4 Contoh Kerusakan Konstruksi Sambungan Kayu dan Solusinya

Kerusakan konstruksi sambungan kayu bisa saja disebabkan oleh beberapa masalah, baik dari pemilihan material, jenis konstruksi yang digunakan, cara pengerjaan, atau bahkan perancangan konstruksi itu sendiri.

3 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Memakai MC Tempel

Beberapa tukang kayu pada skala industri rumah tangga atau bahkan pabrik menengah mungkin jarang menggunakan Moisture Content (MC) meter model tempel dalam proses mereka mengontrol kekeringan kayu.

Fungsi Jaring di bawah Conveyor

Khususnya di ruang finishing yang menggunakan conveyor sebagai salah satu pendukung proses pengeringan, kita akan selalu menemukan jaring besi terpasang di bawah susunan conveyor tersebut. Dalam hal ini conveyor tidak hanya..

Beberapa Penjelasan Dasar Seputar Audit Pabrik Kayu

Sebagian besar perusahaan ritel di Eropa, Amerika dan Australia biasanya mengharuskan pabrik pemasok mereka untuk diaudit sebelum memulai sebuah kesepakatan bisnis atau sebelum menerima order.

Solusi Pelebaran Papan tanpa Garis Alur

Menyusut, melengkung dan retak menjadi masalah utama kayu solid ketika kita ingin menggunakannya untuk bidang lebar. Oleh karena itulah dibuat papan buatan. Sering tentangkayu.com mendapat pertanyaan..

Beberapa Penjelasan Dasar Seputar Audit Pabrik Kayu

Sebagian besar perusahaan ritel di Eropa, Amerika dan Australia biasanya mengharuskan pabrik pemasok mereka untuk diaudit sebelum memulai sebuah kesepakatan bisnis atau sebelum menerima order.
Tujuannya adalah untuk mengenal lebih detil situasi di pabrik kayu di dalam kapasitas dan kemampuannya untuk memproduksi barang yang akan dibeli, baik dari segi finansial, kemampuan teknis, legalitas pabrik, kesehatan & keselamatan pekerja, hingga keseriusan pabrik kayu dalam hal kepedulian lingkungan di sekitarnya. Audit bisa saja dilakukan oleh tim kerja peritel atau auditor pihak ketiga yang memiliki pengetahuan dan pengalaman tertentu. Audit dilaksanakan dalam beberapa tahap atau pada waktu yang berbeda sesuai jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Prioritas utama biasanya meliput audit teknis yang baru kemudian dilanjutkan dengan audit sosial atau lingkungan, tergantung dari kebutuhan peritel.

Audit Teknis (Technical Audit)
Fokus pada kemampuan teknis sebuah pabrik, luas tanah atau bangunan produksi, jenis peralatan dan mesin yang tersedia, kemajuan teknologi yang digunakan, pengalaman para pekerja dalam proses produksi, kualitas barang produksi, perawatan mesin-mesin, dan aspek teknis lainnya yang berakibat langsung terhadap kualitas barang.


Audit Sosial (Social Condition)
Auditor akan fokus melakukan pemeriksaan kondisi sosial terutama para buruh dan karyawan di dalam pabrik meliputi manajemen SDM, tata cara pembayaran gaji dan uang lembur, kebebasan berpendapat atau serikat pekerja, keselamatan kerja di dalam lingkungan pabrik, pemeliharaan kesehatan para karyawan termasuk tata cara pencegahannya, asrama karyawan (jika tersedia), dan lainnya.


Dua jenis audit di atas adalah permintaan minimal dari para peritel. Beberapa perusahaan, terutama skala menengah ke bawah biasanya akan menggabungkannya menjadi satu laporan audit.

Audit Lingkungan (Environmental)
Audit ini sangat jarang dilakukan di sebuah pabrik kayu, kecuali kebutuhan khusus dari pembeli. Audit lingkungan lebih lazim dilakukan pada pabrik makanan dan kosmetik. atau jika aktifitas pabrik sangat besar pengaruhnya terhadap lingkungan. Misalnya pabrik tekstil, pabrik cat, atau pabrik pengolah barang bekas. Topik audit akan lebih mengutamakan keseluruhan dampak aktifitas produksi terhadap lingkungan, misalnya polusi udara, kontaminasi tanah, polusi suara, dan penanganan limbah air dan bahan berbahaya dari pabrik.



