitu besar volumenya akan tetapi masih belum terkoordinasi dengan baik.
Kebanyakan dari sejumlah industri tidak benar2 'membuang' limbah ini keluar dari pabrik. Kadang - kadang hanya disimpan di sebuah area engineer atau gudang barang bekas dan ditumpuk bersama - sama dengan peralatan bekas yang lain.
Mereka hampir tidak tahu bagaimana solusi terbaik untuk melenyapkan limbah tersebut.

D. Bahan pembantu lain seperti kardus, plastik pembungkus, kertas amplas bekas, kain bekas untuk proses finishing, pisau bekas dari mesin serut dan lainnya.

Dari sekian limbah yang dihasilkan, menurut pengamatan penulis hanya limbah pertama yang benar - benar dipahami oleh beberapa industri kayu bagaimana cara penanganannya yang baik dan sesuai. Sedangkan limbah utama lainnya masih menjadi sebuah tanda tanya yang tidak jelas atau bahkan masih menjadi prioritas paling akhir setelah pemikiran tentang pembaharuan mesin dan investasi baru di dalam pabrik.

Hanya 12.72% yang Menjadi Perabot kayu


Pernahkah anda berpikir sejenak bahwa sebenarnya seberapa banyak limbah yang dihasilkan oleh industri kayu? Apa yang mereka lakukan dengan limbah pabrik furniture? Apa saja limbah yang dihasilkan?
Jawaban yang paling awal bisa ditemukan pastilah serbuk kayu.

Kita semua yang bekerja di industri kayu pasti pernah mendengar istilah rendemen. Istilah ini menjelaskan seberapa besar kayu gelondong yang dibutuhkan untuk membuat sebuah living room set. Untuk menghasilkan beberapa furniture dengan volume kayu 1 m3 (finished) dibutuhkan 2,5 - 6 m3 kayu gelondong (logs). Tergantung pula dari jenis kayu yang digunakan.

From the Forest
Dari sebatang pohon yang berdiri di dalam hutan melalui proses pemotongan hingga menjadi kayu gelondongan hanya tersisa 40-50% dari total volume kayu ketika pohon masih tegak berdiri. Mengapa?
(1) Pohon yang dipotong meninggalkan pangkal (sekitar 5-7% dari total volume pohon.
(2) Beberapa metode pemotongan menimbulkan pohon yang ditebang retak bahkan pecah sehingga mengurangi volume kayu gelondong.
(3) Hanya batang utama dengan ketinggian maksimum yang memiliki diameter tertentu untuk dijadikan bahan dasar furniture. Bagian lain seperti cabang atau ujung pohon hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuat kertas.
(4) Beberapa bagian pohon harus dibuang pada bagian tengah yang disebabkan karena luka pada waktu pohon ditumbangkan atau transportasi menuju log yards.

Logs
Dalam satu hektar luas hutan diperkirakan terdapat 900 - 1300 batang pohon yang berpotensi untuk ditebang sebagai bahan dasar furniture. Ini setara dengan sekitar 200m3 kayu gelondongan.
pada proses lain dari kayu gelondongan menjadi kayu gergajian melalui proses saw mill dan pengeringan, kayu gergajian yang dihasilkan hanya sekitar 45-53% dari total volume kayu gelondongan.

Prosentase ini benar2 dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut:
1. Penampang kayu gelondong apakah bulat, ellipse atau seperti bintang. Semakin bulat penampang kayu akan semakin besar kayu gergajian yang dihasilkan.
2. Kayu gelondong yang tidak lurus atau melengkung menghasilkan lebih sedikit kayu gergajian karena banyak bagian yang harus dipotong dan terlalu banyak limbah karena pemotongan arah panjang.
3. Metode pembelahan log. Ada beberapa istilah dikenal dengan nama quarter sawn, rift sawn dan plain sawn. Semua metode tersebut menghasilkan limbah dan optimasi yang berbeda terhadap volume kayu gergajian. Tergantung dari kebutuhan. Dari sisi efisiensi volume, metode plainsawn menghasilkan limbah paling sedikit.


