Beberapa Solusi Praktis di Dalam ruang Assembling

Setelah berkesempatan mengunjungi sebuah pabrik kayu di Vietnam, sengaja kami kumpulkan beberapa foto yang semoga akan sangat bermanfaat untuk dibagi bersama pembaca tentangkayu.com. Banyak sekali ide-ide praktis yang sederhana di sana dan sepertinya akan sangat mudah untuk diterapkan di pabrik atau bengkel furniture di Indonesia. Sebagian memerlukan investasi cukup lumayan akan tetapi hal tersebut akan memberikan anda kemudahan-kemudahan di produksi.

Mungkin sebagian dari anda pernah menemuinya, silahkan dilengkapi melalui kolom komentar. Beberapa solusi praktis tersebut antara lain:

1. Menggunakan bekas rol selotip sebagai wadah sekrup.
Seperti terlihat di gambar berikut, 3 buah rol bekas selotip yang biasanya untuk packing telah berubah fungsi menjadi tempat sekrup dan serbuk yang praktis. 3 rol tersebut diikat dengan selotip sedemikian rupa dan salah satu bagian bawahnya dilapis dengan karton yang lumayan tebal.


2. Mesin perata kaki meja & kursi
Walaupun perakitan kursi dan meja sudah demikian presisi, kadang-kadang kita akan menemukan adanya celah di kaki meja/kursi yang menyebabkan tidak stabil saat kursi berada di atas lantai yang rata. Di pabrik ini, tim kualitas membuat sebuah mesin sederhana yang terdiri dari motor, gergaji potong dan top meja kerja dari granit.
Konstruksi penyangga top meja yang sederhana namun kokoh cukup menggunakan beberapa batang besi dan motor bersama bilah gergaji lingkar diposisikan horisontal (lihat gambar).
Cara kerjanya adalah dengan meletakkan kursi berdiri di atas meja granit, dan apabila ditemukan celah maka bagian kaki paling panjang diarahkan ke bilah gergaji yang posisinya sudah diatur agar sejajar dengan top meja granit.



3. Alat pemanas packing untuk hardware
Ketika hardware untuk mebel knockdown jumlahnya cukup banyak dan ukuran hardware besar sehingga kantong menjadi berat, solusi ini sangat efektif karena hasil prosesnya sangat rapi dan kuat.



Tertarik untuk mencobanya di bengkel anda?

Dan sebagaimana yang telah kami sampaikan melalui akun twitter @tentangkayu, pabrik-pabrik furniture di Vietnam ternyata juga memiliki teknologi produksi yang tidak ketinggalan di banding pabrik di Indonesia. Bahkan rata-rata ukuran mereka lebih besar. Salah satunya mencapai luas pabrik dan warehouse mencapai 8 hektar.

Lebih Detail tentang Wood Bending

Teknologi pelengkungan kayu atau 'wood bending' saat ini sudah mulai berkembang dan semakin banyak diminati oleh produsen furniture kayu. Selain karena hasilnya yang secara visual lebih baik daripada kayu hasil potongan melengkung, teknologi ini relatif mudah dilakukan. Hanya saja perlu investasi mesin pres dan 'mould' nya tergolong cukup besar.
Perlu sekali lagi diperjelas bahwa wood bending berbeda dengan wood layer glued. Keduanya sama-sama memiliki keunggulan bentuk melengkung dan menggunakan kayu solid, akan tetapi berbeda pada proses pembuatannya.

Hampir semua jenis kayu bisa diproses, hanya saja ukuran dan lamanya proses pelengkungan yang akan berbeda pada setiap jenis kayu. Kayu dengan kekerasan tinggi akan lebih sulit diproses dan ketebalan kayu lebih tipis daripada kayu yang lebih lunak. Namun proses pada kayu lunak juga memiliki keterbatasan pada ukuran lebarnya.

