Menguji Kekerasan Kayu

Suatu kali pertanyaan tentang bagaimana mengidentifikasi kayu yang keras atau kayu yang lunak menjadi perdebatan kecil. Terutama ketika berdiskusi dalam bahasa Inggris.

3 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Memakai MC Tempel

Beberapa tukang kayu pada skala industri rumah tangga atau bahkan pabrik menengah mungkin jarang menggunakan Moisture Content (MC) meter model tempel dalam proses mereka mengontrol kekeringan kayu.

Fungsi Jaring di bawah Conveyor

Khususnya di ruang finishing yang menggunakan conveyor sebagai salah satu pendukung proses pengeringan, kita akan selalu menemukan jaring besi terpasang di bawah susunan conveyor tersebut. Dalam hal ini conveyor tidak hanya..

Beberapa Penjelasan Dasar Seputar Audit Pabrik Kayu

Sebagian besar perusahaan ritel di Eropa, Amerika dan Australia biasanya mengharuskan pabrik pemasok mereka untuk diaudit sebelum memulai sebuah kesepakatan bisnis atau sebelum menerima order.

Solusi Pelebaran Papan tanpa Garis Alur

Menyusut, melengkung dan retak menjadi masalah utama kayu solid ketika kita ingin menggunakannya untuk bidang lebar. Oleh karena itulah dibuat papan buatan. Sering tentangkayu.com mendapat pertanyaan..

DIY Membuat Furniture Atau Hiasan Rumah

Do It Yourself, atau biasa disebut DIY, yang artinya melakukan pekerjaan sendiri (yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh seorang ahli) telah menjadi sebuah hobi yang saat ini semakin digemari. Dan tentu saja siapapun bisa melakukan pekerjaan sendiri asalkan menggunakan peralatan dan teknik yang mendukung. Di dalam pertukangan kayu sebaiknya anda membekali diri dengan pelatihan dasar perkayuan sebelum benar-benar melakukan pekerjaan sendiri. Paling tidak dengan pelatihan tersebut anda akan dibekali dengan beberapa tips tentang keselamatan kerja.

Pelatihan dasarpun kadang belum cukup untuk bisa menghasilkan karya DIY yang anda inginkan. Alat bantu kerja, baik manual atau mesin tangan yang mudah digunakan dan multiguna memiliki peranan cukup penting dalam proyek DIY anda. Mesin bor tangan bisa menjadi salah satu perkakas pertama yang perlu anda miliki. Dengan alat ini anda bisa membuat lubang dowel untuk konstruksi, mengencangkan sekrup, atau melubangi dinding untuk memasang gantungan. Kedua adalah mesin circle saw yang berfungsi untuk memotong kayu solid atau papan buatan. Ketiga adalah mesin router, anda memerlukannya untuk membuat alur tidak tembus dengan bentuk sesuai kebutuhan. Sebuah mesin gerinda bisa menjadi tambahan, bisa berguna untuk mengamplas dan memoles.

Selain mesin tangan tunggal yang disebut di atas, atau mesin tangan yang hanya bisa melakukan satu tugas, bisa juga anda cukup memiliki satu buah mesin tangan yang bisa melakukan beberapa jenis pekerjaan berbeda. Selain biasanya harganya lebih ekonomis, kapasitas mesin tangan tersebut biasanya cukup memadai untuk kebutuhan DIY anda. Misalnya saja mesin gerinda Dremel 3000, yang merupakan mesin tangan serbaguna yang sangat praktis untuk aktifitas DIY anda. Mesin ini dapat memotong, mengukir, mengamplas, memoles, dengan mengganti mata sesuai kebutuhan. Khususnya untuk pekerjaan kayu, anda bisa melakukan pengamplasan pada sudut kayu yang agak sulit seperti yang terlihat dalam video di bawah ini.

Video: Membentuk ujung lis kayu menggunakan gerinda Dremel 3000

Dremel 3000-5/70 Gold Edition Mesin Gerinda Tuner / Rotary Tools + 70+5 Accessories misalnya, yang bisa didapatkan di Perkakasku.com adalah salah satu mesin tangan favorit karena dilengkapi dengan lebih dari 70 buah aksesoris di dalamnya sehingga bisa memudahkan pengguna untuk menyesuaikan kebutuhan DIY. Selain itu mesin tangan ini bisa digunakan pada jenis material selain kayu, misalnya keramik dan porcelain. Anda bisa melihat video lainnya tentang pengalaman menggunakan mesin gerinda Dremel 3000.
Perkakasku.com adalah certified partner dan Service center untuk produk Dremel.

