
Kayu Sengon (Albasia) sudah lama menjadi primadona di dunia industri perkayuan Indonesia. Pertumbuhannya yang cukup singkat dibanding jenis kayu keras lainnya membuat pohon ini menjadi pilihan utama untuk hutan rakyat. Namun, di balik popularitasnya, ada beberapa fakta teknis soal kayu sengon yang jarang dibicarakan.
1. Ada 4 Jenis Sengon yang Sering Dipakai
Meskipun sekilas terlihat sama, masyarakat industri mengenal empat jenis sengon yang paling sering dipakai di Indonesia, yaitu Sengon Laut (Albasia), Sengon Solomon, Sengon Jawa, dan Sengon Buto.
Secara botani mereka tidak memiliki nama spesies yang sama, namun keempatnya dikenal luas sesuai karakteristiknya.
2. Mayoritas untuk Kayu Lapis dan Kerajinan Tangan
Karakteristik kayu Sengon Laut yang ringan, lurus, dan bertekstur halus menjadi buruan utama industri plywood (kayu lapis) dan blockboard. Selain itu, karena kayunya sangat mudah dipotong dan dibentuk, kayu Sengon Jawa menjadi bahan baku favorit bagi para pengrajin untuk membuat mainan edukasi anak.
3. Hasil Mesin Kurang Halus
Kayu sengon sering menjadi berserabut dan kasar saat diproses dengan mesin gergaji lingkaran, mesin planer atau jointer karena sifat seratnya yang tidak beraturan dan bobotnya yang ringan. Hal ini bisa dihindari dengan memastikan pisau mesin selalu tajam, mengatur kedalaman serut agar tidak terlalu tebal, dan mengatur kecepatan kecepatan dorong yang sesuai.
4. Tumbuh Sangat Cepat
Sengon adalah salah satu pohon yang kayunya bisa dipakai untuk membuat furniture dan produk lainnya dengan pertumbuhan cukup cepat di dunia. Dengan masa pertumbuhan 5 hingga 7 tahun, pohon sengon bisa memiliki diamter batang berukuran hingga 25 sentimeter.
5. Ringan Namun Stabil
Kayu sengon masuk ke dalam kategori kayu dengan densitas atau kepadatan rendah, berkisar antara 250 hingga 320 kg/m3. Namun meskipun ringan, kayu sengon yang dikeringkan dengan benar (melalui proses kiln dry) memiliki stabilitas dimensi yang baik, artinya tidak mudah melengkung atau berubah bentuk.
6. Jarak Tanam Sesuai Target Akhir
Jarak tanam pohon sengon bergantung pada target akhir atau tujuan produksi kayu yang diinginkan. Jika targetnya untuk bahan baku kayu lapis atau tiang bangunan yang biasanya membutuhkan diameter di atas 30 cm, jarak tanamnya 3x3 meter atau 4x4 meter. Dan jika targetnya untuk bahan pulp atau kertas, maka jarak tanamnya bisa 2x2 meter.
7. Inovasi Teknologi Meningkatkan Kekerasan Sengon
Industri modern saat ini telah menemukan teknologi canggih seperti teknologi dengan metode kompresi fisik yang mampu memadatkan kayu secara fisik tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Teknis ini menghilangkan rongga udara di dalam serat kayu, membuat struktur kayu sengon menjadi sangat padat, keras, dan tahan gores.
---