Kewajiban Memakai Sepatu di Ruang Produksi

Aturan untuk senantiasa menggunakan sepatu pada setiap pekerja ketika berada di dalam ruang produksi masih belum banyak diterapkan di seluruh pabrik kayu, dalam arti manajemen tidak menuangkan peraturan ini di dalam kontrak kerja maupun lokasi kerja. Hal ini lebih dimengerti sebagai kesadaran dari masing-masing pekerja demi kenyamanan dan keselamatan mereka pada saat bekerja. Kecenderungan ini juga didasarkan oleh situasi dan kondisi fisik ruang produksi.

Beberapa pabrik furniture kayu membuat lantai ruang produksi mereka senyaman lantai supermarket, halus dan rata. Pabrik yang lain sekedar lantai tidak lembab dan masih kasar.
Beberapa minggu yang lalu saya mengunjungi sebuah pabrik yang cukup modern dengan layout produksi yang sangat baik dan teratur. Ketika tiba di ruang pengamplasan terlihat berderet panjang para pekerja dengan benda kerja masing-masing di atas meja. Yang menarik dari pemandangan itu adalah karena rata-rata dari mereka tidak memakai alas kaki sama sekali. Lantai ruangan tersebut memang halus dan rata sehingga terlihat mereka nyaman dengan lantai tersebut.

Namun demikian demi keselamatan kerja memakai alas kaki (terutama sepatu) di ruang produksi manapun seharusnya menjadi sebuah kewajiban. Banyak hal yang bisa saja terjadi pada saat bekerja.

Setelah itu timbul pertanyaan siapa yang seharusnya menyediakan fasilitas tersebut? perusahaan atau karyawan? Berdasarkan peraturan yang ada semua peralatan yang berfungsi demi keselamatan kerja adalah kewajiban perusahaan untuk menyediakannya bagi karyawan. kebetulan saja saya belum melihat apakah itu harus dilakukan secara berkala atau cukup sekali.
Ada satu cerita yang lucu pernah saya lihat dan dengar dari seorang pemilik pabrik furniture. Beliau sudah menyediakan sepasang sepatu bagi seluruh karyawannya untuk dipakai pada waktu bekerja. Dengan cerdik dia mendapatkan harga yang bagus dari pabrik sepatu dan model yang sama bagi seluruh pekerja dari ruang penggergajian hingga packing.

Minggu pertama dia lihat hampir semua karyawan memakai sepatu tersebut dan dia terlihat gembira karena berpikir bahwa karyawan ternyata sadar akan pentingnya sepatu dan di lain sisi dia tidak ada masalah dengan auditor. Namun di minggu kedua dia mendapat laporan bahwa hampir sebagian besar para pekerja justru menggunakan sepatu tersebut pada saat perjalanan pergi dan pulang dari pabrik ke rumah mereka.
Dan alasan yang dikemukakan adalah sepatu baru tersebut terlalu bagus (bagi para pekerja) untuk digunakan di dalam pabrik sehingga mereka memakainya di luar. Sementara di dalam pabrik tetap memakai sandal jepit.

Ini memang tugas yang lumayan rumit bagi manajemen ketika harus berhadapan dengan masalah kesadaran karyawan. Perusahaan lain mengatakan mereka membutuhkan minimal 2 tahun agar seluruh karyawannya sadar memakai sepatu di dalam pabrik.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah iktu memikirkan keselamatan kerja karyawan anda? Apakah anda sebagai karyawan juga sudah memiliki kesadaran tinggi akan penggunaan alat keselamatan?

Memasang Kaca pada Pintu Rangka Kayu

Pekerjaan ini tidak semudah yang kita lihat atau bayangkan. Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam penanganannya, sebaiknya kita perhatikan beberapa hal yang penting pada saat memasang kaca pada pintu rangka kayu. Konstruksi pemasangan kaca pada rangka kayu bisa bermacam-macam tergantung ukuran kayu, material rangka kayu, fungsi dan ketebalan kaca.
Apabila kaca dengan tebal kurang dari 4mm sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk menahan kaca tetap pada posisinya.

Tebal kaca lebih dari 5mm bisa digunakan rangka kayu solid bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling rangka kayu.

Cara aman memasang kaca pada rangka pintu:
  1. Letakkan rangka kayu dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
  2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
  3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk memegang kaca.
  4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada (4 sisi) pada rangka pintu.
  5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
  6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.
  7. Masukkan paku dengan menggunakan drip paku.


Apabila anda ingin menutup lubang tersebut bisa dengan wood filler. Sebaiknya lakukan sebelum anda memasang kaca, rangka pintu harus selesai disetel dengan rangka almari atau kusen dan harus difinishing sebelumnya.

Daftar Umum Pemeriksaan Mesin

Checklist ini digunakan sebaiknya untuk lay out ruang produksi dan pembahanan terutama pula untuk mesin kayu yang tetap dan tidak berpindah-pindah. Akan sangat berguna bagi anda yang baru saja membangun sebuah ruang produksi mesin atau memperbarui mesin kerja kayu di pabrik.

Keamanan secara umum diperuntukkan terutama bagi operator mesin dan pekerja lainnya di dalam ruangan yang sama.

Pengecekan ini bisa dilakukan oleh siapapun yang memahami tentang mesin secara umum dan keamanan pabrik pada khususnya. Ketika melakukan pemeriksaan lakukan pengecekkan secara hati-hati. Berikan lingkaran pada jawaban yang anda lihat di lokasi mesin.

Apabila pengecekan selesai dilakukan, buatlah suatu rencana perbaikan yang segera bagi beberapa mesin yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Berikut ini adalah Daftar Umum Pengecekan Mesin Kayu dalam 16 poin pengecekan.
- Apakah semua mesin terlindung sehingga aman bagi operator maupun orang lain yang berada di sekitarnya dari bahaya yang mungkin timbul akibat putaran mesin, keadaan mesin, serpihan maupun potongan kayu baik pada saat mesin tersebut dioperasikan maupun tidak dioperasikan?
- Apakah titik pengoperasian mesin terlindungi dengan alat pengaman yang memenuhi standar?
- Alat pengaman harus didesain sedemikian rupa sehingga bagian tubuh operator pada saat 'harus' bekerja dekat dengan titik pengoperasian aman dari bahaya). Contoh: penutup pisau pada mesin planer, meja kerja bor vertikal atau mata pisau mesin bubut.
- Apakah alat pengaman terpasang langsung pada mesin? Apabila tidak memungkinkan apakah terpasang pada tempat lain?
- Apabila mesin menggunakan alat bantu tambahan untuk mendorong atau menekan, apakah alat bantu tersebut mudah digunakan dan tidak membuat tangan operator berada di dalam area berbahaya?
- Periksalah apakah putaran tabung atau drum yang terlindung dengan kunci atau pasak untuk mencegahnya berputar. Hanya bisa berputar ketika kunci itu dipasang atau dilepas?
- Apakah semua fan yang terletak lebih rendah dari 7 kaki (2.1 mtr) dilengkapi dengan penutup pengaman yang lebarnya tidak lebih dari setengah inch?
- Apakah mesin didesain untuk dipasang pada posisi tetap di atas lantai tanpa bisa bergerak atau bergeser?
- Apakah mesin terpasang dan terawat untuk menghindari getaran yang berlebihan?
- Apakah mesin harus senantiasa dijaga oleh seorang operator pada saat mesin dijalankan?
- Apakah mesin dilengkapi dengan tombol cepat pemutus hubungan listrik yang mudah dijangkau oleh operator?
- Apakah motor penggerak mesin yang fixed dilengkapi dengan switch tipe magnetis yang bisa mencegah mesin menyala otomatis beberapa saat setelah aliran listrik tersambung kembali?
- Apakah tombol kontrol mesin mudah dijangkau dan terbebas dari bahaya titik pengoperasian?
- Apakah aliran listrik pada mesin dilengkapi dengan tombol atau sistem yang baik sehingga aman pada saat pengggantian pisau maupun pada saat penyetelan mesin?
- Apakah ruangan di pabrik, bengkel atau di mana mesin berada terdapat dua atau lebih tombol darurat pemutus aliran listrik dan berada pada lokasi yang mudah dijangkau?
- Apakah semua mesin yang mengeluarkan limbah debu dan serbuk terhubung dengan tabung penyedot debu (dust collector)?
- Apabila diharuskan oleh pemerintah setempat, apakah sistem dust collector telah diperiksa dan disetujui sehingga sesuai dengan standar keamanan dan lingkungan?