Melakukan sendiri pekerjaan menukang memang bisa menghemat biaya dan waktu, terutama jika pekerjaan tersebut sebenarnya cukup mudah dan bisa cepat dilakukan. Tapi tanpa bantuan alat kerja yang tepat guna, hasilnya belum tentu memuaskan. Misalnya jika anda memiliki almari pakaian atau kabinet dapur yang papan samping dan papan atas/dasar sambungannya sudah mulai rapuh karena beban berat.
Perkakasku.com menyediakan sebuah alat bantu yang sangat ideal untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan sangat mudah. Alat bantu tersebut berupa sebuah mal untuk membuat lubang sekrup pada papan samping dengan sudut tepat untuk konstruksi sekrup dari samping sehingga kepala sekrup akan terbenam ke dalam papan (MDF. multiplek, atau kayu solid) dan ujungnya akan cukup dalam mengikat papan atas/dasar. Anda bisa tambahkan lem kayu untuk memperkuat konstruksi.
Ukuran Kreg Jig R3 Pocket Hole Jig System cukup praktis sehingga mudah dibawa kemana-mana.


Video: Penggunaan Kreg Jig R3 Pocket

Video lainnya dari Kreg: Kreg Tools
Blog dari Perkakasku.com: Kreg Tool Sahabat Proyek Do-it-Yourself Anda
Produk Kreg Tool yang ready stock di Indonesia hanya tersedia di Perkakasku.com

Yang paling penting untuk anda perhatikan adalah gunakan selalu PPE (Personal Protection Equipment) pada saat menggunakan mesin tangan dan jangan lupa memasang alat pengaman dan pelindung mesin yang dianjurkan oleh produsen mesin tangan.

Kebiasaan Kerja Yang Bisa Merugikan Anda

Jika anda bekerja di sebuah perusahaan furniture kayu, apapun posisi anda di dalam perusahaan, yang pasti terkait langsung dengan proses produksi mungkin pernah melakukan kebiasaan-kebiasaan berikut yang tanpa anda sadari bisa merugikan anda dan perusahaan. Atau dengan kata lain kebiasaan tersebut tidak efektif. Tidak hanya merugikan akan tetapi beberapa kebiasaan bisa berakibat cukup fatal.
Tentangkayu.com mencoba merangkumnya dengan beberapa contoh dan foto seperti di bawah ini yang akan bermanfaat bagi operator mesin, quality controller, manajer produksi dan manajer pabrik.

1. Menggunakan MC tempel di area pembahanan saat papan masih kasar.
Berbagai macam alat ukur MC tersedia dan masing-masing memiliki fungsi khusus yang telah disesuaikan. Memang akan cukup efektif untuk seorang Quality Controller (QC) dengan membawa satu jenis alat ukur saja mengelilingi seluruh proses produksi, dari pembahanan hingga finishing. Tapi alat ukur MC jenis tempel walaupun praktis, juga memiliki kelemahan jika dibandingkan jenis lain.

Sebaiknya anda menggunakan alat ukur MC jenis jarum, selain hasilnya akan lebih akurat, harga beli alat ukur MC jenis jarum biasanya lebih murah.

2. Hasil bor kasar, tanda bahwa mata bor tidak lagi tajam.
Setelah proses lubang bor memang ada proses pengamplasan, dan pasti hasil kasar tersebut akan dibersihkan. Tapi tanpa anda sadari sebenarnya jika mengandalkan proses amplas akan menghilangkan masalah tersebut, sebenarnya secara tidak langsung menambah beban kerja area pengamplasan dan tentunya dengan bertambahnya beban kerja, biaya operasional akan lebih besar. Belum lagi jika ternyata terdapat beberapa lubang bor yang mempersulit perakitan, baik oleh konsumen atau pekerja di ruang perakitan.


3. Potongan-potongan kayu berserakan di sekitar mesin kayu yang bekerja.
Kebiasaan ini tidak ada kaitan langsung dengan kualitas produk, akan tetapi lebih kepada efisiensi dan keselamatan kerja operator. Potongan-potongan kayu tersebut mengganggu keleluasaan kerja operator sehingga tidak bisa bekerja lebih cepat dan harus berhati-hati. Selain itu juga berpotensi meningkatkan resiko terpeleset pada saat pekerja berpindah dari mesin ke tempat yang lain.

Lihat gambar di atas dengan perbandingan lokasi kerja dan metode yang lebih baik. Hanya dibutuhkan sebuah bak khusus untuk menampung potongan kayu, dan hal tersebut akan membantu operator bekerja lebih cepat dan nyaman.

