Memilih Bahan Kayu untuk Kursi

Beberapa bagian khusus pada kursi berfungsi menahan beban dan tekanan pada saat kursi digunakan. Oleh karena itu memilih bahan baku kayu harus dilakukan secara hati-hati dan teliti. Tidak boleh asal memilih apalagi kursi adalah sebuah perabot rumah dan kantor yang sangat rentan dengan keselamatan konsumen saat pemakaian.
Perlu anda ketahui bahwa sebelum membuat kursi dalam produksi massal, pabrik besar dan buyer melakukan test di laboratorium khusus agar mereka yakin bahwa kursi yang akan diproduksi nanti akan berkualitas baik dan tidak membahayakan konsumen.

Sebagai awal proses, ketika kita telah berhasil memilih bahan baku komponen kursi dengan baik berarti setengah langkah untuk membuat kursi berkualitas telah dilewati. bagi anda pada bagian pembahanan dan kontruksi sebaiknya mengetahui jenis dan bagian kayu yang baik untuk kursi sebagai berikut:

  • Gunakan kayu yang keras untuk komponen bagian kaki belakang, kaki depan dan rail di bawah dudukan.
  • Pilih serat yang lurus terutama untuk kaki belakang.
  • Apabila anda tidak bisa menghindari mata kayu sebaiknya jangan letakkan mata kayu terlalu dekat dengan sambungan; terutama sambungan kaki belakang dengan rail apron. batasi pula ukuran mata kayu yang dipergunakan.
  • Sapwood akan selalu ada pada stok kayu anda, untuk memanfaatkannya, cukup gunakan pada dudukan atau jeruji sandaran. Bagian-bagian ini tidak menahan beban besar.
  • Jangan gunakan kayu berserat miring atau pendek. Hal ini beresiko komponen mudah pecah dan kursi akan patah, berbahaya bagi konsumen.

Apabila anda telah melalui proses ini dengan baik, langkah selanjutnya memilih penggunaan jenis kontruksi yang akan digunakan.

List Samping Papan Buatan

Untuk menutup kelemahan papan buatan pada sisi tebalnya, kita perlu menutup sisi tebal papan buatan dengan bahan lain sehingga air tidak mudah masuk. Ada berbagai cara dan jenis bahan yang bisa dilakukan. Penutupan sisi tebal ini dikenal dengan sebutan 'lis samping'. Bahan paling mudah yaitu dengan kayu solid. Saat ini pula sudah lebih banyak variasi bahan seperti plastik, karet atau bahan sintetis lainnya yang akan kita bahas pada artikel terpisah.


Pemasangan lis kayu bisa bermacam-macam cara dan fungsi. Kita akan mulai dengan melihat dari konstruksinya dahulu.

Tempel Biasa
Tidak ada konstruksi apapun kecuali lem. Penampang lis kayu hanya berbentuk persegi panjang, bujursangkar atau setengah lingkaran tergantung desain. Tetapi bagian yang datar yang menempel ke sisi tebal papan buatan.

Lidah & Alur
Lis kayu sebagai lidah konstruksi dan alur dibuat sepanjang sisi tebal papan buatan. Tetap harus memperhatikan aturan membuat pen & lubang. Konstruksi yang bagus karena bidang lem lebih luas dan lis kayu menempel lebih kuat pada sisi tebal.

Kayu Isian
Alur dibuat pada lis dan sisi tebal papan buatan. ukuran, jarak dan kedalaman harus sama agar penempatan isian (terbuat dari triplek 4mm) bisa tepat dan seimbang.
(!) Belah kayu isian yang terbuat dari triplek 4mm pada arah yang benar. Panjang kayu isian harus searah dengan serat kayu pada permukaan triple. Ini berarti bagian paling tebal triplek pada arah serat berlawanan dan kuat untuk menahan konstruksi.

Pen Bulat (dowel kayu)
Konstruksi ini biasanya digunakan untuk lis yang lebar dan panjang sehingga akan mempercepat proses pelapisan. Perlu diperhatikan panjang pen bulat yang digunakan dan kedalaman lubang bor pada lis pelapis. Lubang jangan terlalu dalam agar pada waktu 'pembersihan' lis dengan serut manual atau mesin amplas, lubang tidak tembus.