download artikel

Lokasi Penting Alat Pemadam Kebakaran

Sebagai syarat dari standar keselamatan, sebuah pabrik furniture harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang memadai. Untuk memenuhi syarat tersebut pabrik harus menyediakan beberapa jenis alat pemadam sesuai dengan kemungkinan jenis kebakaran yang akan terjadi.
Alat pemadam kebakaran bisa berupa busa ataupun air. Untuk daerah yang memiliki banyak jaringan kabel listrik misalnya, jenis alat pemadam yang baik adalah yang berbahan busa/foam.


Setelah melewati sebuah audit dari dinas kebakaran, biasanya mereka akan menjelaskan kepada team di dalam pabrik tentang standar keselamatan, tata cara keadaan darurat sekaligus peletakan alat pemadam beserta ukuran yang dibutuhkan.


Dalam hal ini team pabrik perlu membuat daftar area yang memiliki resiko paling besar terhadap bahaya kebakaran, antara lain:


Boiler Kiln Dry; adalah tempat yang beresiko paling besar karena di area ini terdapat aktivitas pembakaran untuk proses kiln dry. Di sini akan membutuhkan jumlah alat pemadam kebakaran paling besar jumlah dan kapasitasnya.


Dust Collector; menjadi tempat kedua yang beresiko tinggi terhadap bahaya ini. Serpihan debu dan serbuk gergaji menjadi sangat berpotensi. Untuk tindakan pencegahan, kita harus senantiasa memeriksa permukaan kayu sebelum memasuki mesin terutama mesin amplas horisontal (Belt sander).


Generator; sebagai pembangkit listrik cadangan/tambahan juga beresiko karena di area ini tertampung jumlah bahan mudah terbakar yang cukup besar. Di area ini jenis pemadam kebakaran harus dari bahan foam, bukan air.


Gudang bahan finishing; Hampir sebagian besar bahan kimia mudah terbakar berada di area ini. Sekecil apapun api akan berakibat fatal. Pencegahan harus dilakukan bahkan saat bahan tersebut masih berada dalam pengangkutan dengan misalnya menempelkan stiker bahan mudah terbakar dsb.


Finishing area; Udara di area ini mengandung gas yang mudah terbakar sehingga berpotensi besar terhadap bahaya kebakaran. Dinas kebakaran biasanya akan meminta untuk menempatkan alat pemadam lebih banyak.


Di area produksi; serpihan kayu dan bahan lain sangat mudah terbakar dengan resiko yang lebih kecil dibandingkan lokasi di atas.


Ketika meletakkan beberapa jenis pemadam, ada beberapa persyaratan dasar antara lain:

Harus terletak pada jangkauan normal, artinya tidak terlalu tinggi. Sekitar 1 m2 harus bersih dari tumpukan-tumpukan yang bisa mengganggu akses. Dan alat tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang harus menjadi perhatian manajemen pabrik. Jarak tertentu antara tiap titik peletakkan juga sangat penting, tergantung dari luas area pabrik, tingkat resiko kebakaran dan ukuran tabung pemadam kebakaran.

Finishing Menggunakan Oil

Finishing oil biasanya digunakan untuk furniture outdoor (luar ruangan). Selain biaya yang lebih murah, oil sangat mudah cara aplikasinya. Oil bersifat cenderung lebih encer dari bahan finishing yang lain dan mudah meresap ke dalam pori-pori kayu. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pada dasarnya finishing adalah untuk melindungi kayu dari masuknya kembali air ke dalam kayu sehingga membuat bentuk kayu lebih stabil. Finishing dengan bahan inipun telah memenuhi kebutuhan dasar untuk finishing.
Bahan oil yang proses aplikasinya paling sederhana, rata-rata menggunakan sistem rendam (dipping) atau basuh (wiping) membuat sebagian besar volume oil meresap ke dalam pori-pori kayu dan membentuk semacam lapisan 'penghadang' pada bagian permukaan kayu. Itulah mengapa agak sulit mendapatkan kualitas permukaan yang halus atau mengkilap. Peresapan oil kadang membuat bulu halus pada kayu berdiri dan membuat permukaan kayu terasa lebih kasar.

Namun begitu kita bisa lakukan pengamplasan kembali ketika kering dengan menggunakan grit amplas yang halus (di atas 320).
Bahan baku oil termasuk murah apabila dihitung per liter. Di sini kita harus hati-hati pada waktu aplikasi. Proses yang kurang benar bisa mengakibatkan pemborosan bahan baku dan berujung biaya finishing yang tinggi.

Efisiensi
Usahakan drum bahan baku selalu tertutup agar mengurangi volume penguapan terutama pada saat suhu udara cukup tinggi. Apabila bentuk drum memungkinkan, cukup buat lubang kecil untuk mengurangi penguapan.
Pada proses dipping (rendam) memang tangki perendaman harus cukup besar, dalam hal ini kita bisa membuat saluran khusus di sebelah tangki agar bahan sisa yang membanjiri komponen bisa mengalir kembali ke tangki sehingga tidak ada bahan yang sama sekali terbuang atau mengotori lantai produksi yang bisa mengakibatkan pencemaran tanah.
Ruang finishing sebaiknya dibuat agar angin tidak bergerak terlalu besar.
Kain lap yang digunakan perlu dikeringkan kembali ketika tidak lagi dipakai, sehingga bahan finishing yang masih melekat pada kain tidak terbuang percuma.

Kualitas
Masalah yang mungkin paling sulit pada finishing oil adalah masalah warna. Kita menghadapi masalah ini apabila anda menggunakan kayu gubal yang dicampur kayu teras. Bahan oil yang umumnya hanya satu warna atau natural tidak mampu menutupi warna kayu gubal yang lebih muda. Untuk mengatasi masalah ini kita bisa lakukan dahulu pewarnaan menggunakan bahan pewarna (stain) seperti yang dipakai pada jenis finishing NC.
Stain diaplikasikan hanya pada permukaan kayu yang terang untuk menyamakan warna. Sebelumnya anda bisa cek dengan pihak penjual stain tentang warna yang paling tepat untuk jenis kayu yang anda gunakan. Setelah itu baru proses perendaman bisa dilakukan.

Untuk hasil terbaik wiping sebaiknya dilakukan minimal dua kali dan diamplas halus. Setelah itu anda bisa lakukan penggosokan menggunakan kertas kardus (cokelat) untuk mendapatkan sedikit efek mengkilap.
Resiko menggunakan bahan finishing jenis ini adalah waktu pengeringan. Bahan packing bisa menempel pada benda kerja dan agak sulit dihilangkan.

Kelebihan: Mudah aplikasi, murah, cepat dan tahan lama
Kekurangan: Permukaan kurang halus, sulit menyamakan warna.


