Perbedaan QA dan QC


Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian. Walaupun kedengaran mirip dari definisinya, ada beberapa perbadaan mendasar pada kedua konsep tersebut. Kedua aktivitas bertujuan sama dan terkait antara satu dengan lainnya. Biasanya, aktivitas dan tanggung jawab QA atau Jaminan Kualitas mencakup beberapa sistem kualitas, sementara QC atau Kontrol Kualitas adalah bagian dari aktivitas QA.

Perbedaan fundamental antara aktivitas QA dan QC:
QA: tindakan pencegahan masalah kualitas dengan menerapkan beberapa prosedur dan panduan di dalam proses produksi
QC: tindakan untuk menangkap atau menemukan cacat produk saat proses produksi maupun pasca produksi dengan cara inspeksi


Apa itu Quality Assurance?
QA adalah sistem yang mendasar, metode, protokol, atau prosedur yang ditetapkan dan diterapkan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa kualitas produk terjaga secara konsisten dan sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh perusahaan atau client. Departemen QA membantu mengatur dan memperbaiki proses produksi dalam berbagai proses.

Oleh karena itulah jangkauan tanggung jawab dan pengetahuan QA dalam sebuah pabrik furnitur bisa cukup luas.
1. Persiapan bahan baku, dari pembelian hingga penerimaan bahan termasuk perlengkapan furnitur seperti engsel, kunci, dan lainnya.
2. Mengantisipasi dan mencegah potensi 'product failure' atau kegagalan produk dari awal proses pengembangan produk.
3. Merancang dan melaksanakan prosedur inspeksi (inspeksi material, inspeksi saat proses produksi, dan inspeksi output atau barang jadi).
4. Mengikuti proses produksi dan memperbaikinya jika diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
5. Mencegah dan menanggapi temuan defect atau cacat produksi.

Mengapa Quality Assurance Penting?
Produk yang berkualitas baik akan meningkatkan permintaan pasar, sejalan dengan bertambahnya penjualan maka akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan, dan hasil dari keuntungan bisa digunakan untuk memproduksi lebih banyak barang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Siklus kesuksesan ini bisa diraih dengan menerapkan semua aktivitas dalam jaminan kualitas dengan benar.

Aktivitas QA
Sebuah metodologi yang lazim digunakan di dalam QA - PDCA.
Plan - Merencanakan dan menetapkan proses terkait untuk menghasilkan produk akhir yang berkualitas.
Do - Membangun dan menguji proses dan melakukan perubahan dalam proses jika diperlukan.
Check - Memantau dan memeriksa apakah proses memenuhi tujuan dan target yang telah ditentukan.
Act - Mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan atau memperbaiki proses pencapaian kualitas produk.




Apa itu Quality Control?
QC atau Kontrol Kualitas tidak berurusan langsung dengan proses produksi; melainkan lebih fokus untuk memeriksa kualitas komponen dan produk atau hasil akhir.

Tujuan utama dari QC adalah untuk memeriksa apakah produk memenuhi spesifikasi dan kualitas yang telah ditentukan. Jika ditemukan masalah saat inspeksi, maka tim QC akan memerintahkan untuk memperbaikinya sebelum komponen diproses lebih lanjut atau sebelum produk dikirim ke konsumen.

Aktivitas QC secara mendasar merupakan bagian dari aktivitas QA walaupun pada beberapa organisasi pabrik atau perusahaan furnitur secara struktural mereka terpisah.


Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang maksimal, QC memerlukan pengetahuan yang baik tentang produk dan pelatihan reguler untuk mengasah skill. Peralatan khusus juga diperlukan untuk membantu departemen QC melakukan inspeksi.

QC harus memahami benar karakter produk dan level kualitas yang ditargetkan dan memeriksa dengan benar untuk menghasilkan kualitas produk yang terbaik. Untuk meraih ekspektasi tersebut, QC perlu melakukan beberapa hal terkait seperti:
1. Mengindentifikasi beberapa tipe dan level cacat produksi (minor, major, critical defects)
2. Melakukan analisa yang mendalam tentang penyebab utama cacat produksi atau 'root cause analysis'
3. Menjalankan proses inspeksi baik selama produksi maupun pasca produksi, atau sebelum pengiriman barang sesuai prosedur
4. Melakukan tes produk dari hasil produksi berdasarkan standar produk
5. Membuat laporan lengkap dan jelas tentang seluruh penemuan cacat produksi dan perbaikan-perbaikannya.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama