Menguji Kekerasan Kayu

Suatu kali pertanyaan tentang bagaimana mengidentifikasi kayu yang keras atau kayu yang lunak menjadi perdebatan kecil. Terutama ketika berdiskusi dalam bahasa Inggris.

3 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Memakai MC Tempel

Beberapa tukang kayu pada skala industri rumah tangga atau bahkan pabrik menengah mungkin jarang menggunakan Moisture Content (MC) meter model tempel dalam proses mereka mengontrol kekeringan kayu.

EKO HIDAYAT Photography

WWW.EKOHIDAYAT.COM - Kumpulan foto menarik dari hasil foto pribadi. "Orang membuat hal-hal besar dan melakukan hal-hal menakjubkan, dan fotografi membuatnya tak terlupakan"

Beberapa Penjelasan Dasar Seputar Audit Pabrik Kayu

Sebagian besar perusahaan ritel di Eropa, Amerika dan Australia biasanya mengharuskan pabrik pemasok mereka untuk diaudit sebelum memulai sebuah kesepakatan bisnis atau sebelum menerima order.

Solusi Pelebaran Papan tanpa Garis Alur

Menyusut, melengkung dan retak menjadi masalah utama kayu solid ketika kita ingin menggunakannya untuk bidang lebar. Oleh karena itulah dibuat papan buatan. Sering tentangkayu.com mendapat pertanyaan..

Apakah Dokumen Pelacakan Kayu FSC Anda Sudah Cukup?

Pertanyaan tersebut selalu saja tidak mudah untuk dijawab ataupun dilakukan, terutama bagi mereka yang bertugas di bagian pembelian bahan baku material kayu bersertifikat FSC. Masalah pelacakan kayu memang sangat rumit dan membutuhkan ketelitian serta konsentrasi yang lumayan tinggi, apalagi jika jenis kayu yang digunakan bernilai tinggi, seperti kayu Jati misalnya.

Menilik kepada alasan utama pentingnya pelacakan kayu, yaitu sebagai salah satu wujud tanggung jawab organisasi atau pelaku industri kayu terhadap pemeliharaan hutan di dunia, sistem CoC (Custom of Custody) yang diterapkan oleh FSC seolah telah menjadi standar mendasar bagi industri perkayuan dunia. Namun demikian tidak juga menjadi sebuah proses kontrol yang mudah. CoC pada intinya untuk memastikan bahwa sumber bahan baku berasal dari sumber yang tepat, dalam hal ini dari hutan yang dikelola dengan manajemen kelestarian hutan yang teratur.
Jadi secara singkat, penjual furniture kayu FSC harus bisa mendemonstrasikan pelacakan sumber kayu hingga nama hutan dengan menggunakan seluruh dokumen yang terkait. Lalu bagaimana caranya?

Sertifikat FSC
Sebagai manufaktur mebel kayu jati, pabrik harus memiliki sertifikat FSC tipe CoC yang diberikan oleh organisasi Smartwood setelah proses audit. Dan apabila menggunakan logo FSC pada produk, bahan baku kayu harus memiliki sertifikat FSC tipe FM (Forest Management) yang menunjukkan bahwa kayu ditebang dari hutan yang dikelola dengan dalil FSC.
Audit biasanya dilakukan 5 tahun sekali oleh organisasi yang memiliki akreditasi untuk audit dan hasil audit akan menentukan apakah pabrik masih berhak memiliki sertifikat FSC atau tidak.



Pelacakan sumber kayu dan legalitasnya
Berikut panduan singkat tentang daftar dokumen penting yang harus disimpan untuk memastikan bahwa kayu yang dibeli adalah legal dan bisa dilacak lokasi hutan asal kayunya.
Antara pabrik furniture - Penjual kayu log
1. Kontrak pembelian kayu
2. Tanda bukti pengiriman kayu
3. Tanda bukti pembayaran
Ketiga dokumen tersebut harus memiliki keterangan jenis kayu, volume, dan nama kedua belah pihak.

Antara Penjual kayu log - hutan
4. Kontrak atau kuota pembelian kayu
5. Tanda bukti pengiriman log dari hutan ke lokasi penyimpanan log
6. Tanda bukti pembayaran log
7. Tanda bukti ijin penebangan
8. Sertifikat pengelolaan hutan

Kira-kira 8 dokumen di atas seharusnya bisa menghubungkan dari dokumen 1 ke dokumen 8 sehingga asal usul kayu akan mudah diketahui.