Audit Kayu (Wood Audit)
Salah satu contoh audit kayu adalah ketika sebuah pabrik pengolah kayu (furniture atau papan buatan) ingin memiliki sertifikat FSC (Forest Stewardship Council). Seluruh aktifitas distribusi kayu yang dilakukan pabrik tersebut akan diperiksa dan manajemen pabrik mesti melalui beberapa pemeriksaan baik dari segi pembelian bahan baku, organisasi komponen di dalam pabrik, hingga ketika barang jadi keluar dari pabrik.

Intinya audit kayu (FSC misalnya) bertujuan untuk memastikan rantai distribusi kayu dari bahan baku ke barang jadi tidak terputus dan mudah dilacak.

4 Contoh Kerusakan Konstruksi Sambungan Kayu dan Solusinya


Kerusakan konstruksi sambungan kayu bisa saja disebabkan oleh beberapa masalah, baik dari pemilihan material, jenis konstruksi yang digunakan, cara pengerjaan, atau bahkan perancangan konstruksi itu sendiri. Berikut ini kami merangkum beberapa macam kesalahan pengerjaan konstruksi kayu dan analisa penyebabnya. Pada beberapa kasus yang lain, kadang kesalahan konstruksi disebabkan karena jenis lem dan proses itu sendiri.
Kita lihat secara detail kesalahan apa saja yang biasa terjadi:

1. Pemilihan Arah Serat Kayu
Gambar pertama adalah penampakkan sebuah sudut bingkai daun meja (tampak atas) dengan papan samping yang pecah meninggalkan sebagian kecil kayu tersisa pada bingkai meja yang lain. Kerusakan ini bisa disebabkan karena tekanan pada sisi sampingnya, dan lebih parah karena 'arah serat' kayu pada bingkai sisa memanjang ternyata tidak lurus (mengarah ke dalam). Posisinya memudahkan untuk terpecah karena tekanan samping luar.
Solusinya adalah untuk memilih bingkai samping dengan arah serat lurus, atau kalau harus agak miring, sebaiknya diletakkan ke arah luar bingkai.


2. Jenis Konstruksi
Kesalahan kedua pada gambar di bawah ini adalah pemilihan jenis konstruksi. Terlihat jelas walaupun dowel kayu ang melintang pada bagian dasar lubang konstruksi tidak berfungis sebagaimana mestinya. Dowel tersebut seharusnya berfungsi untuk menahan pen setelah tersambung, tetapi karena kedalaman pen tersebut terlalu dangkal, maka dowel kecil yang melintang posisinya tidak bisa presisi, namun justru membuat konstruksi jadi lebih lemah.
Pada posisi konstruksi seperti ini sebaiknya ditambahkan lem kayu. Dan sayangnya pembuat sambungan ini justru tidak menambahkan lem kayu karena menurutnya dowel kecil sudah cukup menjadi konstruksi pengikat. Dengan ketebalan bingkai bagian lubang yang agak tipis, konstruksi dengan cross-dowel tidak cocok diterapkan. Cukup dengan lem kayu dan ditambah dengan paku yang ujungnya dipatahkan dan dimasukkan ke dalam kayu.


3. Desain konstruksi
Dalam ilmu konstruksi terdapat rumus dasar misalnya tentang ketebalan pen, kedalaman lubang dan lebar pen yand bisa diaplikasikan. Dan untuk yang lebih detail, kadang-kadang perlu memperhatikan kekerasan kayu atau jenis kayu yang disambung. Foto di bawah adalah bagian dudukan sebuah kursi untuk luar ruangan, sebuah contoh pengaturan ukuran pen yang tidak proporsional. Ketebalan pen terlalu kecil (tipis) dan panjang pen tidak cukup. Kondisi tersebut menyebabkan pen patah. Ketebalan pen seharusnya sepertiga dari tebal kayu, dan kedalaman pen sebaiknya 3/4 dari lebar kayu yang tersambung (bagian yang berlubang). Namun juga perlu diperhatikan bahwa sisa kayu yang tidak berlubang minimal 10 mm agar tidak tembus.


4. Proses pengerjaan
Foto di bawah ini adalah bagian poros sebuah meja dengan bagian daun mejanya yang bisa dikembangkan, biasanya disebut meja kupu-kupu. Porosnya terbuat dari dowel kayu, akan tetapi kesalahan terjadi pada ukuran bingkai tengah dan peletakkannya. Seharusnya bingkai tersebut dibuat lebih tebal/lebar (dalam gambar terlihat hanya kurang lebih 5-7mm), dan lubang untuk dowel poros semestinya dibuat lebih besar (diameter sekitar 2mm lebih besar) untuk antisipasi kembang susut saat produk digunakan di luar ruangan.