Heallth & Safety
Bahan baku oil sangat berbahaya dan mudah terbakar. Sangat penting untuk secara tegas tidak boleh ada yang merokok di sekitar lokasi finishing. Bahan yang tumpah, berlebihan atau karena penumpukkan kain bekas yang jatuh ke tanah akan mengakibatkan pencemaran tanah. Hal ini sebaiknya dihindari.
Sebagai wujud tanggung jawab pula terhadap kesehatan karyawan, para pekerja yang bekerja langsung di area ini harus senantiasa menggunakan sarung tangan sintetis, sepatu karet atau sintetis dan masker penutup hidung untuk membantu pernafasan.

Range 80% Pengukuran MC

Dengan adanya berbagai jenis kayu dan perbedaan densitas, serat dan sifat mekanik lainnya membuat ukuran standard MC sebuah komponen tidak bisa menjadi sebuah ukuran mati. MC pada sisi lain komponen bisa jadi berbeda dengan MC pada sisi lainnya.
Masalah MC seringkali membuat bingung para QC ketika mereka harus membuat keputusan berapa MC yang layak untuk sebuah komponen, terutama ketika mereka menemukan level MC terlalu tinggi.

8-14 %
Kayu yang terlalu kering belum tentu baik untuk dipakai sebagai bahan baku. Itulah mengapa standar MC yang baik ditentukan antara 8 - 14%. Beberapa perusahaan merekomendasikan 8-10% atau 6 - 12%. Semua hal ini tentunya ada alasannya, bisa karena perbedaan jenis kayu, ketebalan komponen, lokasi komponen pada sebuah produk, atau jenis alat ukur moisture content. MC yang terlalu rendah akan membuat kayu mudah pecah terutama pada waktu produk berada di udara kering atau luar ruangan.
Ketika MC berada di atas 14% berarti masih terdapat kemungkinan perubahan bentuk kayu ketika sudah menjadi produk dan terpengaruh dengan suhu udara di luar. Kayu yang basah juga akan mengundang jamur atau jenis jamur melekat pada permukaan kayu sehingga merusak finishing dan bisa memancing serangga untuk memakan kayu karena kayu menjadi lebih lunak.

Kebimbangan timbul lagi ketika menemukan beberapa titik lain yang diukur terdapat MC yang tinggi, bahkan lebih dari 20%. Dalam hal ini QC akan ragu dalam memutuskan apakah komponen tersebut harus di kembalikan ke ruang Kiln Dry atau tidak. Kasus yang sering terjadi adalah menahan produk atau komponen tersebut ke proses selanjutnya. Keputusan seperti ini rata-rata dibuat karena mereka mengikuti guideline/buku petunjuk inspeksi.

Area 80%
Ada hal yang dibutuhkan di luar sekedar sebuah buku petunjuk untuk memutuskan masalah seperti di atas.
Pada awalnya kita harus mengerti bahwa kayu adalah bahan alami dan kita tidak bisa menerapkan ilmu pasti. Artinya toleransi pada beberapa hal harus tersedia dalam tingkatan yang berbeda. 100% berada di dalam batas standar MC adalah sesuatu hal yang ideal dan termasuk sulit untuk dilakukan. Namun begitu kita bisa memberikan area 80% di dalam pemeriksaan MC. Artinya, minimal 80% dari total titik pengukuran telah memenuhi standar. Sisanya bisa berada di luar batas MC yang telah ditentukan.
Lebih besar prosentase tentunya akan lebih baik bagi produk.

Lokasi
Tentukanlah bagian komponen yang mana pada sebuah produk yang memiliki fungsi paling penting dalam hal struktur. Walaupun kita gunakan aturan Area 80%, namun apabila 20% kebanyakan terdapat pada area yang penting (kaki, rangka meja dll) harus kembali dicek apakah masalah ini terdapat pada hampir semua produk di ruang produksi atau hanya pada beberapa buah item.
Pengalaman dan insting cukup berperan besar di sini...


Pada gambar kurva MC di atas anda bisa lihat apabila rata-rata semua titik pengukuran MC berada di antara 2 garis merah (80%) maka anda tidak perlu kuatir akan kualitas produk. Beberapa titik yang berada di luar garis merah adalah sisa prosentase yaitu sekitar 20%.

Wood Bending & Layer Glued Panel

Ketika desainer menginginkan sebuah kursi dengan beberapa komponen melengkung terutama pada bagian kaki atau ruji-ruji sandaran, seringkali produksi tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jalan keluar yang sering terjadi yaitu harus menggunakan papan lebar yang kemudian 'digambar' sesuai dengan bentuk lengkungan komponen tersebut.
Rendemen bahan baku kayu menjadi lebih kecil karena lebih banyak bagian papan yang terbuang tidak dapat dipakai untuk komponen lain. Lagipula apabila operator mesin tidak pandai memilih bahan yang berkualitas akan mempengaruhi kualitas & kekuatan produk. Teknologi solusi yang saat ini telah ada menjadikan hal ini seharusnya tidak lagi menjadi masalah.

Beberapa orang kurang tepat mengartikan teknologi pelengkungan kayu. Apabila kita memerlukan komponen melengkung bisa dibuat dengan satu batang kayu solid yang 'dilengkungkan' atau beberapa kayu solid yang disusun melengkung.

Wood Bending
Paling memungkinkan untuk kayu dengan ketebalan yang terbatas. Menggunakan metode pelengkungan kayu bermacam-macam. Pada prinsipnya wood bending dihasilkan dari sebatang kayu solid yang lurus lalu di tekan sedemikian rupa hingga melengkung sesuai dengan radius yang diinginkan. Proses persiapan di area komponen tidak berbeda dengan komponen lurus lainnya.
Komponen dipanaskan, bisa dengan cara direbus atau elektrik sehingga kayu menjadi lebih lunak agar mudah dibentuk. Komponen ini diletakkan pada sebuah mesin/alat press yang telah memiliki bidang dengan radius tertentu dan pressing dilakukan selama beberapa waktu.
Waktu penekanan tergantung dari ketebalan kayu.

Harus diperhatikan pada waktu memilih bahan komponen untuk wood bending ini. Sebaiknya pilih serat kayu yang lurus dan tidak terdapat mata kayu. Kalaupun ada mata kayu, sejauh diameter dan kualitas mata kayu (mata kayu hidup atau mata kayu mati) tidak terlalu besar dibandingkan dengan lebar komponen, pengaruhnya terhadap kualitas wood bending tidak terlalu besar.

Layer Glued Panel
Prinsip pembuatannya mirip dengan proses pelapisan papan buatan multipleks. Apabila lembaran melengkung akan digunakan untuk misalnya dudukan kursi, vinir disusun melintang agar ketahanan belahnya menjadi lebih baik. Yang membedakan adalah pada proses penekanan telah disediakan permukaan sesuai dengan desain lengkungan. Ukuran panelpun terbatas. Proses ini termasuk lebih mahal dibandingkan dengan wood bending.
Apabila desain memerlukan lengkungan kaki yang lebih ekstrim, penyusunan lapisan dilakukan searah baik lapisan atas, tengah maupun lapisan paling bawah. Saya cantumkan di bawah ini sebuah contoh produk dari retailer tertentu yang menggunakan metode pelapisan ini.



Dari sisi biaya dan proses, Layer Glued Panel lebih mahal dan lebih rumit. Namun dari sisi estetika desain akan sangat memuaskan. Layer Glued Panel bukan wood bending. Lebih tepat apabila kita sebut laminasi kayu melengkung.

Jadi apabila kita mendengar istilah wood bending, lebih baik anda berhati-hati dalam hal penjelasan dan metode yang dilakukan. Wood bending akan selalu terbuat dari satu kayu solid yang dilengkungkan.