Syarat utama wood bending adalah arah serat kayu. Serat kayu harus lurus tanpa mata kayu. Untuk mendapatkan kayu tersebut kita harus memperhatikan posisi potongan kayu pada logs (kayu gelondongan). Paling ideal adalah kayu yang dihasilkan dari proses pembelahan arah radial sehingga seluruh bagian kayu akan berserat lurus dan tanpa melewati garis pusat logs. Mengapa? Karena pada garis tersebut serat kayu paling mudah pecah atau retak.

Moisture Content (MC)
Sebelum proses bending, kayu harus dalam kondisi kering dengan kandungan MC antara 10-14%. Tidak dianjurkan terlalu kering karena akan membuat kayu tersebut retak atau pecah pada saat tekanan di mesin pres. Namun jangan kuatir, kayu yang terlalu kering bisa direndam dulu di dalam air selama beberapa jam. Tidak harus dengan air panas, akan tetapi beberapa pabrik juga merekomendasikan untuk merebus kayu sebelum masuk ke mesin pres.

Dimensi
Tebal kayu yang bisa dilengkung dipengaruhi sedikitnya oleh tingkat kekerasan kayu dan ukuran diameter kurva lengkung yang ingin dicapai. Semakin tebal kayu akan semakin kecil diameter lengkungan. Sedangkan tingkat kekerasan kayu lebih mempengaruhi pada waktu proses yang lebih lama dan tingkat tekanan pada mesin pres.

Mata kayu
Sekecil apapun ukuran mata kayu dan dimanapun posisinya akan membuat proses lengkung gagal. kayu akan pecah atau retak mulai dari titik mata kayu tersebut. Dan apabila mata kayu tersebut kuat, karena serat kayu di sekitar mata kayu pada dasarnya sudah 'padat', maka bagian tersebut akan membengkak saat keluar dari mesin pres. Walaupun nantinya bisa dibersihkan secara manual, hal tersebut tidak dianjurkan.


Sebagai perbandingan, beberapa kelebihan maupun kekurangan menggunakan teknologi ini bisa dilihat sebagai berikut:

Kelebihan:
1. Hasil akhir terlihat lebih baik dibandingkan apabila menggunakan cara konvensional (memotong lengkung dari kayu tebal). Arah serat kayu semuanya terlihat lurus tanpa mata kayu. Aspek tersebut sangat cocok untuk komponen furniture yang memerlukan tampilan estetika tinggi.
2. Proses lanjutan lebih mudah dan cepat. Hanya memerlukan sedikit pengamplasan dan perataan pada bagian tepi kayu.
3. Limbah kayu tentunya jauh lebih kecil karena tidak adanya bagian yang terbuang.

Kekurangan:
1. Investasi peralatan sangat mahal. Sebaiknya lakukan investasi hanya jika kebutuhan akan teknologi ini begitu besar.
2. Pemilihan kayu harus dilakukan dengan teliti. Hal ini membuat waktu produksi menjadi sedikit lebih lama pada awalnya.


Daftar Bahan untuk Produksi Furniture

Istilah daftar bahan lebih banyak dikenal di dalam area produksi pabrik furniture. Di dalamnya terdapat ukuran dan jumlah komponen furniture yang perlu disiapkan oleh departemen terkait.
Terutama komponen kayu adalah jenis bahan yang selalu memerlukan daftar bahan beserta ukuran dan jumlahnya. Bagaimana membuat daftar bahan dan apa saja manfaat yang bisa diambil dengan adanya daftar bahan ini?

Walaupun pada dasarnya daftar bahan dibuat untuk keperluan produksi, di sisi lain konsepnya akan sangat bermanfaat untuk membuat perhitungan biaya pokok produksi. Dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap harga jual furniture. Pada bagian ini sangat ditentukan pula oleh besarnya biaya-biaya tidak langsung lainnya, misalnya margin keuntungan, over head perusahaan, dan biaya administrasi.

Sesuai dengan namanya, isi daftar bahan adalah berupa bahan baku utama, bahan pembantu (sekunder), perlengkapan (sekrup, paku, engsel), aksesories, bahan finishing dan bahan packing.