Anda memiliki masalah lain dengan konstruksi sambungan kayu? Anda bisa mengirimkan penjelasan pendek ke email penulis agar bisa dibahas bersama.

Penggunaan Mesin Bor Tidak Tepat

Minggu lalu kami mengunjungi sebuah pabrik kayu yang sedang membuat mainan untuk anak-anak. Pabrik tersebut memiliki beberapa mesin dasar kayu yang usianya mungkin sudah lebih dari 15 tahun dan sangat tidak terawat. Kondisi tersebut sebenarnya sangat disayangkan mengingat produk untuk anak haruslah sangat hati-hati dalam proses pengerjaanya. Yang paling menarik adalah mesin bor vertikal yang mereka gunakan untuk membuat takikkan pada kayu seperti gambar di atas. Selain mesin bor bukanlah mesin yang tepat untuk jenis pekerjaan tersebut, mata bor yang mereka gunakan juga bukan alat yang tepat untuk membuat takikan. Itu adalah mata bor untuk engsel sendok yang seharusnya tidak ada pergerakan ke samping karena akan sangat berbahaya bagi operator mesin.

Kami melihat pekerja menurunkan mata bor perlahan-lahan hingga kedalaman yang diinginkan, sebelum kemudian di menggeser benda kerja searah takikan. Mesin yang tepat untuk membuat konstruksi tersebut adalah mesin router atau frais atas yang memiliki mata pisau khusus untuk pergeseran ke samping karena terdapat mata pisau di sisi luarnya. Dan dengan mesin router/frais atas hasilnya akan terlihat lebih rapi karena putaran mesinnya (rpm) jauh lebih tinggi daripada mesin bor vertikal.

Dan mengenai aspek keselamatan, penggunaan mesin tersebut sangat berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan kerja. Jika saat ini mungkin anda melihat atau pernah melakukan hal yang sama, kami merekomendasikan untuk segera memperbaiki kebiasaan buruk tersebut.

EUTR 2013

European Union Timber Regulation (EUTR) telah diberlakukan sejak tanggal 3 Maret 2013 untuk mencegah penggunaan kayu ilegal pada produk kayu atau produk dari kayu yang dijual di pasar Eropa, khususnya di negara - negara anggota Uni Eropa. Saat ini tentunya setelah Brexit, Inggris kemungkinan akan membuat peraturan tersendiri mengenai distribusi kayu ilegal.
Mari kita ingat kembali apa saja masalah yang ditimbulkan oleh aktifitas penebangan liar bagi manusia. Ada 3 hal utama, yang pertama yaitu masalah ekonomi. Penebangan liar mengakibatkan sebagian besar pihak kehilangan pendapatan ekonomi dan keabsahan pihak yang melakukan aktifitas penebangan liar diragukan. Kedua adalah masalah lingkungan, yang mana aktifitas penebangan liar mengakibatkan berkurangnya luas lahan hutan yang berfungsi sangat vital terhadap perubahan cuaca dan mahkluk hidup di dalamnya. Dan yang ketiga adalah masalah sosial, hubungannya dengan kehidupan masyarakat lokal di sekitar hutan dan potensi timbulnya konflik dengan beberapa pihak tertentu.
Itulah sebabnya Uni Eropa berupaya untuk menghentikan aktifitas penebangan liar di negara asal kayu.


Lalu siapa saja yang akan merasakan langsung dampak dari peraturan baru ini?
Target dari peraturan ini adalah perusahaan-perusahaan yang bermaksud menjual produk kayu ke negara Uni Eropa, karena itulah hanya perusahaan yang memiliki jaringan ritel di Eropa yang terkena dampak langsung. Namun demikian secara otomatis perusahaan - perusahaan tersebut akan memberikan permintaan yang sama terhadap pabrik tempat mereka membeli produknya, dan dalam hal ini berarti pabrik furniture di Indonesia menjadi salah satu target untuk mematuhi peraturan tersebut.

Produk yang termasuk dalam peraturan ini meliputi sebagian besar produk mebel yang terbuat dari kayu atau produk lain berbahan baku kayu (kertas, peralatan dapur, dekorasi, dll). Namun tidak mencakup produk-produk yang menggunakan bahan daur ulang, palet kayu, bambu dan rotan. Kertas yang sudah ada cetakan gambar atau tulisan juga tidak termasuk.