Persiapan kayu untuk lis sebelum pemasangan perlu diperhatikan. berikan kelebihan tebal lis kira-kira 1-2mm pada setiap permukaan plywood. Apabila anda menggunakan plywood dengan tebal 18mm, berarti buat lis kayu dengan lebar minimal 20mm. Hal ini penting sekali untuk menghindari cacat penempelan lis karena kesalahan konstruksi, lubang tidak tepat di tengah, cacat fisik kayu atau kesalahan pada waktu pengerjaan.

Alat Bantu Aplikasi Lem Kayu

Mungkin sebaiknya kita bahas sedikit tentang bagaimana lem kayu bekerja. Yang kita maksud di sini adalah lem jenis lambat kering atau istilah awamnya adalah lem putih. Ketika kita oleskan lem ke permukaan kayu secara merata, resin lem perlahan meresap ke dalam kayu untuk membentuk ikatan dengan kayu. Kedua bidang kerja harus dilapisi lem dalam waktu bersamaan.

Sebelum lapisan lem tersebut mengering, komponen dihubungkan sehingga partikel lem yang ada di permukaan bisa menyatu. Kita harus biarkan komponen tetap terhubung hingga lem benar-benar kering.

Dengan dasar inilah, seluruh permukaan kayu untuk kontruksi harus dilumuri lem dengan benar. Yang menjadi masalah adalah seringkali tukang atau pekerja di dalam pabrik tidak memperhatikan hal ini. Dengan alat sekedarnya, misal: sebatang kayu dowel kecil atau stik. Untuk lubang dowel ini sangat efektif, tapi untuk jenis permukaan yang lain kita harus gunakan alat bantu yang berbeda.

Botol lem berlubang dua sisi
Kita bisa gunakan botol plastik yang memiliki ujung runcing (botol bekas kecap atau saus). Bisa digunakan dengan dua versi lubang. Dengan satu lubang dibagian ujung (seperti sebagaimana kita lubangi ujung botol kecap) botol lem ini sangat efektif untuk pengeleman lubang dowel saja karena bidang yang terkena lem sangat sempit.

Versi kedua kita bisa lubangi ujung kepala botol 2 lubang pada bagian sisinya, BUKAN bagian ujung depan. Lubang di sisi samping sangat efektif pada proses pengeleman alur kontruksi, lubang pen dan dowel kayu karena secara bersamaan samping kanan kiri lubang akan terisi lem.

Kuas
Ukuran lebar paling ideal maksimal 1 inch (25mm). Sangat tepat untuk bagian pen konstruksi atau untuk mengisi sela-sela lubang ekor burung, pen terbuka, atau permukaan kayu yang tidak terlalu lebar. Aplikasi persis sama seperti mengecat dan ini jumlah lem yang paling ideal untuk konstruksi. Gunakan kepala kuas yang lebih kecil untuk lubang pen yang kecil.


Roll
Pekerjaan laminating kayu harus cepat dan hanya bidang lebar yang perlu pengeleman. Roll suatu alat bantu paling tepat untuk pekerjaan ini. Kita bisa gunakan roll besar (untuk cat tembok) pada bidang luas dan roll kecil (cat minyak) pada bidang yang lebih kecil.

Pada awalnya cara-cara ini terlihat rumit dan lama, akan tetapi anda akan mendapatkan manfaatnya dari kualitas yang lebih baik pada produk anda.

Download artikel

Mencegah Kayu Melengkung Setelah Kiln Dry


Proses pengeringan yang benar tidak menutup kemungkinan kayu akan tetap bisa melengkung. Karena arah serat kayu, penyusutan bisa membuat kayu berubah bentuk. Di dalam ruang kiln dry, proses pe(ng)hisapan air dari dalam kayu tidak sama pada semua permukaan. Ini yang membuat kayu tetap bisa melengkung.