Semua daftar tersebut bisa dibuat di dalam satu dokumen maupun secara terpisah sesuai dengan fungsi masing-masing. Cara ini adalah yang paling efektif walaupun kurang efisien karena membutuhkan lebih banyak lembaran dokumen. Tetapi dengan dipisahnya daftar bahan untuk masing-masing departemen, kita bisa membuat penjelasan bahan lebih lengkap, misalnya dengan menambahkan gambar untuk setiap jenis sekrup pada daftar bahan perlengkapan.


Bahan Baku Utama
Jika kayu solid menjadi bahan baku utama, maka penyusunan daftar bahan komponen kayu perlu dibuat dengan mencantumkan informasi penting, antara lain: Nama Bahan, Keterangan, Ukuran (pxlxt) panjang x lebar x tebal, dan jumlah komponen. Akan lebih baik apabila bisa ditambahkan satu kolom untuk total volume kayu dalam meter kubik.
Ukuran bahan yang tercantum adalah ukuran jadi. Dari situ, setiap proses yang berbeda bisa memperkirakan ukuran yang perlu disiapkan. Pada beberapa pabrik furniture yang sudah berpengalaman dan memiliki efisiensi yang tinggi, bahkan di area pembelahan logs dan papan/balok, mereka menentukan ukuran pembelahan sudah termasuk toleransi untuk penyerutan dan penggergajian.

Apabila bahan baku utama menggunakan papan buatan, hal penting yang harus diperhatikan adalah peletakan ukuran panjang dan lebar. Ukuran panjang adalah menyesuaikan arah serat vinir plywood. Walaupun ukuran searah serat lebih kecil daripada ukuran melintang serat, tetap saja ukuran searah serat yang dicantumkan pada kolom ukuran panjang.
Dan pada perhitungan akhirnya, jumlah total bahan adalah dalam satuan 'lembar'.

Lain halnya pula apabila bahan baku furniture anda menggunakan material dari besi. Yang penting di sini adalah memberikan penjelasan apakah bahan besi tersebut berbentuk besi solid, besi pipa atau plat besi.


Bahan pembantu (sekunder)
Penerapannya bisa dilakukan menggunakan cara yang sama dengan bahan baku utama. Beberapa jenis bahan pembantu misalnya: rotan, kulit, aluminium atau plastik.


Perlengkapan
Daftar bahan ini lebih dipakai di gudang perlengkapan. Distribusi materialnya bisa dibedakan di 2 proses, yaitu perlengkapan yang dirakit di dalam pabrik dan perlengkapan yang dirakit oleh konsumen (untuk produk furniture knockdown).
Bahan yang masuk perlengkapan adalah alat perlengkapan yang 'mutlak' diperlukan untuk membuat furniture bisa dirakit dan berfungsi sebagaimana mestinya. Artinya beberapa bahan seperti paku, sekrup, lem, engsel, kunci, plat sudut siku, baut knowck down, magnet pengunci, dan lainnya. Satuan di dalam daftar bahan bisa menggunakan format pada bahan baku utama.


Bahan finishing
Di sini pentingnya mengetahui berapa liter konsumsi setiap bahan finishing untuk setiap jenis unit. Dan juga pentingnya 'application schedule', sebuah dokumen yang menunjukkan detail jenis bahan beserta campurannya. Dari 'application schedule' tersebut kita bisa menentukan berapa liter yang dibutuhkan untuk produksi.
Susunan bahan finishing di dalam daftar bahan harus dijelaskan kategori masing-masing bahan kimia. Satuan ukuran adalah dalam liter atau galon.


Aksesori
Variasi bahan atau material lain yang mendukung produk. Misalnya: kaca/cermin, busa/kain untuk jok kursi, anyaman rotan/bambu, atau aksesori tambahan dari bahan plastik dan karet.


Bahan packing
Di dalam produksi daftar bahan packing tidak terlalu diperlukan. Dokumen ini lebih diperlukan oleh bagian pembelian material packing dan gudang penyimpanan. Tetapi daftar bahan packing yang lengkap dan detail akan membantu proses pengepakan menjadi lebih efisien dan tepat guna.


Most Read