Membersihkan Sisa Lem Putih

Ini salah satu hal penting yang harus diperhatikan di area perakitan, para pekerja tidak membubuhkan lem putih dengan jumlah yang memadai pada area komponen untuk kontruksi. Bahkan lebih parah lagi mereka hanya membubuhkan lem 'sekedarnya' pada lubang pen. Tidak sama sekali pada komponen pen.
Kualitas sambungan tersebut menjadi sangat jauh berkurang, hanya mengandalkan kekencangan sambungan. Dalam jangka waktu yang pendek konstruksi tersebut tidak akan kuat bertahan.

Beberapa alasan yang terkemuka dari para pekerja biasanya adalah agar aplikasi dan pengerjaan menjadi lebih cepat dan tidak perlu membersihkan sisa 'luberan' lem pada saat terjadi tekanan dengan klem. Selain itu pula dengan membuat sambungan cukup kencang bahkan sebelum dirakit dengan lem, maka fungsi lem menjadi alat bantu saja.


Hal ini sangat tidak dibenarkan dalam teknis konstruksi kayu karena jika tidak ada ikatan lem akan membuat sambungan tersebut terlepas ketika terjadi penyusutan. Apabila jumlah lem diperbanyak, akan terjadi 'kelebihan' jumlah lem ketika kontruksi ditekan dan ini yang sering menjadi alasan karena kesulitan untuk membersihkan sisa lem. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi hal ini.

Busa Basah
Jangan terlalu basah sehingga pada waktu membersihkan tidak meninggalkan sejumlah air pada sudut kontruksi. Cara ini bagi beberapa jenis produk kurang tepat karena air yang membasahi lem bisa menyebarkan lem tersebut lebih luas dan lapisan tipis lem tersebut akan menghalangi bahan finishing meresap lebih jauh ke dalam kayu.
Lapisan sangat tipis ini juga akan membuat noda keputih-putihan dan akan sangat jelas terlihat apabila finishing anda berwarna gelap.

Sikat Gigi
Segelas air dengan sikat gigi sangat efektif membersihkan lem pada waktu lem masih basah terutama pada sudut-sudut yang sulit. Sediakan selalu alat bantu sederhana ini di samping setiap operator perakitan.

Pahat
Biarkan lem mengering bersamaan dengan perakitan. Lalu dibersihkan dengan menggunakan pahat dan usahakan untuk tidak menggores benda kerja. Ini cara paling tepat dan baik untuk produk tapi tidak bisa dilakukan dengan cepat.


Safety Instruction!
Beberapa jenis lem mengandung bahan kimia dan reaksi yang berbeda terhadap kulit kita. berhati-hatilah pada saat mengaplikasikannya. Gunakan selalu sarung tangan apabila perlu dan usahakan kulit kita tidak bersentuhan secara langsung dengan lem tersebut.

download artikel

Mengatasi Konflik Prioritas pada team QC

QC di beberapa pabrik kayu yang saya kunjungi masih dikategorikan sebagai bagian dari team produksi. Secara struktural mereka berada di bawah pengawasan kepala pabrik tapi belum tentu sejajar dengan kepala produksi. Dalam arti wewenang yang dimiliki seorang manager QC masih banyak dipengaruhi oleh bagian produksi.
Ini salah satu kelemahan sebuah pabrik yang belum memiliki Quality Manual di dalam operasionalnya. Dalam salah satu kunjungan saya ke salah satu pabrik furniture indoor beberapa waktu lalu, saya melakukan sebuah wawancara tersembunyi pada salah seorang QC di dalam pabrik dan keterangan-keterangan yang dia berikan cukup membuat saya kaget.

Menurut beliau jika terjadi masalah kualitas pada produk yang akan diekspor, mereka bertanggungjawab penuh terhadap masalah tersebut. Hal ini kedengaran masih wajar dan masuk akal sebagaimana tugas utama seorang QC. Akan tetapi di pihak lain manajemen meminta mereka untuk memperhatikan jadwal pengiriman. Artinya, apabila terjadi keterlambatan produksi, tidak sesuai jadwal dan akhirnya pengiriman terlambat maka QC bertanggung jawab pula karena mereka membuat proses produksi menjadi lambat dengan banyaknya cacat produksi yang mereka temukan atau mereka block di ruang produksi.

Konflik
Ini dua hal yang sama sekali bertolak belakang dan akan selalu terjadi konflik di dalamnya. Satu sisi para QC tersebut ingin produknya memiliki kualitas sesuai standar namun mereka mendapatkan tekanan untuk membantu produksi agar tidak terjadi keterlambatan. Jika anda memiliki situasi seperti ini di dalam area produksi anda, lebih baik anda perbaiki secepat mungkin.
Kualitas dan jadwal bagaikan minyak dan air yang tidak pernah bisa disatukan. Akan senantiasa terjadi konflik di dalamnya tetapi konflik itu tidak boleh terjadi hanya di dalam satu personal atau team. Masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda dan bertolakbelakang.

Lebih baik kualitas yang anda inginkan, lebih lama pula waktu yang anda perlukan. Lebih pendek waktu yang anda miliki maka lebih rendah pula kualitas yang dihasilkan. Oleh karena itulah, apabila konflik terjadi di antara 2 pihak, masing-masing akan memberikan hasil yang terbaik sehingga anda sebagai manajer atau direktur bisa mendapatkan kombinasi yang terbaik pula dari mereka.


Ini inti dari team QC yang independen. Biarkan mereka bekerja semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil kualitas yang terbaik, dan gunakan tekanan dari QC ini kepada bagian produksi sehingga produksi akan terpacu untuk menghasilkan produk yang selalu berkualitas. Pada satu titik tertentu kejenuhan masing-masing team, anda sebagai manajer/marketing atau direktur bisa membuat keputusan apakah perlu meminta konsumen tambahan waktu atau menjelaskan kepada mereka bahwa barang akan terkirim kepada mereka tepat waktu dengan beberapa cacat produksi yang mungkin bisa diterima.

Pada akhirnya sebenarnya anda bisa menyerahkan keputusan tersebut kepada konsumen.

Hanya Satu Prioritas
Seorang atau sebuah team QC tidak mungkin diberikan sekaligus 2 (dua) tanggung jawab yang bertolakbelakang. Menempatkan standar kualitas di atas jadwal ataupun desain adalah yang utama. Perlu menjadi pemikiran tapi bukan untuk faktor yang mempengaruhi keputusan dalam hal kualitas.
Jadi sebaiknya dalam struktur dan pelaksanaannya, QC harus benar2 terpisah dari struktur organisasi pabrik. Untuk lebih ekstrem dan kuat lagi team QC bisa dianggap sebagai pihak ketiga dari perusahaan.

Prinsip Kerja Mesin Serut Kayu (Planer)

Permukaan kayu hasil dari gergajian harus melalui proses penyerutan sebelum bisa di finishing. Penyerutan prinsipnya adalah membersihkan permukaan kayu dari cuttermark dan meratakan permukaan kayu sehingga seluruh permukaan sama tinggi dan membuat keempat sisi kayu bersudut 90°


Pada waktu anda ingin menggunakan mesin planer ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan agar hasil serutan tidak terdapat cacat (cuttermark, pecah, burnt-mark) dan terhindar dari pengulangan.

Penyetelan mesin

Sebelum menjalankan mesin, cek kapan terakhir kali pisau diasah dan pastikan bahwa mata pisau masih tajam. Peganglah prinsip 'Tukang kayu yang baik adalah tukang yang memiliki alat kerja yang senantiasa tajam'. Kemudian periksa kedudukan daun meja mesin bagian depan dan belakang. Daun meja belakang PASTI & HARUS berada lebih rendah daripada daun meja depan. Perbedaan ketinggian ini sebesar ketebalan kayu yang diserut pada waktu sekali jalan. Level perbedaan yang ideal adalah antara 1-4mm. Jangan terlalu tebal karena berarti anda memaksa mesin untuk bekerja lebih berat.
Panel penghantar yang berfungsi untuk me(ng)kontrol sisi-sisi kayu menjadi siku 90° harus berada pada posisi yang benar dan stabil. Pastikan anda telah mengencangkan panel ini sebelum menjalankan mesin.