Namun dengan berat kayu itu sendiri telah cukup membantu kayu tidak berubah bentuk terlalu banyak, terutama kayu yang terletak pada tumpukan bagian tengah ke bawah. Beban tersebut menahan kayu 'menggeliat' sehingga bentuk kayu tetap terjaga.

Resiko melengkung terjadi pada tumpukan kayu paling atas. Selain beban yang tidak begitu besar untuk menahan gerakan kayu, pengeringan juga berjalan lebih cepat karena bagian atas menjadi 'jalur utama' sirkulasi udara panas.

Untuk mengurangi kerugian akan penyusutan tersebut kita bisa letakkan beban berat di atas setiap tumpukan. Lebih banyak dan lebih berat lebih baik, akan tetapi perlu diingat sebaiknya beban tersebut tidak terbuat dari logam. Selain membahayakan ruang pengeringan juga bisa merusak kayu yang berada tepat dibawahnya. Kerusakan bisa berupa noda bekas terbakar hitam atau lubang tekanan.

Kita bisa menggunakan batu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga stabil dan mudah di angkut secara manual atau bisa juga menggunakan cetakan beton.
Jumlah beban diusahakan seluas mungkin (rata) dan menutupi hampir semua permukaan bidang tumpukan untuk memperkecil ruang gerak kayu untuk melengkung.

Hal ini sebagai salah satu cara untuk menambah rendemen kayu setelah Kiln Dry.

Membuat Konstruksi Ekor Burung


Sesuai namanya, kontruksi ini memang berbentuk seperti ekor burung. Dan kekuatannya terletak pada bentuk menyudut pen yang lebih lebar pada arah keluar sehingga memiliki daya tahan terhadap gaya tarikan. Konstruksi ini dibuat apabila sambungan pen dan lubang terbuka masih kurang kuat bagi komponen yang digunakan. Tapi apabila kita salah memperhitungkan detail pembuatan konstruksi ini, hasilnya akan tidak berguna atau bahkan membuat konstruksi kurang kuat.

Hal paling penting pada pembuatan konstruksi ini antara lain:
Sudut; jangan membuat sudut kemiringan terlalu besar atau terlalu kecil. Paling mudah menentukan baik atau tidaknya sudut adalah dengan mengambil ukuran A (lihat gambar). Ukuran lebar A sebaiknya antara 1/5 - 1/4 lebar bidang B (lebar kayu).

Ketepatan; pemotongan dan pengupasan lubang & pen harus benar2 tepat tanpa lubang. kesalahan garis akan membuat kontruksi menjadi kendur dan mengurangi kekuatan tariknya.

Jumlah; jika anda ingin membuat kontruksi ekor burung pada bidang lebar, perhatikan jumlahnya. Sebaiknya satu bagian minimal sama lebar dengan ketebalan komponen lawannya.

Saat ini banyak mesin kayu yang khusus didesain untuk membuat kontruksi ini baik untuk papan lebar ataupun batangan biasa. Konstruksi ini biasanya dipakai pada sambungan papan samping laci dan papan samping almari. Mengapa? Konstruksi ekor burung membantu menjaga kestabilan kayu dan perabot dari perubahan bentuk karena penyusutan.
Anda bisa mencoba konstruksi ini pada plywood atau papan buatan lainnya, tapi tidak direkomendasikan.

Membeli Kayu S4S, adakah Kekurangannya?

Istilah S2S atau S4S mungkin sudah sering anda dengar, terutama sebagian besar pelaku bisnis kayu gergajian. Kepanjangan dalam bahasa Indonesia adalah Serut 4 Sisi, dan dalam bahasa Inggris Slice 4 Sides. Artinya proses pengolahan kayu hanya sampai pada penyerutan 2 sisi atau 4 sisi. Pada status S4S cukup jelas bahwa penyerutan pada ke-empat sisi kayu dan tentu saja empat sisi tersebut harus bersudut siku dengan baik. Ukutan ketebalan dan lebar kayu lebih baik diberi toleransi sebesar 0,5 - 1,00 mm untuk proses selanjutnya dan resiko penyusutan.