4. Mesin dan alat bantu beserta pemeliharaannya. Pada beberapa jenis mesin gergaji memiliki ketebalan mata gergaji yang lebih lebar sehingga bagian kayu yang menjadi serbuk lebih besar.


Sawn Timber
Proses pengeringan bagaimanapun mengurangi volume kayu bersamaan dengan keluarnya kandungan air di dalam kayu. Sangat kecil prosentasenya ketika kayu tidak berubah bentuk, maksimum 1% dari ketebalan kayu. Penyusutan setelah pengeringan menjadi masalah ketika kayu berubah bentuk, melengkung atau bahkan retak. Volume ini juga termasuk dalam limbah karena tidak dapat dipergunakan sesuai kebutuhan.
Minimal 40% dan maksimal 60% dari volume kayu gergajian kita bisa hasilkan ukuran akhir sebuah produk. Apabila jenis kayu memiliki kekerasan yang cukup (high density) limbah yang dihasilkan akan lebih sedikit.

Faktor yang mempengaruhi:
1. Kualitas proses penggergajian. Semakin kasar penggergajian akan membuat limbah semakin besar.
2. Ukuran akhir kayu. Kayu tipis & pendek memiliki limbah yang lebih besar karena proses pembelahan maupun pemotongan lebih banyak. Dari sinilah pada dasarnya produk dengan ukuran komponen besar seharusnya secara global memiliki 'recovery' lebih besar yang pada akhirnya harga jual per meter kubik lebih murah.
3. Posisi komponen pada produk. Kayu pada permukaan meja memerlukan proses lebih banyak daripada komponen di bawah meja yang cukup dengan proses serut tanpa harus melalui proses ampelas.

Pra-kesimpulan dari informasi di atas terlihat hanya maksimum 25% dari kayu gelondongan yang bisa dipakai menjadi sebuah furniture dan 75% adalah limbah.

Pohon --> kayu gelondongan: 40%
Kayu Gelondong --> kayu gergajian: 40% x 53% = 21.2%
Kayu Gergajian --> ukuran jadi: 21.2% x 60% = 12.72%

Dari sebuah pohon di hutan hanya maksimum 12.72% yang menjadi sebuah perabot kayu di rumah kita! Dan ini adalah nilai paling tinggi.
bagian pohon yang lain 87.18% memang masih memiliki nilai ekonomi akan tetapi nilai tersebut masih jauh di bawah nilai perabot kayu.

Apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan 'utility' kayu tersebut?

Term of Use

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us

Pemanfaatan material (artikel, teks dan foto) yang terdapat dalam website tentangkayu.com harus mendapatkan izin dari tentangkayu.com

Untuk keperluan pendidikan, penelitian non-komersial dan newsletter komunitas (milist) tidak diharuskan untuk mendapatkan izin dari tentangkayu.com namun diharapkan untuk mengirimkan permohonan untuk menghindari penyalahgunaan.


Disclaimer

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us

Semua artikel dan gambar pada website ini murni dari pengalaman dan pengetahuan penulis. Informasi tentang sumber akan dicantumkan apabila sebagian dari artikel atau gambar diperoleh dari sumber informasi dari pihak lain.
Penulis berhak untuk menghapus ataupun me(ng)edit komentar-komentar yang masuk apabila tidak sesuai dengan topik yang dibicarakan.

Berbagai upaya telah dilakukan agar data dan informasi yang disajikan di sini senantiasa baru, namun penulis tidak bertanggungjawab apabila timbul kesalahan atau kerugian yang timbul karena keterlambatan memperbarui data dan informasi dalam kaitannya dengan penggunaan informasi yang disajikan di dalamnya.

Dengan terbatasnya kemampuan penulis, tidak semua komentar yang masuk akan dibalas dalam waktu yang singkat. Perbaikan serta informasi lengkap adalah target utama.
Apabila anda menggunakan seluruh atau sebagian isi dari artikel dalam website ini selain kepentingan pribadi, harap berikan apresiasi dengan cukup menuliskan alamat website ini atau link sebagai credits, minimal dengan menuliskan 'tentangkayu.com'.


Contact us

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us


Hubungi kami melalui email: feedback@tentangkayu.com

catatan: Saat ini kami membatasi komunikasi hanya melalui email, namun bagi anda yang memerlukan komunikasi dengan media lain, silahkan kirimkan data anda.