4. Meletakkan ketam dengan posisi mata pisau di bersentuhan langsung dengan benda kerja/meja.
Hal yang paling sering kami lihat ketika mengunjungi pabrik furniture. Akan tetapi para tukang kayu lebih sering menjelaskan dengan alasan untuk kecepatan kerja dan kecilnya resiko kerusakan pisau ketam.

Iya benar, apabila anda meletakkan ketam manual seperti foto di atas, satu waktu bisa saja tidak sengaja meletakkannya di atas meja yang penuh dengan komponen lain yang lebih keras, misalnya palu, paku, sekrup atau batangan logam lainnya. Ujung pisau ketam sangatlah rentan terhadap bentrokan tersebut, dan ketika itu terjadi, akan menimbulkan cekungan atau pecah pada mata pisau yang berakibat hasil ketaman tidak bisa mulus/rata.

5. Meletakkan bor tangan sembarangan.
Sebenarnya contoh pada foto di bawah ini sebuah usaha yang tujuannya benar, akan tetapi caranya yang salah. Bukannya menjaga agar mata bor tidak rusak akan tetapi menimbulkan resiko lain yaitu mata bor patah dan poros bor bisa tergeser.

Berat badan mesin bor tangan cukup bisa membuat mata bor bengkok, terutama mata bor kecil berdiameter 4-8 mm). Beberapa jenis mata bor juga memiliki tingkat kekerasan besi yang berbeda, tergantung dari jenis bor dan produsennya.



Jadi buat anda yang ingin meningkatkan kualitas barang produksi dan produktifitas karyawan anda, ada baiknya mulai sekarang meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Untuk menjaga kualitas memang selalu dibutuhkan biaya, namun ketika anda bisa melakukannya, keuntungan yang anda peroleh akan jauh lebih banyak.

Produk Lokal Yang Tembus Pasar Internasional

Industri kayu di Indonesia terbilang cukup menjanjikan, sebab pasar yang terbuka untuk produk ini masih sangat luas dan berkembang ke depannya. Bukan hanya dalam skala lokal saja, namun berbagai olahan kayu Indonesia bahkan sejak lama telah menembus pasar internasional. Kayu menjadi salah satu komoditi ekspor yang cukup besar, itulah mengapa lini bisnis ini terbilang tidak pernah sepi dari pembeli.

Berbagai produk kayu yang dijual ke luar negeri tentu saja merupakan produk pilihan dengan kualitas yang baik, sebab sangat mustahil untuk bersaing di dalam pasar internasional jika ternyata produk tidak memiliki mutu yang baik di pasaran. Hal ini bukan hanya dari segi kualitas kayunya saja, namun tentu berpengaruh pada sistem pengolahan yang dilakukan pada kayu-kayu tersebut. Orang selalu ingin mendapatkan produk terbaik yang ada di pasaran, karena itu sangat penting untuk selalu memaksimalkan lini produksi agar menghasilkan berbagai produk pilihan. Jika hasil produksi yang dikirim ke luar negeri tidak memenuhi standar pasar yang ada, maka bisa dipastikan produk tersebut tidak akan laku di pasaran dan akan gagal bersaing dengan produk sejenis lainnya di sana. Jika ini yang terjadi, bisa dipastikan produksi akan terhenti karena produk tidak terserap oleh pasar dengan baik.

Di dalam menghasilkan berbagai produk kayu pilihan, maka para pelaku industri wajib mempekerjakan tenaga ahli yang profesional di bidang tersebut. Kualitas produk adalah harga mati yang harus selalu dimiliki dan diutamakan dalam kegiatan produksi, sebab ini menjadi poin utama yang akan mempengaruhi nilai jual sebuah produk di pasaran. Selain mempekerjakan tenaga ahli, pelaku bisnis juga harus selalu memiliki sejumlah mesin berkualitas di dalam lini produksi mereka. Berbagai mesin ini akan sangat berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan, karena itu sangat penting untuk selalu menggunakan mesin yang berkualitas baik saja. Ada banyak mesin yang biasanya digunakan di dalam industri kayu, seperti: mesin pemotong kayu, mesin bor kayu, mesin gerinda, dan juga berbagai mesin lainnya. Sejumlah mesin ini akan membuat kegiatan produksi berjalan dengan baik dan lancar, sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan tepat waktu.