Jangan lupa pasang penutup pengaman pisau yang biasanya telah menjadi satu bagian dengan mesin.


Cara Kerja

Setelah mesin menyala, pastikan bahwa kayu telah menempel panel penghantar (bagian samping) ketika masih berada di meja belakang. Lakukan dorongan kayu ke depan pada kecepatan yang sesuai dan stabil. Apabila terlalu cepat mendorong akan mengakibatkan cuttermark pada permukaan kayu (permukaan bergelombang), namun apabila terlalu lambat akan mengakibatkan burnt-mark, yaitu noda seperti bekas terbakar karena putaran pisau tidak mengiris kayu sama sekali. Burnt-mark juga bisa ditimbulkan karena pisau tumpul.



Begitu benda kerja telah melewati poros pisau, lakukan tekanan HANYA pada MEJA DEPAN dengan tetap memberi sedikit tekanan ke arah panel penghantar.

Mengapa? Setelah benda kerja melewati pisau, meja depan mesin menjadi patokan kayu agar tetap rata.


Safety

Pada waktu mendorong benda kerja, posisi tangan tidak boleh terbuka. Jari-jari tangan harus selalu rapat dan terletak di atas benda kerja. Atau untuk ukuran kayu yang kecil cukup gunakan jari telunjuk dan ibu jari. Jari telunjuk untuk menekan kayu ke arah penghantar, dan jepitan kedua jari untuk mendorong kayu ke depan.

Apabila benda kerja tipis, bagian pisau yang terbuka di atas permukaan meja harus selalu ditutup dengan pengaman mesin yang telah tersedia.


Bentuk Kayu

Ketika terdapat kayu yang melengkung, awal pertama penyerutan harus pada sisi yang cekung baik untuk permukaan daun meja mesin atau penghantar. Berarti kedua ujung kayu (depan dan belakang) harus menyentuh daun meja dan penghantar.

download artikel

Persiapan Permukaan Kayu sebelum Finishing

Prinsip pertama dan yang utama pada persiapan kayu sebelum finishing adalah untuk membersihkan defect dan cacat kayu sebersih mungkin. Walaupun pada kayu akan tetap ada cacat yang tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dalam hal ini anda perlu mendefinisikan cacat mana yang tergolong minor (kurang penting) dan mana yang tergolong major (penting) sehingga anda bisa menentukan apakah cacat tersebut bisa diterima dengan sistem finishing yang akan anda pakai.

Kebiasaan
Mempersiapkan permukaan untuk finishing seharusnya berawal dari pemilihan bahan baku furniture, sejak anda memilih kayu sebelum diproses ke komponen dengan mempertimbangkan cacat kayu misalnya bebas dari mata kayu, pin holes, blue stain, sapwood atau retak.

Kemudian ketika komponen belum dirakit, permukaan kayu yang bisa diamplas sebisa mungkin lakukan pengamplasan sebaik mungkin sebelum perakitan karena ini akan sangat membantu anda mendapatkan hasil kualitas yang terbaik.
Selayaknya pula kebanyakan jenis finishing berfungsi untuk me(ng)ekspos) serat kayu yag menjadi nilai tinggi dari kayu tersebut.

Kertas Amplas
Beberapa jenis amplas dibuat berdasarkan jenis material. Ada amplas yang khusus dibuat untuk kayu yang keras misalnya. Pilihlah kertas amplas yang tidak mudah rontok.
Kebanyakan orang berpikir bahwa apabila menggunakan kertas amplas yang paling halus berarti akan mendapatkan permukaan kayu yang baik pula. Ini tidak benar, lebih baik pengamplasan dilakukan secara bertahap berdasarkan grit amplas.

Setelah melalui proses mesin atau alat tukang kayu (ketam, serut dll), grit amplas pertama yang optimal bisa menggunakan no 80/100 untuk memotong esrat besar, marking mesin dan ujung-ujung kasar lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan grit 120, 220/240. Pada level ini garis-garis kasar serat sudah tidak terlihat lagi. Apabila anda perlu melanjutkan dengan grit 320 tidak masalah dan ini juga tergantung dari jenis kayu yang digunakan. beberapa jenis kayu keras terutama memang memerlukan pengamplasan hingga grit 320 sebelum finishing.


Metode Pengamplasan
Anda boleh mengamplas berlawanan arah serat hanya pada pengamplasan PERTAMA, berarti pada waktu menggunakan amplas kasar (grit 80/100). Langkah ini berfungsi untuk mempercepat dan memotong serat kayu yang kasar dan membersihkannya dari cacat-cacat kayu lebih cepat, kemudian pengamplasan harus dilanjutkan HANYA searah serat kayu hingga sebelum bahan finishing diaplikasikan. Apabila pengamplasan dilakukan secara manual, sebaiknya gunakan sebatang kayu yang dilapis dengan bahan lebih lunak (softboard) ukuran sekitar 80x40x20mm sebagai 'klos' amplas. Klos ini akan membantu membuat alur pengamplasan lebih rata dan datar. Selain itu pula tangan anda terhindar dari kemungkinan luka karena goresan.

Bekas Lem dan Debu
Bekas lem sebaiknya dibersihkan bersamaan pada waktu perakitan ataupun ketika lem setengah kering. Terutama pada sudut-sudut kontruksi, pengamplasan perlu dilakukan dengan hati-hati. Setelah itu bersihkan pula debu-debu yang menempel karena pengamplasan dengan alat semport angin bertekanan atau kain kering yang bersih.
Sebisa mungkin bahan finishing LANGSUNG diaplikasikan begitu benda kerja bersih dari debu. Jangan menunda terlalu lama karena debu akan kembali menempel dalam beberapa jam.

Hardware
Penyetelan dan pemasangan hardware harus dilakukan sebelum finishing. Paling ideal semua hardware harus dilepas bahkan ketika anda melakukan pengamplasan untuk menghindari goresan pada engsel atau kunci yang bisa mengakibatkan karat. Dan kemudian pasang kembali hardware tersebut ketika finishing telah mencapai tahap akhir dan KERING. Namun apabila ini tidak memungkinkan sebaiknya seluruh permukaan hardware ditutup dengan plastik atau bahan yang tidak tembus cairan sehingga terlindung dari reaksi dengan bahan finishing.

Meratakan Lis Samping

Top table meja kerja yang terbuat dari plywood pada bagian sampingnya (seluruh sisi tebal) harus ditutup dengan list kayu sehingga kita mendapat daun meja dengan kualitas yang baik. Karena lis samping lebih tebal dari multipleks maka harus dilakukan penyerutan sepanjang sisi lis samping.

Pekerjaan ini bisa dikerjakan secara manual maupun masinal. Pada proses manual cukup mudah karena kita bisa mengatasi resiko pecah tersebut dengan hati-hati. Pada saat menggunakan mesin tangan perata list samping ataupun mesin spindle, pada bagian sudut beresiko pecah yang disebabkan karean dorongan mesin tangan dan penyerutan yang melintang serat kayu.

Untuk mengatasi hal ini kita bisa pasang sebuah klos kayu pada sisi lis yang melintang arah mesin tangan perata lis. Klos kayu tersebut diikat dengan klem agar dapat meredam dorongan dan tekanan ke arah lis samping.