Lalu apa yang dimaksud dengan S2S (Serut 2 Sisi)? Apakan hanya kedua sisi tebal/lebar yang diserut atau satu sisi lebar dan satu sisi tebal?
Yang saya amati beberapa perusahaan kadang-kadang mempunyai permintaan khusus hanya pada sisi lebar dengan pertimbangan untuk mempercepat proses selanjutnya.

Tidak ada yang salah pada 2 bagian sisi mana yang diserut, masing-masing memiliki kepentingan sendiri. Konsumen meminta serut 2 sisi hanya pada bagian tebal/lebar misalnya karena mereka akan memproses kayu tersebut menjadi laminating, sehingga harus 2 sisi sejajar yang dihaluskan untuk sisi penyambungan.
Serut dua sisi pada satu sisi tebal dan satu sisi lebar dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin memiliki toleransi lebih besar daripada S4S.

Mengapa tidak gergajian, melainkan S4S?
Ini sebenarnya lebih cenderung kepada masalah terbatasnya equipment yang memadai, efisiensi kerja dan resiko pengontrolan rendemen. Bagi pabrik yang tidak memiliki mesin serut yang bisa memenuhi standard kecepatan dan kualitas, proses penyerutan membutuhkan enerji yang tinggi sementara proses lain yang lebih penting menjadi tertunda dan lemah.

Selain itu dengan membeli S4S, pabrik tidak perlu memikirkan perawatan mesin serut dan pembuangan limbah serut dan tidak dipungkiri bahwa volume limbah dari proses ini cukup tinggi. Pada akhirnya adalah membantu mempertinggi prosentase rendemen.
Pabrik akan mampu me(ng)konsentrasikan dumber dayanya kepada proses yang lebih detail di dalam produksi komponen.

Lalu apa kekurangan dari sistem transaksi S4S ini? Dari sifat kayu bisa dikatakan hampir tidak ada, karena kayu yang telah diserut berarti sudah dikeringkan dengan baik dan cara penumpukan akan lebih baik pula. Namun tetap ada resiko benturan pada saat pengangkutan walaupun pada waktu pengirimanpun diletakkan di atas suatu pallet kayu yang dilindungi oleh plastik. Walaupun demikian S4S tetap beresiko pada saat pengangkutan karena beitu banyak pihak yang terlibat dalam proses pengangkutan yang mana tidak seluruhnya memahami perawatan kayu.

Apakah Rotan juga Perlu Dikeringkan?

Sama halnya dengan kayu, rotan juga memiliki kandungan air di dalamnya. Perbedaannya dengan kayu, kandungan air di dalam rotan tidak banyak mempengaruhi penyusutan pada rotan. Dengan sifat mekanink rotan yang harus fleksibel, perubahan bentuk pada rotan tidak mempengaruhi kualitas produk.
Masalah rotan lebih cenderung pada warna dan keuletannya. Semakin terang warna rotan akan lebih baik karena ini berarti mempermudah pewarnaan. Saya belum memperoleh informasi yang akurat tentang standard Moisture Content pada rotan. Akan tetapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, apabila kita gunakan standar MC level sama seperti pada kayu, kualitas rotan akan lebih terjamin dan aman.

Kita bisa menggunakan MC meter type jarum untuk mengukur moisture content pada rotan.

Jawaban yang pasti bahwa rotan tetap perlu dikeringkan. Cara pengeringan bisa bermacam-macam. Dengan pengeringan alam; meletakkan rotan di luar ruangan selama beberapa hari atau di dalam ruang Kiln Dry seperti untuk kayu. Hanya saja waktu pengeringan dan temperature ruangan lebih cepat dan lebih rendah dari kayu.