Donasi

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us


Jika anda menemukan manfaat akan keberadaan website tentangkayu.com ini, anda bisa ikut berpartisipasi dan berperan untuk membantu mempertahankan eksistensi website dan kelangsungan akan isi dan materi artikel di dalam tentangkayu.com

Kami sangat berterima kasih atas bantuan anda terhadap Tentang Kayu

Apabila anda menginginkan donasi melalui cash, silahkan hubungi kami melalui email di feedback@tentangkayu.com

Ads With Us

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us

Last updated: 11 Maret 2011
A. Banner & Ads

TentangKAYU menyediakan ruang bagi anda untuk menggunakan sidebar dan top bar untuk memperkenalkan produk barang dan jasa dengan tarif seperti di bawah ini.

Catatan:
  • Banner akan di-link ke website anda (jika ada) atau ke artikel khusus yang membahas tentang produk anda.
  • Fee adalah untuk pemasangan per bulan.
  • Jika banner tidak perlu link, akan diberikan tambahan 1 minggu pada setiap bulannya.

Opsi Iklan:
#1. Artikel Berita
Artikel Berita Tentang Kayu (http://news.tentangkayu.com) yang akan terpampang di slider halaman muka website utama. Hanya tampil selama maksimal 3 minggu, untuk kemudian 'tersembunyi' oleh artikel baru.
Ukuran: 480 x 260 piksel
Fee: Rp. 200.000

#2. Header
Iklan biasa berupa gambar dan/atau tulisan.
Ukuran: 468 x 60 piksel
Fee: Rp. 240.000

#3. Sidebar Top
Iklan biasa berupa gambar dan/atau tulisan.
Ukuran: 310 x 200 piksel
Fee: Rp. 120.000

#4. Sidebar Tall
Iklan biasa berupa gambar dan/atau tulisan.
Ukuran: 140 x 500 piksel
Fee: Rp. 200.000

#5. Sidebar Small
Iklan biasa berupa gambar dan/atau tulisan.
Ukuran: 140 x 70 piksel
Fee: Rp. 80.000

#6. Bottom Ads
Iklan biasa berupa gambar dan/atau tulisan.
Ukuran: 300 x 200 piksel
Fee: Rp. 100.000


Ilustrasi lokasi iklan banner:

Silahkan hubungi info@tentangkayu.com untuk tata cara lebih lanjut.


About

About Us | Disclaimer | Term of Use | Ads with Us | Donate | Contact us

The Beginning
Site tentangkayu.com mulai dibangun pada pertengahan bulan Desember 2007 dengan membatasi diri pada artikel konstruksi perabot. Didukung oleh materi kayu yang lengkap dan luas, Tentangkayu.com bertekad untuk menjadi website yang terdepan dalam ilmu pengetahuan teknologi kayu.

Author
Ilmu pengetahuan tidak akan ada gunanya apabila tidak dibagi. Site ini dibuat untuk berbagi pengetahuan dan informasi kepada anda yang ingin mendalami ilmu perkayuan ataupun bagi anda yang memiliki masalah di dalam pekerjaan kayu dari awal proses hingga barang jadi.
Apabila saat ini artikel yang ada belum bisa menjawab pertanyaan, silahkan kirimkan pertanyaan melalui email.

Eko Wahyu HIDAYAT, seorang profesional di bidang industri perkayuan khususnya industri mebel dan perabot rumah. Pernah belajar di PIKA (Pendidikan Industri Kayu Atas) di Semarang selama 4 tahun dan mengikuti beberapa pelatihan serta pendidikan eksternal mengenai kayu di Cina, Swedia dan Polandia.

Memiliki pengalaman bekerja di industri perkayuan sejak 1995 khususnya dalam bidang perencanaan produksi, manajemen produksi, quality assurance, forecast dan perencanaan produk. Saat ini lebih konsentrasi terhadap manajemen kualitas, produksi dan lingkungan.

Catatan:
Sehubungan dengan terbatasnya ruang dan waktu, saat ini hanya bisa dihubungi melalui email di ekohidayat@yahoo.com