Pada gambar ilustrasi di atas anda perhatikan klos (berwarna abu-abu) menahan lis samping. Anak panah besar berwarna merah adalah arah gerakan mesin tangan perata lis. Lakukan posisi sebaliknya apabila anda hendak meratakan lis samping pada sisi yang lain.
Gunakan kayu untuk klos penahan yang kekerasannya minimal sama dengan lis samping.

Memahami Papan Buatan (2)

Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang bagaimana memahami plywood sebagai bahan alternatif. Tapi rasanya artikel tersebut kurang fokus terhadap penjelasan tentang karakteristik bahan tersebut. Pada posting kali ini akan saya kemukakan lebih luas tentang papan buatan (plywood termasuk salah satu papan buatan). Dalam istilah internasional disebut 'engineered wood'. Berbagai jenis papan buatan telah diproduksi sesuai dengan teknologi yang lebih maju dan permintaan konsumen akan bahan baku yang lebih baik, hemat dan lebih 'environmental friendly'.


Multipleks
Papan buatan yang dibuat dari beberapa lapisan kayu tipis dan disusun pada arah saling melintang dengan setiap lapisan. Lapisan-lapisan tersebut disebut vinir. Jumlah lapisan multipleks SELALU GANJIL, tidak genap. Tidak ada alasan lain selain alasan teknis yaitu bahwa dalam setiap susunan vinir multipleks, arah serat lapisan paling luar HARUS tersusun searah. Setelah itu bagian isinya diatur melintang serat vinir.
Alasan ini untuk menutupi kelemahan kayu yang mudah pecah dan terbelah pada arah seratnya. Lapisan paling tengah (core) arah seratnya selalu melintang arah serat vinir paling luar, berapapun jumlah lapisannya.
Dilihat dari segi konstruksi, kekuatan dan proses saat ini multiplek termasuk bahan yang paling baik di antara papan buatan lainnya.

Softboard
Bentuk papan buatan yang dibuat dari serbuk gergaji dan amplas. Proses pembuatannya mirip dengan MDF, namun dengan kerapatan bahan yang lebih kecil. Bahan ini adalah bahan yang anda sering pakai untuk papan pengumuman yang bisa ditusuk dengan jarum untuk menempelkan brosur atau kertas pengumuman.


Chipboard
Dibuat dari serpihan kayu dari hasil kerja mesin, dicampur dengan lem dengan tekanan tinggi. Tidak ada proses peleburan seperti dalam MDF. Bahan ini biasanya anda lihat sebagai bahan untuk packing peralatan mesin, pallet, atau box barang pada waktu pengiriman.

Blockboard
Cara pelapisannya sama dengan multipleks. Yang membedakan adalah jumlah lapisan dan ukuran kayu inti pada lapisan paling tengah. Untuk lebih detailnya anda bisa lihat disini.

Hardboard
Papan buatan ini memiliki densitas yang sangat tinggi dan pemakaian paling banyak adalah dengan ketebalan kurang dari 6mm. Menutupi kekurangan MDF yang tidak memiliki daya tahan baik pada ketebalan di bawah 6mm. Papan ini sering juga disebut High Density Fiber.

MDF (Medium Density Fiber)
Bahan yang sangat baik dan kuat untuk interior furniture. Kelemahan yang ada pada sisi tebal dan ketiadaan serat pada permukaan bukan suatu masalah yang sulit diatasi. Detail penjelasan ada disini.

Dari sekian jenis papan buatan tersebut di atas memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing sesuai dengan area komponen perabot yang ingin anda terapkan. Standar ukuran dari semua jenis papan tersebut adalah 1220mm x 2440mm. Ukuran lebar terutama adalah untuk menyesuaikan dengan mesin pembuat papan buatan.

Proses Pengeringan Kayu

Pada jenis kayu tertentu (Pinus misalnya) secepat mungkin harus dikeringkan segera setelah selesai penggergajian untuk mencegah blue stain dan retak kayu. Untuk jenis kayu keras lainnya masih bisa menunggu beberapa hari atau bahkan minggu tetapi penumpukan kayu harus hati-hati dan di area yang tidak lembab.

Langkah paling awal yang harus dilakukan adalah mengelompokkan kayu menurut jenisnya. Tidak direkomendasikan meletakkan jenis kayu yang berbeda ke dalam ruang Kiln Dry yang sama. Jadwal untuk mulai pengeringan bisa bersamaan pada waktu dan hari yang sama, itu bukan masalah.

Sebaiknya kelompokkan kayu menurut ketebalan yang sama, kemudian apabila memungkinkan sesuaikan lebar dan panjang kayu. Kayu paling tebal sebaiknya diletakkan di bawah dan kayu yang lebih tipis di atasnya. Siapkan tumpukan ini di luar pintu Kiln Dry, siap dimasukkan dengan forklift. Apabila terdapat keterbatasan alat kerja, penumpukan bisa dilakukan langsung di dalam ruang Kiln Dry secara manual.

Inspeksi ruang Kiln Dry
Lakukanlah inspeksi ruang pengeringan sebelum anda mulai membuat tumpukan. Pemeriksaan terhadap kondisi ruang pengeringan, peralatan bantu dan alat ukur misalnya sangat penting dilakukan. Apabila anda membutuhkan contoh formulir untuk inspeksi ruang kiln dry, silahkan kirimkan permintaan ke info@tentangkayu.com

Distribusi uap panas bisa mulai dilakukan setelah pintu kiln dry tertutup. Perlu diperhatikan untuk tidak menaikkan temperatur terlalu cepat ke dalam chamber. Bisa dimulai dari 50 °C selama beberapa hari kemudian dinaikkan sedikit demi sedikit hingga 80 °C. Temperature ini selama pengalaman saya adalah level aman untuk kiln dry. Mengapa? Selain pengeringan tidak terlalu cepat karena uap air 'dipaksa' keluar terlalu cepat, batas suhu udara ini juga akan menghindarkan kita dari bahaya kebakaran. Lagipula pada suhu ini serangga pemakan kayu yang mungkin masih berada di dalam kayu tidak akan bertahan hidup pada suhu ini.

Yang paling penting adalah untuk menjaga kestabilan suhu udara ini selama beberapa hari hingga level MC memenuhi syarat. Itulah mengapa sangat penting untuk tidak meninggalkan kiln dry yang sedang bekerja, sama sekali tanpa penjagaan. Perlu ada pengawasan selama 24 jam di dalam proses pengeringan. Kita bisa memantau perkembangan pengeringan dan ada orang yang menjaga kestabilan suhu dengan menjaga tungku pembakaran (boiler) tetap menyala.
Ruang kiln dry biasanya didesain memiliki sebuah pintu kecil (bisa di depan atau di belakang) untuk kontrol suhu udara, humidity dan juga MC kayu secara berkala. Pintu ini dibuat agar kita tidak perlu membuka pintu utama sehingga ketetapan suhu akan senantiasa terjaga. Kiln Dry yang lebih baik memiliki jarum pengukur dan meteran di dalam ruangan sehingga tidak perlu membuka & menutup pintu berulang kali.

Waktu yang dibutuhkan hingga kayu kering pada level tertentu sangat bervariasi, tergantung dari jenis kayu dan kekerasannya. Antara 12 - 18 hari hingga MC level berada pada 10-14 %. Jenis kayu lain kadang membutuhkan waktu hingga 30 hari.


