Product Recall, Mengapa Harus Dilakukan?

Apa itu Product Recall atau Penarikan Produk?

Penarikan kembali produk dari tangan konsumen adalah proses mengambil barang yang cacat dan/atau berpotensi tidak aman sambil memberikan kompensasi kepada konsumen tersebut. Penarikan kembali sering terjadi sebagai akibat dari masalah keamanan atas cacat produksi pada produk yang dapat membahayakan penggunanya.

Penarikan produk dapat dilakukan secara sukarela atau diwajibkan oleh badan pengatur seperti CPSC di Amerika Serikat, RAPEX di Eropa, atau ACCC di Australia.


Foto: Hollywoodlife


Makna Penting dari Penarikan Produk

  • Penarikan produk terjadi sebagai akibat dari masalah keamanan atau kualitas yang terkait dengan cacat produksi atau desain pada produk yang dapat membahayakan penggunanya.
  • Penarikan produk dapat berdampak negatif terhadap reputasi peritel atau penjual produk karena biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan pada akhirnya akan membuat harga barang lebih mahal, sehingga berdampak pada penurunan penjualan. Selain biaya logistik untuk penarikan kembali produk dari tangan konsumen dan pasar (toko peritel).
    Biaya dan investasi yang telah dikeluarkan untuk memproduksi produk tersebut berarti juga tidak akan kembali karena produk yang ditarik tidak bisa dijual di negara tujuan yang memberlakukan penarikan produk.
  • Penarikan produk dapat dilakukan secara sukarela jika perusahaan yakin itu akan lebih hemat biaya daripada menunggu tuntutan hukum atau penarikan yang diwajibkan.


Cara Kerja Penarikan Produk

Proses penarikan dapat bervariasi tergantung pada undang-undang negara setempat, ada beberapa langkah umum yang dilakukan sebelum memutuskan penarikan produk.

Misalnya, jika peritel menemukan satu sebuah masalah dalam satu produk tetapi tidak berisiko membahayakan keselamatan konsumen, maka perusahaan tersebut bisa saja cukup mengumumkan risiko produk tersebut secara terbuka dan meminta pelanggannya mengembalikan produk tersebut ke perusahaan, atau membuangnya begitu saja.
Biasanya konsumen akan diberikan pengembalian dana penuh atau penggantian komponen furnitur yang bermasalah.

Penarikan produk dapat berdampak negatif terhadap reputasi sebuah perusahaan, baik sebagai peritel maupun sebagai pabrik pembuat produk. Jika kekhawatiran konsumen berkembang, pelanggan mungkin akan berpaling dan membeli barang di tempat lain.

Keputusan penarikan produk bisa berupa pelarangan penjualan, atau hanya meminta konsumen untuk mengembalikan item yang bermasalah untuk penggantian atau perbaikan. Dalam hal ini produk tersebut masih diijinkan untuk dijual namun dengan catatan semua produk harus dimodifikasi atau bagian yang bermasalah telah diperbaiki.



Contoh Penarikan Kembali Produk Kayu

Beberapa industri furnitur terkemuka pernah melakukan penarikan produk. Dan selain furnitur kayu, produk kayu yang beberapa kali ditarik adalah mainan kayu atau furnitur untuk anak-anak. Masalah paling sering ditemukan adalah karena risiko bahaya karena produk tersebut membahayakan anak-anak baik dari sisi bahan kimia atau pada komponen yang membahayakan atau membuat anak terluka.

Penarikan produk kayu:
Magnussen Home Menarik Kembali Produk Lemari...
Tempat Tidur Susun Ditarik Kembali...
Recalls: Baby Walker...,


Mengapa Penarikan Produk Harus Dilakukan?

Bagi konsumen, penarikan produk sangat penting karena produk yang tidak aman yang dapat membahayakan atau bahkan bisa mengakibatkan kecelakaan fatal. Dan sebagai produsen, langkah ini salah satu wujud usaha untuk menghilangkan potensi bahaya dan menurunkan risiko cedera atau kecelakaan pengguna yang terkait dengan produk bermasalah.
Selain itu langkah penarikan produk, walupun berbiaya besar, adalah kesempatan untuk meningkatkan citra sebuah perusahaan di mata konsumen jika langkah-langkah penarikan produk dikelola dengan baik. Konsumen akan melihatnya sebagai bentuk tanggungjawab produsen terhadap kepedulian konsumen.



Bagaimana Mencegah Penarikan Produk?

Sebagai produsen, perlu dipastikan hal berikut:
  • Memahami standar kualitas dan peraturan keamanan produk kayu sesuai kategori produk dan pasar yang dituju.
    Untuk itu perlu dibentuk tim khusus di dalam proses pembuatan produk dan mereka harus memahami bahwa keamanan produk furnitur atau mainan kayu adalah prioritas utama.

  • Pengujian produk secara reguler di laboratorium penguji yang memiliki keahlian dan fasilitas terpercaya.
    Pengujian tersebut paling tidak bisa memberikan indikasi awal bahwa produk furnitur atau mainan kayu yang dibuat akan bebas dari risiko keamanan dan kesehatan bagi pengguna.

  • Pemeriksaan kualitas di seluruh rantai produksi
    Bila perlu tambahlan program kontrol kualitas oleh pihak ketiga (auditor atau inspektor independen) dan lakukan analisa produk dengan simulasi penggunaan sebenarnya.


0 Comments

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post