Inilah Sebabnya Engsel pada Perabot Kayu Anda Berkarat

Keluhan terhadap engsel yang berkarat seperti pada foto di samping ini seringkali tidak bisa dilihat pada saat furniture masih baru. Engsel yang berkarat memang biasanya hanya bisa dilihat setelah barang digunakan selama periode tertentu atau apabila produk diletakkan pada cuaca yang cukup ekstrim. Tidak hanya tentang suhu udara, tetapi lebih pada kelembaban udara dan ekspos yang berlebihan. Misalnya jika mebel diletakkan di luar ruangan dengan hujan dan panas terik matahari bergantian sepanjang hari.

Bahan logam besi memang mudah sekali karatan, oleh sebab itu biasanya pembuatan bahan perlengkapan ini melalui beberapa proses tertentu untuk menahan karat dan melindungi besi dari kerapuhan.
Lalu apa hubungannya dengan perabot kayu? Kita ingat bahwa kayu memiliki pori-pori yang mana pada saat hujan, air akan terserap ke dalamnya. Sehingga walaupun air hujan mengering karena waktu atau karena suhu udara di luar, kandungan air di dalam kayu tetap belum kering sama sekali.
Kandungan air yang dimaksudkan bukanlah MC (Moisture Content), tetapi air yang meresap ke dalam sela-sela engsel dan sekrup. Kelembaban tersebut akan memudahkan karat timbul pada sekrup, lalu merambat ke arah permukaan engsel.

Untuk itulah, apabila anda perhatikan beberapa perabot luar ruangan yang berkualitas baik, mereka menggunakan sekrup hanya dari bahan stainless steel atau bahkan kuningan karena kedua jenis bahan tersebut tidak mudah berkarat walaupun dalam kondisi basah.


Bisa dilihat pada foto di atas bahwa sangat sulit sekali menemukan engsel berkarat saat mebel sedang dalam proses produksi.

Lain halnya jika bahan baku sekrup dibuat dari besi dengan proses khusus untuk menahan karat. istilah tersebut dikenal dengan nama phosphating. Walaupun tidak mudah untuk mengenali engsel yang telah diproses, tapi phosphating ini memberi ketahanan lebih baik.

Jadi kalau anda ingin memiliki mebel dengan bahan engsel tanpa masalah nantinya, sebaiknya tanyakan pada penjual bahan baku engsel dan jenis lapisan yang digunakan untuk menahan karat. Dan jika anda adalah pelaku produksi mebel, sebaiknya pastikan engsel yang anda gunakan telah memenuhi syarat anti karat.


Versi Baru Standar Eropa EN 581-1:2017 untuk Furniture Outdoor

BS EN 581-1:2017 baru saja dirilis pada bulan Maret 2017 untuk menggantikan versi 2006. Bagi anda yang belum pernah mendengar tentang standar ini khusus dietrapkan untuk product furniture luar ruangan. Artinya, jika anda menjual produk tersebut di Eropa, produk tersebut harus menjalani beberapa tes fisik maupun mekanis. Sebagai referensi, simak di artikel Standar Test untuk Meja untuk lebih detil.

Dibandingkan versi sebelumnya (EN 581-1:2006), ada berikut ini beberapa contoh perubahan, antara lain:
- Lebih ditegaskan bahwa standard ini hanya diterapkan pada produk yang digunakan oleh orang dewasa
- Terdapat 4 definisi: CONTRACT use, DOMESTIC use, CAMPING use, dan STREET FURNITURE (baru)
- Ketika memeriksa bagian yang bisa diakses pada kursi dan meja (sharp edge misalnya), harus mempertimbangkan bagian ujung atau sudut furniture
- Untuk resiko jari yang terjepit, sekarang hanya diaplikasikan pada lubang pipa (bundar, elips, atau persegi). Celah atau lubang 7-12mm tidak lagi dipertimbangkan.
- Shears & Squeeze pada saat produk digunakan
- Kalimat 'bahaya' pada Shears & Squeeze diganti dengan kalimat 'resiko terluka', karena pada beberapa produk, shears & squeeze masih bisa diterima dengan 'analisa resiko'.
- Jika ada lubang untuk parasol (payung) pada meja dengan top glass, harus dilengkapi dengan komponen yang melindungi kontak langsung antara kaca dan besi.

Anda bisa menghubungi beberapa laboratorium yang memiliki pengalaman tentang tes produk furniture untuk luar ruangan, misalnya SGS, Bureau Veritas, Intertek, API, atau TUV.