Bagaimana Proses Ini Berjalan?
Boiler menyalurkan uap panas ke dalam ruang pengeringan dengan kecepatan tertentu dan suhu tertentu. Uap panas ini membuat sehu udara di dalam Kiln Dry chamber meningkat. karena ukuran dan colume ruang yang besar, terdapat kipas di dalamnya untuk membuat aliran sirkulasi udara panas merata di dalam ruangan. Agar udara panas tersebut berjalan melalui sela-sela tumpukan kayu. Itulah mengapa sangat penting memperhatikan cara penumpukan di dalam ruang KD.
Suhu panas tersebut membuat kayu 'berkeringat' dan melepaskan kandungan air ke udara. Terdapat kipas lain yang bertugas untuk mengalirkan udara lembab (dari 'keringat kayu') keluar ruangan kiln dry. Proses ini berjalan terus menerus hingga sebagian besar kandungan air di dalam kayu 'terhisap' ke udara bebas. (lihat skema gambar)


Kayu kering (dried sawn timber) setelah keluar ruang KD harus diletakkan di area yang terlindung dari panas dan hujan. Paling tidak bangunan yang beratap dan tidak bocor. Akan lebih baik kalau terdapat dinding dengan ventilasi udara yang baik.

Tidak Kurang Dari 25 M3/chamber
Apabila anda ingin membangun kiln dry baru, sebaiknya kapasitas setiap ruangan tidak kurang dari 25 M3. Volume kayu ini tidak seimbang dengan biaya yang dibutuhkan untuk proses penumpukan, alat kerja dan energi pemanasan. Terkecuali bila anda telah memperhitungkan biaya tersebut seminimal mungkin sehingga berapapun volume kayu tidak akan membuat anda rugi.

Engsel Sendok Sesuai Posisi Pintu

Salah satu kemudahan menggunakan engsel sendok yaitu posisi pintu terhadap dinding sampingnya. Terdapat 3 kemungkinan yang anda bisa lakukan, yaitu pintu dalam, pintu luar dan pintu di tengah. Dua posisi pertama bisa anda lakukan dengan engsel kupu-kupu dan engsel piano, namun posisi ketiga agak sulit. Anda perlu menambah satu batang kayu di antara kedua pintu agar engsel-engsel tersebut dapat diaplikasikan.

Engsel Bengkok
Digunakan untuk pintu dalam, artinya permukaan pintu ketika tertutup akan sama rata dengan sisi tebal dinding samping kabinet sehingga sisi tebal dinding kabinet akan terlihat. Untuk posisi ini anda perlu menggunakan tipe engsel sendok dengan bukaan sudut 110° - 125°.
Bagian penting pada waktu penyetelan pintu dalam adalah lokasi kaki/sepatu engsel. Walaupun demikian ini tidak akan menjadi masalah besar karena engsel bisa diatur apabila posisi tidak tepat.

Engsel Lurus
Sesuai untuk pintu Luar. Pada hasil akhir pemasangan hanya bagian pintu yang nampak dari luar. Sisi tebal dinding samping tertutup oleh daun pintu. Proses pemasangan hampir sama, jarak lubang dan titik sekrup pada pintu tidak berubah. Yang berbeda adalah ukuran pintu.

Engsel 1/2 Bengkok
Dipakai untuk pintu yang hanya menutupi setengah ketebalan dinding kabinet. Yang dimaksud di sini adalah adanya pertemuan 2 pintu pada satu dinding kabinet. Berarti akan ada celah di antara pintu, di depan sisi tebal dinding kabinet. Lokasi pintu prinsipnya berada di luar namun hanya setengah dari ketebalan dinding kabinet.
Pada dasarnya anda bisa menggunakan engsel sendok LURUS (edited) untuk semua jenis pintu. Konstruksi bisa diakali dengan menambahkan klos kayu atau bahan lain untuk membuat posisi pintu lebih dalam. Namun cara ini tidak direkomendasikan karena dari segi estetika kurang menguntungkan.

Proses Finishing Kayu Menggunakan NC Lacquer

Sekarang anda sudah memutuskan untuk menggunakan NC lacquer sebagai bahan finishing untuk produk furniture anda. Dengan berbagai macam warna stain (pewarna) yang tersedia di pasaran, kini kita perlu mengetahui prosess finishing dengan bahan ini.

Sanding; Pengamplasan benda kerja kita harus lakukan hingga permukaan kayu/plywood halus. Halus di sini berarti tidak ada serat-serat yang tegak ke permukaan dan bebas dari ujung yang runcing. Sebaiknya lakukan proses ini dengan baik agar hasil akhir finishing menjadi baik pula. Grade kertas ampelas yang digunakan pada langkah ini berawal dari 120 dan 240.

Wood Filler: Untuk menutupi pori-pori kayu yang terlalu besar ataupun lubang karena cacat pada waktu pengerjaan. Carilah warna wood filler yang mendekati sama dengan warna kayu atau warna akhir finishing.

Base Coat; lapisan dasar NC di aplikasikan setelah permukaan benda kerja selesai diamplas. Cara ini menggunakan metode spray dan sebaiknya viscositasnya minimal sama dengan yang telah direkomendasikan oleh perusahaan cat. Sedikit lebih kental akan membantu percepatan penutupan pori-pori kayu.
perhatian: Bahan baku untuk base coat berbeda dengan bahan baku untuk top coat!

Staining: Pewarnaan dilakukan dengan metode semprot juga. Beberapa tukang kayu memilih melakukan proses pewarnaan sebelum base coat. Aplikasi dilakukan dengan metode wipping. Ada pula yang mencampur wood stain dengan bahan base coat sehingga pada waktu pelapisan pertama sekaligus bisa mendapatkan warna yang diinginkan. Pilihan cara tersebut tergantung dari hasil pewarnaan yang anda inginkan.

Top Coat: lapisan Paling Atas sebaiknya tidak dicampur dengan warna. Viscositas lebih encer akan lebih baik karena top coat bisa dilakukan lebih dari satu kali.

Pada setiap langkah aplikasi selalu lakukan pengamplasan dengan kertas ampelas grade 240-320. Khususnya setelah proses base coat, lebih baik apabila menggunakan kertas ampelas bekas sehingga goresan ampelas tidak terlalu dalam. Beberapa merka bahan finishing mungkin akan memberikan rekomendasi langkah yang sedikit berbeda, mengapa? Kadang-kadang mereka memiliki jenis bahan kimia yang memerlukan langkah khusus dan terpisah mengingat cara pencampuran, proporsi bahan finishing belum tentu sama antar perusahaan satu dengan yang lain.

Engsel untuk Perabot Kayu

Engsel seperti apa yang ingin anda pakai untuk memasang pintu almari atau komponen lain? Bagaimana anda akan menentukan jenis engsel terbaik untuk kontruksi tersebut? Pertanyaan ini sederhana saja, hanya perlu sedikit pertimbangan sebelum anda menentukan. Engsel yang paling umum dan sering digunakan pada perabot terutama kayu ada 4 macam, yaitu engsel kupu-kupu, engsel piano, engsel sendok (saya meminjam istilah ini dari instansi pendidikan tertentu) dan engsel tersembunyi.


Engsel kupu-kupu paling sederhana dan mudah pemasangannya namun juga kurang fleksible. Karena bentuknya seperti sayap kupu-kupu, dari sinilah nama tersebut dibuat. Kekurangan lain dari engsel ini karena anda harus membuat 'takikan; pada pintu dan papan samping untuk tempat engsel. Tambahan pekerjaan ini selain sulit dilakukan oleh mesin juga kurang efektif.

Untuk menutupi kekurangan engsel kupu pada celah yang terdapat pada pintu dan papan samping (atau pada kusen), maka dibuat engsel piano. Engsel panjang menutupi seluruh permukaan samping pintu sehingga ketika pintu dibukapun kita tidak bisa melihat celah antara pintu dan dinding samping. Pemasangannya sedikit rumit dan lama.