Pengeringan rotan lebih bertujuan untuk mencegah tumbuhnya jamur pada rotan terutama karena pori-pori rotan cukup besar. Jamur yang tumbuh pada rotan bisa merusak bagian dalam dan pada akhirnya akan membuat produk cepat rusak karena membusuk dan lunak.
Rotan dikeringkan pada beberapa langkah yang berbeda. Pertama ketika masih berbentuk batangan, kemudian setelah menjadi 'pitrit' (bagian dalam rotan setelah dibelah) pun masih dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

Mencegah Cacat Log Saat Pengangkutan

Untuk mendapatkan kualitas kayu yang baik, berbagai cara perawatan harus dilakukan bahkan ketika kayu log masih di hutan. Bagi pabrik konsumen log, pengawasan tersebut tidak mungkin dilakukan secara menyeluruh. Pabrik hanya menerima log sesuai dengan kondisi setelah log tiba di areal penyimpanan (log yard). Namun begitu, tidak ada salahnya jika kita sebagai pembeli log memiliki sedikit pengetahuan tentang bagaimana mencegah kerusakan log terutama saat pengangkutan.
Jenis alat pengangkutan bisa berupa angkutan darat, sungai ataupun laut. Banyaknya pihak berbeda yang melakukan pengangkutan memberi kesulitan untuk kontrol secara penuh, sehingga tindakan pencegahan yang paling efektif. terutama bagi perusahaan log trader.

Pilih alat angkut yang aman. Pada saat pemindahan log sebaiknya menggunakan alat angkut yang tertutup pada bagian samping depan dan belakang sehingga log tertahan dari resiko jatuh atau benturan benda tajam.
Bagian penampang log (kedua sisi) dicat agar mencegah air keluar/masuk sehingga menimbulkan retak. Seperti halnya kayu gergajian, log juga bisa mengalami penyusutan.

Untuk mendegah gerakan retakan ujung log karena cuaca saat pengangkutan, pasang paku pengaman pada penampang log. material ini akan sedikit berbiaya tapi fungsinya akan sangat bermanfaat bagi penjual ataupun pembeli log.

Sebaiknya pula kulit kayu jangan dikelupas sebelum sampai di area penggergajian (sawmill). Kulit membantu melindungi bagian kayu dari goresan-goresan ataupun benturan selama pengangkutan.

Apabila memungkinkan, tidak perlu dilakukan pemotongan log. Lebih panjang log, lebih besar rendemen kayu gergajian. Lebih kecil pula resiko ukuran log yang retak ujung. Penumpukan log di atas alat angkut perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak banyak pergerakan selama perjalanan. Misalnya dengan meletakkan log yang melengkung di atas yang lurus atau meletakkan log dengan diameter besar di antara diameter yang kecil.

Mengoptimalkan Rendemen Setelah Kiln Dry

Di dalam teori kalkulasi biaya, pabrik yang kurang berpengalaman sangat jarang memperhitungkan waste/limbah dari proses pengeringan. Yang beberapa kali saya amati adalah 0% dan pada kenyataannya terdapat kemungkinan antara 3-5% tidak bisa digunakan. Artinya hanya sekitar 95-98% kayu gergajian dari dalam Kiln Dry Chamber yang bisa digunakan, tidak ada cacat melengkung, pecah atau melintir.
Mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana kita mengurangi resiko tersebut, ini yang ingin saya diskusikan dengan anda.

Pada dasarnya volume kayu yang dimasukkan ke dalam kiln Dry, tidak akan 100% sama volumenya setelah kayu kering. Terjadi penyusutan ketika kayu dikeringkan dan saat keluar dari Kiln Dry ukuran kayu akan berubah, tentunya lebih kecil. Besarnya prosentase tergantung jenis kayu dan bagaimana kita melakukan proses pengeringan.
Untuk mengurangi volume kayu yang rusak kita harus memeriksa beberapa hal penting selam proses pengeringan.


Stacking Solution (penumpukan)
Pengaturan kayu, posisi antar tumpukan dan pengaturan rongga-rongga udara di dalam ruang Kiln Dry harus diatur dengan baik. Tumpukan yang tidak teratur bisa berakibat suhu pada sudut ruangan yang lain terlalu panas atau kurang panas sehingga sirkulasi udara kurang optimal. Kayu yang terletak di lokasi terlalu panas berakibat retak atau pecah.
Begitu juga tentang stik kayu yang digunakan perlu diperhatikan pemakaiannya.
Kita akan bahas detail penumpukan ini pada artikel tersendiri.

