Kayu Balau Merah atau Red Balau dikenal luas karena kekuatannya yang luar biasa dan daya tahannya yang menyerupai besi, hingga ada yang menyebutnya sebagai kayu batu.Spesies utama kayu ini adalah Shorea guiso dan Shorea balangeran, berasal dari famili pohon Dipterocarpaceae, salah satu famili pohon tropis paling dominan dan bernilai ekonomi tertinggi di hutan hujan Asia Tenggara.
Jenis pohon ini tumbuh subur di area hutan hujan tropis dataran rendah, terutama pada tanah berdrainase baik di bawah ketinggian 700 meter dpl (di atas permukaan laut). Indonesia dan Malaysia adalah dua negara penghasil utama kayu Balau Merah, yang populasi alaminya tersebar luas di hutan-hutan pulau Kalimantan (Borneo) dan bagian selatan pulau Sumatera.
Karakteristik
Nama Lokal
Kayu Membatu, Kayu Giso, Balau Merah, atau sering juga disebut Kayu Batu.
Warna
Kayu teras Balau Merah berwarna merah kecokelatan tua, merah bata, hingga keunguan yang mirip dengan kayu Mahoni, dan bagian kayu gubalnya berwarna jauh lebih muda, lebih ke arah kuning pucat atau merah muda.
Serat Kayu dan Tekstur
Tekstur permukaan kayunya cenderung sedang hingga agak kasar. Kayu Balau Merah memiliki saluran damar seperti kerabat dekatnya (Bangkirai/Yellow Balau) berupa garis-garis halus pada permukaannya. Namun, karena warna dasar kayunya yang sudah merah tua, keberadaan garis damar ini cenderung lebih samar hampir tidak terlihat.
Densitas dan Berat Kayu
Densitasnya berkisar antara 800-950 kg/m3 dalam kondisi kering udara. Karena kepadatan kayu yang tinggi, sebagian besar potongan kayu Balau Merah yang baru ditebang atau berukuran tebal akan tenggelam atau sedikit melayang di dasar air.
Keawetan dan Kekuatan:
Berdasarkan standar klasifikasi kekuatan kayu di Indonesia, Balau Merah masuk ke dalam kelompok Kelas Kuat I–II dan Kelas Awet II. Artinya, kayu ini memiliki daya tahan alami yang sangat baik terhadap pembusukan, jamur, serta serangan rayap tanah, bahkan jika ditempatkan langsung di bawah guyuran hujan dan terik matahari tanpa perlindungan atap.
Karena sifat fisiknya yang terbilang sangat baik, kayu ini banyak dan sering dipakai untuk membuat decking atau lantai kayu luar ruangan untuk villa, resort, dan area kolam renang. Para arsitek juga memanfaatkannya sebagai dinding kayu eksterior pada bangunan mewah.
Selain itu juga para insinyur memanfaatkannya untuk komponen jembatan kayu di area pedestrian & taman, pergola, dan furniture luar ruangan premium yang didesain untuk bertahan puluhan tahun di luar ruangan sebagai alternatif kayu jati.
---