Sebagai pabrik mebel, langkah utama yang harus dilakukan adalah dengan membuat kebijakan internal pabrik untuk membeli bahan baku kayu log hanya dari hutan yang dikelola dengan sistem reboisasi dan terkontrol. Di Indonesia ada yang namanya peraturan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), namun sayangnya sistem ini belum bisa sepenuhnya menjadi jaminan keabsahan kayu dan juga belum sepenuhnya dikenal oleh otoritas EUTR di Eropa.

9 Proses Penting Pembuatan Pensil

Dalam beberapa waktu yang lalu, kami mendapat kesempatan untuk bisa mengunjungi sebuah pabrik pensil yang sebagian besar produknya untuk ekspor dan hanya sekitar 10% untuk pasar lokal. Ekspor tersebut sebagian besar ke negara Amerika dan Brasil. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kunjungan tersebut. Selain tentang detail proses pembuatan pensil, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang aturan-aturan ekspor pensil yang diberlakukan oleh negara pengimpor tersebut.
Memasuki area produksi pabrik kami melihat bahwa para pekerja dan manajernya sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian bangunan. Terbukti dengan adanya susunan barang yang teratur dan arus distribusi barang yang jelas. Walaupun pensil adalah sebuah produk yang kelihatannya sederhana, namun ternyata membutuhkan proses yang rumit dan butuh ketelitian yang tinggi.

Terdapat 9 proses penting dalam produksi pensil, berikut urutannya:

1. Persiapan lembaran-lembaran kayu solid setebal 4mm (ukuran standar). Atau tergantung pada diameter pensil ukuran jadi, lebih besar diameter tentu lebih tebal pula lembaran kayu yang disiapkan.
Panjang kayu disesuaikan panjang pensil, dengan sedikit kelebihan untuk pemotongan ukuran jadi, dan lebar kayu disesuaikan dengan jumlah pensil yang ingin dibuat. Di pabrik ini mereka membelah menjadi sekitar 8-9 batang pensil per lembar.

2. Lembaran-lembaran kayu tersebut kemudian dibuat alur searah serat dan ukuran grafitnya (grafit: isi pensil yang berfungsi membuat tanda tulisan) dengan mesin khusus.

3. Setelah selesai dialur, batang-batang grafit disusun dan dilapiskan lem khusus kayu untuk menempelkan lembaran kayu. Proses perakitan ini ditunggu hingga 8 jam hingga lem benar-benar kering.

4. Dengan mesin khusus juga, hasil rakitan pensil dibelah menjadi batang pensil. Hasilnya sangat bagus dan cepat. Kerusakan terjadi pada permukaan pensil akan tetapi sangat sedikit.

5. Pensil-pensil tersebut kemudian dihaluskan dan diolesi bahan cat dasar. Proses penghalusan tersebut sangat menarik, karena ratusan batang pensil disusun sejajar dan diletakkan ke dalam sebuah lingkaran elastis yang digerakkan dengan mesin sedemikian rupa sehingga seluruh batang pensil saling bergesekan satu sama lainnya. Gesekan-gesekan tersebut membaut permukaan batang pensil menjadi halus.

6. Kemudian mulailah proses finishing, yang sesuai dengan pengamatan kami terdapat minimal 4 cara dan model finishing untuk pensil. Ada prose cat biasa untuk pensil dengan motif sederhana, ada model seperti stiker (sudah ada gambar tercetak) yang direkatkan dengan cara 'heating', ada model seperti perekatan glitter, dan terdapat juga cara cat dengan sistem perendaman.
Semua proses tersebut tergantung jenis gambar dan permukaan yang diinginkan oleh desainer pensil.

7. Setelah finishing, pensil mulai dipotong sesuai dengan panjangnya. Dan pada saat yang sama beberapa aksesoris misalnya karet penghapus atau hiasan karakter juga dirakit.

8. Kode produksi. Dilakukan dengan mesin cetak, dan beberapa jenis pensil lainnya sudah tercantum pada bahan pakingnya. Akhir-akhir ini sangat diperlukan dan menjadi aturan ketat untuk membuat kode produksi sesuai prosedur, terutama untuk mengetahui asal-usul kayu yang digunakan.

9. Packaging. Hanya manual tanpa bantuan mesin.

Keseluruhan kunjungan benar-benar mengesankan dan sebuah pengalaman yang sangat baik untuk diketahui. Terutama mengetahui bahwa pabrik pensil juga perlu memiliki sertifikat FSC, karena sebagian besar materialnya terbuat dari kayu.