Heating.
Menyalurkan udara panas tidak hanya sekedar memenuhi temperatur yang dibutuhkan. Perlu diatur agar kenaikan temperatur udara di dalam ruang KD tidak terlalu drastis karena akan membuat kayu menjadi 'stress'. Ketika suhu udara di dalam mencapai level yang diinginkan harus dijaga supaya tetap stabil dan tidak terlalu cepat turun.

Controlling
Yang dimaksudkan disini adalah pengawasan jalannya pengeringan secara keseluruhan. Minimal harus ada pemeriksaan suhu udara dan MC setiap 2 jam. Cara pemeriksaannya harus hati-hati agar tidak mempengaruhi suhu udara berubah terlalu cepat. Biasanya tersedia (atau dibuat) sebuah pintu kecil untuk pemeriksaan ini.

Equipment
Tidak bisa dipungkiri bahwa peralatan yang lebih modern dan lengkap sangat membantu memberikan hasil lebih baik. Tapi jangan kuatir, bukan berarti apabila finansial tidak membantu untuk dapat memiliki peralatan yang baik, skill dari 1 - 3 memiliki porsi yang besar untuk mendapatkan hasil terbaik dan rendemen tertinggi dari sebuah proses pengeringan kayu.

*rendemen: Volume yang bisa diolah

Aplikasi Finishing Kayu Saat Ini

Dipping (celup)
Lebih dikenal juga dengan istilah perendaman. Bahan finishing diletakkan dalam suatu bejana/tangki kemudian benda kerja dicelupkan ke dalam tangki tersebut. Proses in bertujuan agar seluruh permukaan benda kerja, terutama pada bagian sudut & tersembunyi bisa terlapisi bahan finishing.
Bahan finishing yang bisa diaplikasikan dengan cara ini adalah oil. Aplikasi ini me(ng)konsumsi material cukup banyak karena penguapan.

Wiping (pemolesan dengan kain)
Proses ini sebaiknya tidak dipakai sebagai proses awal/dasar. Walaupun demikian beberapa bahan finishing tertentu hanya bisa diaplikasikan dengan cara ini, misalnya politur. Kualitas permukaan lebih baik dari proses celup tapi membutuhkan waktu lebih lama.

Brush (kuas)
Sebuah cara paling murah dan mudah di antara yang lain. Hanya saja kita harus hati-hati dalam memilih kuas yang berkualitas. Bahan finishing yang cocok untuk cara ini termasuk cat, varnish dan pewarna. Sebagaimana ujung kuas, hasil permukaan finishing tidak sehalus dan serata aplikasi spray atau poles.

Spray (semprot)
Membutuhkan beberapa alat tambahan khusus tapi tidak terlalu mahal. Alat utama yang diperlukan adalah kompressor untuk membuat tekanan udara dan spray gun, suatu alat untuk menyemprotkan bahan finishing bersamaan dengan udara bertekanan ke bidang kerja. Dengan pengaturan tertentu pada kekuatan tekanan, jumlah material yang disemprotkan, cara ini menghasilkan bidang permukaan yang sangat baik, halus dan cepat.
Saat ini metode spray menjadi dasar dari hampir semua jenis bahan finishing lacquer dengan berbagai variasi jenis alat semprot (sprayer), dari yang manual hingga otomatis.
Proses yang bisa dilakukan dengan cara spray meliputi lapisan dasar, pewarnaan (lapisan kedua) hingga lapisan akhir.

Shower (curah)
Metode ini diimplementasikan pada mesin finishing curtain (tirai) yang mana bahan finishing dicurahkan ke permukaan benda kerja dengan volume dan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan tipis di atas permukaan benda kerja. Cara pengeringannya tergantung bahan finishing yang digunakan. Kebanyakan digunakan oleh pabrik flooring (parket) atau furniture indoor lainnya yang memakai papan buatan.