Penggunaan mesin bor duduk dan juga mesin lainnya di dalam industri kayu adalah sebuah hal yang sudah dilakukan sejak lama, sebab ini dianggap dapat menekan biaya produksi dan membuat kegiatan produksi berjalan dengan baik. Pasar yang ada sekarang begitu luas dan menjanjikan, sehingga sangat penting untuk memaksimalkan kegiatan produksi, termasuk dengan menggunakan mesin bor kayu dan juga mesin yang lainnya di sana.

Ketatnya persaingan di bidang industri kayu juga menjadi alasan mengapa penggunaan mesin begitu penting di dalam bisnis ini, negara lain juga memiliki peluang yang sama untuk menembus pasar internasional, di mana hal ini akan menimbulkan persaingan yang cukup berat bagi produk lokal kita. Meski tetap mengandalkan tenaga ahli yang berkualitas di bidang kayu, namun penggunaan mesin bor duduk dan mesin lainnya juga menjadi sebuah hal yang wajib untuk dilakukan, mengingat berbagai peralatan ini akan sangat membantu cepatnya proses produksi. Tidak terbatas hanya pada proses produksi semata, bisnis ini juga tetap harus selalu didukung oleh kegiatan pemasaran yang efektif, sehingga hasil produksi bisa terserap dengan baik dan maksimal oleh pasar yang tersedia di luar negeri.

Ditulis oleh Angga Pribadi
Published: 20 Oktober 2016


Beberapa Penjelasan Dasar Seputar Audit Pabrik Kayu

Sebagian besar perusahaan ritel di Eropa, Amerika dan Australia biasanya mengharuskan pabrik pemasok mereka untuk diaudit sebelum memulai sebuah kesepakatan bisnis atau sebelum menerima order.
Tujuannya adalah untuk mengenal lebih detil situasi di pabrik kayu di dalam kapasitas dan kemampuannya untuk memproduksi barang yang akan dibeli, baik dari segi finansial, kemampuan teknis, legalitas pabrik, kesehatan & keselamatan pekerja, hingga keseriusan pabrik kayu dalam hal kepedulian lingkungan di sekitarnya. Audit bisa saja dilakukan oleh tim kerja peritel atau auditor pihak ketiga yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tertentu. Audit dilaksanakan dalam beberapa tahap atau pada waktu yang berbeda sesuai jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Prioritas utama biasanya meliput audit teknis yang baru kemudian dilanjutkan dengan audit sosial atau lingkungan, tergantung dari kebutuhan peritel.

Audit Teknis (Technical Audit)
Fokus pada kemampuan teknis sebuah pabrik, luas tanah atau bangunan produksi, jenis peralatan dan mesin yang tersedia, kemajuan teknologi yang digunakan, pengalaman para pekerja dalam proses produksi, kualitas barang produksi, perawatan mesin-mesin, dan aspek teknis lainnya yang berakibat langsung terhadap kualitas barang.


Audit Sosial (Social Condition)
Auditor akan fokus melakukan pemeriksaan kondisi sosial terutama para buruh dan karyawan di dalam pabrik meliputi manajemen SDM, tata cara pembayaran gaji dan uang lembur, kebebasan berpendapat atau serikat pekerja, keselamatan kerja di dalam lingkungan pabrik, pemeliharaan kesehatan para karyawan termasuk tata cara pencegahannya, asrama karyawan (jika tersedia), dan lainnya.


Dua jenis audit di atas adalah permintaan minimal dari para peritel. Beberapa perusahaan, terutama skala menengah ke bawah biasanya akan menggabungkannya menjadi satu laporan audit.

Audit Lingkungan (Environmental)
Audit ini sangat jarang dilakukan di sebuah pabrik kayu, kecuali kebutuhan khusus dari pembeli. Audit lingkungan lebih lazim dilakukan pada pabrik makanan dan kosmetik. atau jika aktifitas pabrik sangat besar pengaruhnya terhadap lingkungan. Misalnya pabrik tekstil, pabrik cat, atau pabrik pengolah barang bekas. Topik audit akan lebih mengutamakan keseluruhan dampak aktifitas produksi terhadap lingkungan, misalnya polusi udara, kontaminasi tanah, polusi suara, dan penanganan limbah air dan bahan berbahaya dari pabrik.



Audit Kayu (Wood Audit)
Salah satu contoh audit kayu adalah ketika sebuah pabrik pengolah kayu (furniture atau papan buatan) ingin memiliki sertifikat FSC (Forest Stewardship Council). Seluruh aktifitas distribusi kayu yang dilakukan pabrik tersebut akan diperiksa dan manajemen pabrik mesti melalui beberapa pemeriksaan baik dari segi pembelian bahan baku, organisasi komponen di dalam pabrik, hingga ketika barang jadi keluar dari pabrik.