Standard revisi baru tersebut telah berlaku sejak diterbitkan dan saat ini beberapa peritel sudah memberlakukan pula terhadap produk yang baru. Dengan perkiraan bahwa produk yang saat ini diproduksi (artikel ini ditulis pada Juni 2017) akan sampai di Eropa pada bulan Januari 2018, sehingga semua produk harus bisa memenuhi tes dengan standard baru ini.

Quality Control dalam Industri Kayu

Gambaran Umum
Peran QC (Quality Control) tidak bisa dilepaskan dalam suatu proses produksi. Mereka menjadi ujung tombak atau screening terhadap kualitas hasil produksi. Dalam industri kayu posisi QC seharusnya berdiri sendiri, jadi bukan bagian dari struktur produksi tetapi merupakan sebuah organisasi terpisah yg bertanggung jawab langsung pada direktur atau pun kepala pabrik. Jika team QC ditempatkan di bawah produksi dikuatirkan
(dan biasanya) akan terjadi benturan kepentingan, akan ada tekanan dari manager produksi untuk penurunan standard kualitas dengan dalih jadwal pengiriman atau alasan lainnya. Untuk anda ketahui biasanya ini akan menjadi salah satu permintaan khusus dari peritel di Eropa dan Amerika tentang struktur organisasi di dalam pabrik furniture kayu.

Jadi pada prinsipnya fungsi QC harus bebas dari tekanan kecuali tekanan terhadap kualitas barang. Dia harus membuat keputusan tentang kualitas barang berdasarkan standar yang sudah ditentukan sebelumnya, bukan berdasar pertimbangan lainnya. Posisi QC sebenarnya tidak mudah, dia harus bertindak seperti hakim yang bebas dari segala tekanan. Mengapa harus bebas dari tekanan? Karena hanya standarlah yang menjadi panutan, mengikuti tekanan berarti mengingkari standar, itu sama dengan penurunan kualitas. Jika kualitas tidak standard lalu dimanakah peran QC? Di sini berarti terjadi disorientasi kerja.

Seorang QC dinilai telah menjalankan tugasnya jika:
1. Produk sama antara satu dengan lainya, sama disini yang dimaksud masih masuk dalam toleransi, entah itu ukuran, warna, finishing, grain, material, packing dan tentunya konstruksi. 2. Produk juga sesuai dengan acuan atau sample yg sudah disetujui.

Lingkup Kerja
Berdasarkan lingkup kerjanya, tugas QC dibagi dalam beberapa bagian:
1. Seksi produksi, adalah QC yg ditempatkan di dalam bagian-bagian produksi. Mereka berada di
dalam struktur organisasi pabrik kayu.

  • Incoming main material, support material, dan hardware (bahan baku) Rough mill (penggergajian dan pengeringan)
  • Machining (area mesin serut, mesin potong, bor, dan lainnya) Assembly (perakitan sebelum cat)
  • Sanding (ampelas dasar sebagai persiapan finishing))
  • Finishing (dari lapisan dasar hingga lapisan akhir)
  • Setting (perakitan, terutama jika barang akan dijual 'knowck down')) Final product & packing (QC akhir keseluruhan produk)

QC di seksi produksi melakukan proses pemeriksaan 100% terhadap produk maupun komponen.

Foto: contoh alat kerja QC


2. Buyer QC
A. Final Quality Control (FQC)
FQC ini melakukan proses pemeriksaan saat produk sudah siap kirim. Biasanya pemeriksaan dilakukan dengan sistem acak dan dalam jumlah tertentu sesuai AQL (Acceptable Quality Limit). Tetapi ada juga buyer tertentu yang mensyaratkan 100% check. Kebijakan tersebut

B. Quality Assurance (QA)
QA ini tidak hanya melakukan inspeksi seperti poin A tetapi juga melakukan Inline Inspection. Inline inspection adalah proses inspeksi saat produksi sedang berjalan. Seorang QA berwenang mennghentikan ataupun memberikan saran dalam proses produksi jika dinilai menyimpang, tentu saja dengan persetujuan pihak pabrik. Biasanya untuk mengaplikasikan proses ini harus ada persetujuan terlebih dahulu antara pabrik dan buyer.

Ketrampilan Dasar QC
Menjadi seorang QC tentu saja memerlukan beberapa pengetahuan dan ketrampilan agar tugasnya bisa berjalan baik, antara lain:
  • Mampu membaca gambar kerja.
  • Mengetahui proses produksi furniture kayu, untuk seksi produksi minimal tahu proses dibagiannya. Untuk Quality Assurance minimal punya pengalaman kepala produksi Tidak buta warna
  • Terbiasa bekerja dengan komputer
  • Mahir berbahasa Inggris, terutama untuk QC Buyer.