Rolling

Hampir sama dengan roller yang kita pakai untuk mengecat tembok, tapi bukan itu yang dimaksud di sini. Alat aplikasi sebagai sebuah mesin roller yang seluruh permukaannya terbalut dengan bahan finishing cair dan benda kerja (papan) mengalir di bawahnya. bagi anda yang belum pernah melihat mesin ini, anda bisa membayangkan cara kerjanya seperti pada mesin pemeras minuman tebu (sugar cane). Hanya roller bagian atas yang terbalut dengan bahan finishing, sedangkan roller bagian bawah hanya berfungsi untuk mengalirkan benda klerja ke dalam mesin.
Jenis bahan finishing yang digunakan adalah UV lacquer, melamine, NC lacquer. Saya belum memiliki informasi apakah saat ini waterbase lacquer juga bisa diaplikasikan dengan cara ini.

Dari sedikit penjelasan di atas, sekarang anda bisa memilih jenis bahan finishing apa yang paling tepat untuk produk anda dan sesuai dengan peralatan yang anda miliki.

Jenis Bahan Finishing Kayu

Sebelum menentukan jenis bahan finishing, kita perlu melihat dan menentukan hasil seperti apakah yang kita inginkan. Dengan kata lain alasan mana yang paling menjadi prioritas kita menerapkan finishing pada sebuah produk kayu. Apakah (1) keawetan, (2) estetika, (3) kemudahan aplikasi, (4) biaya atau (5) lingkungan ?
Bagaimanapun sebelum menentukan hal itu kita lihat berbagai jenis bahan finishing kayu yang ada.

Bahan finishing dikategorikan pada beberapa jenis yang sederhana sebagai berikut:

Oil
Jenis finishing paling sederhana dan mudah aplikasinya. Bahan ini tidak membentuk lapisan 'film' pada permukaan kayu. Oil meresap ke dalam pori-pori kayu dan tinggal di di dalamnya untuk mencegah air keluar atau masuk dari pori-pori kayu. Cara aplikasinya mudah dengan cara menyiram, merendam atau melumuri benda kerja dengan oil kemudian dibersihkan dengan kain kering.
Bahan ini tidak memberikan keawetan pada aspek benturan, goresan ataupun benturan fisik lainnya.

Politur
Bahan dasar finishing ini adalah Shellac yang berwujud serpihan atau batangan kemudian dicairkan dengan alkohol. Anda juga bisa memperolehnya dalam bentuk siap pakai (sudah dicampur alkohol pada proporsi yang tepat). Di sini alkohol bekerja sebagai pencair (solvent). Setelah diaplikasikan ke benda kerja, alkohol akan menguap. Aplikasi dengan cara membasahai kain (sebaiknya yg mengandung katun) dan memoleskannya secara berkala pada permukaan layu hingga mendapatkan lapisan tipis finishing (film) pada permukaan kayu. Semakin banyak polesan akan membuat lapisan semakin tebal.

NC Lacquer
Jenis yang saat ini populer dan mudah diaplikasikan adalah NC (NitroCellulose) lacquer. Bahan finishing ini terbuat dari resin Nitrocellulose/alkyd yang dicampur dengan bahan 'solvent' yang cepat kering, yang kita kenal dengan sebutan thinner. Bahan ini tahan air (tidak rusak apabila terkena air) tapi masih belum kuat menahan goresan. Kekerasan lapisan film NC tidak cukup keras untuk menahan benturan fisik. Bahkan walaupun sudah kering, NC bisa 'dikupas' menggunakan bahan pencairnya (solvent/thinner). Cara aplikasinya dengan system spray (semprot) dengan tekanan udara.

Melamine
Sifatnya hampir sama dengan bahan lacquer. Memiliki tingkat kekerasan lapisan film lebih tinggi dari lacquer akan tetapi bahan kimia yang digunakan akhir-akhir ini menjadi sorotan para konsumen karena berbahaya bagi lingkungan. Melamine mengandung bahan Formaldehyde paling tinggi di antara bahan finishing yang lain. Formaldehyde ini digunakan untuk menambah daya ikat molekul bahan finishing. Pewarnaan juga lebih bervariasi pada bahan ini.