Intinya audit kayu (FSC misalnya) bertujuan untuk memastikan rantai distribusi kayu dari bahan baku ke barang jadi tidak terputus dan mudah dilacak.

4 Contoh Kerusakan Konstruksi Sambungan Kayu dan Solusinya


Kerusakan konstruksi sambungan kayu bisa saja disebabkan oleh beberapa masalah, baik dari pemilihan material, jenis konstruksi yang digunakan, cara pengerjaan, atau bahkan perancangan konstruksi itu sendiri. Berikut ini kami merangkum beberapa macam kesalahan pengerjaan konstruksi kayu dan analisa penyebabnya. Pada beberapa kasus yang lain, kadang kesalahan konstruksi disebabkan karena jenis lem dan proses itu sendiri.
Kita lihat secara detail kesalahan apa saja yang biasa terjadi:

1. Pemilihan Arah Serat Kayu
Gambar pertama adalah penampakkan sebuah sudut bingkai daun meja (tampak atas) dengan papan samping yang pecah meninggalkan sebagian kecil kayu tersisa pada bingkai meja yang lain. Kerusakan ini bisa disebabkan karena tekanan pada sisi sampingnya, dan lebih parah karena 'arah serat' kayu pada bingkai sisa memanjang ternyata tidak lurus (mengarah ke dalam). Posisinya memudahkan untuk terpecah karena tekanan samping luar.
Solusinya adalah untuk memilih bingkai samping dengan arah serat lurus, atau kalau harus agak miring, sebaiknya diletakkan ke arah luar bingkai.


2. Jenis Konstruksi
Kesalahan kedua pada gambar di bawah ini adalah pemilihan jenis konstruksi. Terlihat jelas walaupun dowel kayu ang melintang pada bagian dasar lubang konstruksi tidak berfungis sebagaimana mestinya. Dowel tersebut seharusnya berfungsi untuk menahan pen setelah tersambung, tetapi karena kedalaman pen tersebut terlalu dangkal, maka dowel kecil yang melintang posisinya tidak bisa presisi, namun justru membuat konstruksi jadi lebih lemah.
Pada posisi konstruksi seperti ini sebaiknya ditambahkan lem kayu. Dan sayangnya pembuat sambungan ini justru tidak menambahkan lem kayu karena menurutnya dowel kecil sudah cukup menjadi konstruksi pengikat. Dengan ketebalan bingkai bagian lubang yang agak tipis, konstruksi dengan cross-dowel tidak cocok diterapkan. Cukup dengan lem kayu dan ditambah dengan paku yang ujungnya dipatahkan dan dimasukkan ke dalam kayu.


3. Desain konstruksi
Dalam ilmu konstruksi terdapat rumus dasar misalnya tentang ketebalan pen, kedalaman lubang dan lebar pen yand bisa diaplikasikan. Dan untuk yang lebih detail, kadang-kadang perlu memperhatikan kekerasan kayu atau jenis kayu yang disambung. Foto di bawah adalah bagian dudukan sebuah kursi untuk luar ruangan, sebuah contoh pengaturan ukuran pen yang tidak proporsional. Ketebalan pen terlalu kecil (tipis) dan panjang pen tidak cukup. Kondisi tersebut menyebabkan pen patah. Ketebalan pen seharusnya sepertiga dari tebal kayu, dan kedalaman pen sebaiknya 3/4 dari lebar kayu yang tersambung (bagian yang berlubang). Namun juga perlu diperhatikan bahwa sisa kayu yang tidak berlubang minimal 10 mm agar tidak tembus.


4. Proses pengerjaan
Foto di bawah ini adalah bagian poros sebuah meja dengan bagian daun mejanya yang bisa dikembangkan, biasanya disebut meja kupu-kupu. Porosnya terbuat dari dowel kayu, akan tetapi kesalahan terjadi pada ukuran bingkai tengah dan peletakkannya. Seharusnya bingkai tersebut dibuat lebih tebal/lebar (dalam gambar terlihat hanya kurang lebih 5-7mm), dan lubang untuk dowel poros semestinya dibuat lebih besar (diameter sekitar 2mm lebih besar) untuk antisipasi kembang susut saat produk digunakan di luar ruangan.

Anda memiliki masalah lain dengan konstruksi sambungan kayu? Anda bisa mengirimkan penjelasan pendek ke email penulis agar bisa dibahas bersama.