Alat Kerja QC
~ Meteran
~ Caliper
~ MC meter
~ Gambar kerja
~ Panel warna
~ Spesifikasi produk
~ Approved sample
Anda bisa baca lebih lengkap di Peralatan Pokok untuk QC

This article is written by Agustinus Gunawan DA for tentangkayu.com

Yang Perlu Diketahui Tentang Audit Teknis

Perusahaan ritel di Eropa atau Amerika ingin mengetahui apakah produsen atau pabrik yang mereka pilih memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi barang yang mereka beli. Observasi mengenai fasilitas produksi yang tersedia, sistem produksi yang diterapkan di dalam pabrik, dan proses produksi menjadi topik utama audit teknis. Selain itu juga untuk menjaga kestabilan kualitas barang pada proses produksi ataupun saat pengiriman. Itu adalah tujuan utama mengapa perlu dilakukan audit teknis ke pabrik furniture kayu.

Audit ini biasanya didelegasikan kepada organisasi khusus yang memiliki auditor dengan kemampuan dan pengetahuan spesifik tentang produk dan proses produksi. Misalnya auditor untuk pabrik furniture kayu, hanya dilakukan oleh auditor yang memiliki pengetahuan dasar tentang proses produksi furniture dan pengolahan kayu. Dan auditor yang biasanya melakukan audit pabrik tekstil tidak diijinkan untuk audit pabrik furniture kayu. Ada juga beberapa perusahaan ritel yang mengirimkan insinyur mereka sendiri untuk melakukan audit teknis.
Standar audit pun masing-masing peritel memiliki regulasi sendiri. Ada yang lebih fokus terhadap jenis dan perawatan peralatan dan mesin di pabrik. Peritel lainnya lebih mementingkan sistem quality control di produksi. Dan ada peritel yang lebih mengutamakan quality control hanya di bagian akhir produksi, setelah proses packing sebelum pemuatan barang ke kontener.
Kelengkapan mesin produksi juga menjadi hal penting tentang fasilitas produksi

Bagian pertama yang akan diperiksa seorang auditor biasanya tentang dokumentasi pabrik. Antara lain sertifikat perusahaan, ijin usaha, dan dokumen tentang operasional pabrik lainnya. Kemudian auditor melakukan observasi ke seluruh fasilitas pabrik, mulai dari masuknya bahan baku, pengolahan, hingga ke bagian penyimpanan barang jadi. Dengan cara ini mereka akan mampu menilai kemampuan pabrik memproduksi barang yang dipesan peritel, bagaimana menjaga kestabilan kualitas, serta menilai kemampuan pabrik memproduksi barang yang mudah atau lebih rumit.
Jadi apabila pabrik furniture kayu anda sedang diaudit, auditor akan mengelilingi pabrik mulai dari penggergajian kayu, ruang pengeringan kayu, ruang produksi termasuk ruang asah mesin, proses potong dan serut, ruang ampelas, ruang finishing atau pengecatan, hingga gudang penyimpanan bahan jadi. Selama observasi tersebut sesekali auditor akan memeriksa dokumen produksi atau QC yang seharusnya berada di ruang produksi.
Salah satu ruang produksi yang diperiksa oleh auditor
Pada akhir proses audit, seharusnya auditor memberikan beberapa komentar atau masukan terhadap kondisi pabrik disesuaikan dengan permintaan peritel. Dengan demikian pabrik akan memahami beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam jangka waktu tertentu sebelum menerima order dari peritel atau sebelum memulai produksi. Hal ini sangat bermanfaat buat pabrik untuk meningkatkan kualitas proses produksi maupun kualitas barang. Oleh karena itu sangat disarankan bagi pabrik furniture kayu untuk memberikan data atau informasi yang benar dan akurat pada saat proses audit dan sebaiknya mengikuti rekomendasi dari auditor ketika proses audit selesai.

Dengan laporan dari hasil audit tersebut, peritel memiliki beberapa data penting yang akan memudahkan mereka membuat keputusan untuk melanjutkan bisnis dengan pabrik atau tidak.
Untuk diketahui, ada beberapa auditor yang juga memeriksa kondisi sosial dan keselamatan pabrik walaupun hanya sekilas pada saat mereka melakukan audit teknis walaupun nantinya akan ada audit khusus tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Beberapa hal penting misalnya tentang keberadaan anak-anak di pabrik, ketersediaan perangkat pemadam kebakaran, keberadaan pintu darurat dan lain sebagainya.