Engsel sendok, saya pikir ini sebenarnya nama yang kurang tepat tapi sampai saat ini saya belum tahu nama yang lebih tepat untuk jenis engsel ini. Istilah internasionalnya disebut Concealed Hinge. Sangat baik untuk perabot di dalam ruangan terutama kabinet almari atau set dapur. Kelebihan yang dimiliki engsel sendok banyak sekali. Pemasangan mudah dan cepat, hasil akhir sangat halus dan rapi, hingga fleksibilitas yang tinggi setelah pemasangan.
Terdapat berbagai jenis engsel sendok tergantung pada type pintu yang anda ingin buat.
Dan yang paling menguntungkan adalah semua jenis engsel sendok terpasang tersembunyi di dalam kabinet. Satu kelemahannya sesuai pengalaman saya adalah ruang yang dipakai oleh engsel ini di dalam, karena engsel sendok seringkali membuat ruang dalam sebuah kabinet menjadi lebih kecil.

Mesin Dasar Industri Kayu

Terdapat bermacam-macam mesin kayu untuk membantu pekerjaan tukang kayu dalam proses produksi. Teknologi mesin hingga saat ini justru sudah menggunakan sistem komputerisasi pada berbagai mesin besar dan mesin kombinasi. Sekomplit apapun jenis mesin industri, dalam hal ini adalah mesin untuk proses produksi, adalah merupakan pengembangan dari berbagai fungsi dasar kerja mesin kayu.

Sebaiknya kita perlu memahami dahulu bagaimana prinsip dasar kinerja mesin kayu yang terdiri dalam beberapa kategori dasar.

Mari kita lihat satu persatu kategori tersebut.

Gergaji Belah & Potong
Mesin jenis ini bisa berupa circle saw atau band saw (gergaji pita) dengan fungsi utamanya adalah membelah kayu atau logs. Terdiri dari satu bilah gergaji lingkaran pada satu poros motor penggerak. Konfigurasi pemasangannya pada mesin bisa bermacam-macam. Anda bisa melakukan berbagai pekerjaan kayu dengan mesin ini misalnya: membelah kayu, memotong papan dalam berbagai sudut, membuat pen dan alur.

Prinsip kerja mesin ini adalah untuk membelah kayu hingga pada ukuran mendekati ukuran jadi. harus disisakan beberapa milimeter untuk proses pengetaman dengan mesin serut (planner)

Mesin Ketam/Serut (Planner)
Berfungsi untuk menghaluskan sisi kayu setelah proses penggergajian. Mesin ketam standar bekerja dengan menghaluskan permukaan satu demi satu sisi kayu. Hanya satu meja kerja yang terdapat pisau penyerut. Pada perkembangannya mesin ini bisa sekaligus menyerut 4 sisi kayu dan dikombinasi dengan jenis pisau lainnya.
Poros pisau terpasang horisontal dengan meja penghantar vertikal. Hasil kerja dari mesin ini harus menjadi ukuran final yang tidak mungkin lagi dikurangi kecuali dengan amplas. Hasil permukaan dari kerja mesin ini akan halus, lebih halus dari mesin gergaji karena tidak akan terdapat cuttermark sebesar gergaji.

Mesin Bor (Drilling)
Terdiri dari satu poros motor pada prinsipnya untuk membuat lubang pen, dowel atau lubang untuk sekrup dan alat tambahan lain yang berbentuk bulat. Perkembangannya saat ini mesin bor bisa untuk melakukan pengeboran beberapa lubang sekaligus pada satu permukaan secara horisontal maupun vertikal. Pengeboran sebaiknya dilakukan setelah seluruh permukaan kayu diserut dan dipotong pada ukuran jadi yang diinginkan.

Mesin Profile (Spindle)
Poros pisau terpasang vertikal (menghadap ke atas) pada sebuah permukaan meja mesin dan berfungsi untuk membuat bentuk profile pada sisi samping kayu. Jenis pisau bisa diganti sesuai dengan desain yang diinginkan. Pada kombinasi lain jumlah pisau bisa lebih dari satu dan seluruhnya terpasang secara vertikal. Proses bisa dilakukan setelah proses penggergajian karena hasil kerja mesin ini hampir sama dengan mesin serut, permukaan halus dan cukup dengan mesin amplas sebelum proses finishing.

Router
Prinsip dasarnya mirip dengan mesin bor vertikal namun kepala pisaunya memiliki bentuk dan desain yang berbeda. Karena router ini berfungsi untuk membuat alur pada permukaan kayu maka pisau berada pada posisi vertikal ke arah bawah. (berbalikan dengan mesin profile (spindle). Mesin Router didesain dengan kecepatan putar (rpm) jauh lebih tinggi dari mesin bor biasa.

Mesin-mesin yang disebutkan di atas adalah dasar dari semua mesin kayu yang saat ini terdapat di pabrik ataupun perusahaan penjual mesin. Banyak beberapa desain mesin menggabungkan fungsi dasar dari mesin di atas sehingga timbul nama mesin baru. Namun apabila anda sudah mengerti prinsip kerja dari mesin-mesin di atas akan sangat mudah untuk memahami cara kerja dari mesin yang lain.

download artikel

Viscositas

Istilah ini perlu dimengerti bagi operator semua jenis aplikasi finishing bahan cair. Apapun jenis dan type bahan finishing, aturan viscositas berlaku. Dalam pengertian sederhana viscositas bisa berarti kekentalan bahan finishing siap pakai. Ukuran viscositas diterapkan melalui rumus ml/detik.

Masing-masing jenis finishing dari perusahaan yang berbeda selalu memiliki informasi tentang berapa ukuran standar viscositas yang baik untuk bahan finishing produksi pabrik mereka. Keterangan ini harus selalu tertulis dalam MSDS (Material Safety Data Sheet) pada setiap liter bahan finishing.

Viscometer
Memiliki viscometer merupakan syarat mutlak bagi sebuah pabrik yang memiliki departemen finishing cukup besar karena ini merupakan alat kontrol yang memperngaruhi kualitas hasil finishing. Yang paling sederhana adalah viscometer cup yang berbentuk seperti tabung ukuran minyak dengan diameter kecil. Terdapat lubang kecil di bagian ujung bawahnya untuk jalan keluar cairan finishing.

Cara kerja alat ini cukup sederhana. Setelah bahan finishing dicampur dan diaduk sesuai dengan petunjuk dari produsen bahan finishing, masukkan tabung pengukur ke dalam drum atau ember yang berisi bahan finishing hingga tabung ukuran penuh, lalu angkat.
Seketika anda mengangkatnya, jalankan stopwatch untuk mengukur kecepatan aliran cairan finishing di dalam tabung ukur.

Kecepatan aliran bahan tersebut menentukan kualitas bahan finishing. Apabila aliran terlalu cepat dari standar produsen, berarti kandungan solvent terlalu banyak, dan bahan finishing terlalu encer. Proporsi antara bahan solvent dan bahan utama resin tidak seimbang. Ini akan berakibat hasil finishing terlihat tipis dan harus dilakukan secara berulang-ulang agar lapisan luar finishing sesuai dengan kualitas yang diinginkan.
Apabila aliran terlalu lambat, berarti bahan dasar finishing terlalu banyak, kandungan solvent terlalu kecil. Berarti pula bahan finishing terlalu kental. Bisa berkibat permukaan lapisan finishing tidak rata dan bergelombang. Bisa terlihat terutama pada permukaan lebar.

Namun apabila anda selalu mengikuti standar viscositas yang diberikan oleh pabrik cat belum tentu akan selalu baik bagi produk furniture anda. Pada langkah-langkah tertentu, lebih rendah atau lebih tingginya viscositas finishing bisa menghasilkan permukaan finishing lebih baik daripada standard dari pabrik cat.