PU (PolyUrethane)
Lebih awet dibandingkan dengan jenis finishing sebelumnya dan lebih tebal lapisan filmnya. bahan finishing membentuk lapisan yang benar-benar menutup permukaan kayu sehingga terbentuk lapisan seperti plastik. Memiliki daya tahan terhadap air dan panas sangat tinggi. Sangat baik untuk finishing produk outdoor, kusen dan pintu luar atau pagar.
Proses pengeringannya juga menggunakan bahan kimia cair yang cepat menguap.

UV Lacquer
Satu-satunya aplikasi yang paling efektif saat ini dengan 'curtain method'. Suatu metode aplikasi seperti air curahan yang membentuk tirai. Benda kerja diluncurkan melalui 'tirai' tersebut dengan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan yang cukup tipis pada permukaan kayu. Disebut UV lacquer karena bahan finishing ini hanya bisa dikeringkan oleh sinar Ultra Violet (UV).
paling tepat untuk benda kerja dengan permukaan lebar papan atau plywood.

Waterbased Lacquer
Jenis finishing yang paling populer akhir-akhir ini bagi para konsumen di Eropa. Menggunakan bahan pencair air murni (yang paling baik) dan resin akan tertinggal di permukaan kayu. Proses pengeringannya otomatis lebih lama dari jenis bahan finishing yang lain karena penguapan air jauh lebih lambat daripada penguapan alkohol ataupun thinner. Namun kualitas lapisan film yang diciptakan tidak kalah baik dengan NC atau melamine. Tahan air dan bahkan sekarang sudah ada jenis waterbased lacquer yang tahan goresan.
Keuntungan utama yang diperoleh dari bahan jenis ini adalah lingkungan dan sosial. Di samping para karyawan ruang finishing lebih sehat, reaksi penguapan bahan kimia juga lebih kecil di rumah konsumen.

Penggunaan Stik pada Kiln Dry

Di dalam gudang penumpukan, kayu gergajian seharusnya dikategorikan sesuai jenis kayu dan ukuran. Ukuran yang sama diletakkan pada tumpukan kayu yang sama dan buat tumpukan lain untuk ukuran yang berbeda, baik itu ukuran tebal, panjang ataupun lebar. Ukuran tebal sebagai prioritas utama kategori. Hal ini juga berlaku untuk penumpukan di dalam ruang pengeringan kayu (Kiln Dry Chamber).

Penting! mengeringkan jenis kayu yang berbeda sangat tidak disarankan karena akan mempengaruhi hasil akhir level MC dan figur yang ditunjukkan oleh MC meter di dalam ruang KD.

Stik kayu untuk KD.
Bertujuan untuk memberikan ruang di antara kayu sebagai ventilasi udara dan jalan keluar udara lembab serta penyebaran panas di dalam ruang KD. Peletakan stik antar kayu yang sejajar dan seimbang membantu penahanan berat kayu menjadi seimbang sehingga resiko kayu melengkung atau melintir bisa dikurangi.
Beberapa hal penting pada pemakaian stik kayu yang perlu diperhatikan:
(1) Lebar stik sebaiknya minimal sama dengan ketebalan kayu yang dikeringkan. Ini untuk menjaga kestabilan posisi kayu di dalam tumpukan.
(2) Tebal stik harus sama. Paling ideal adalah minimal 20mm untuk kayu tipis, apabila kayu yang dikeringkan lebih tebal, ketebalan stik sebaiknya 1/2 dari tebal kayu. Apabila stik tidak sama tebal, ruang udara untuk ventilasi akan berbeda pada setiap ujung kayu sehingga mengakibatkan perbedaan hasil pengeringan pada satu batang kayu yang sama.

Selain itu apabila ketebalan stik kayu terlalu kecil akan membuat aliran udara di dalam KD lebih lambat sehingga waktu pengeringan lebih lama.
(3) Panjang stik kayu, diposisikan melintang tumpukkan harus menutupi seluruh lebar tumpukan dengan toleransi maksimal 5% lebih pendek.
(4) Antar stik harus diberi jarak sejauh mungkin untuk ruang udara, tapi juga jangan terlalu jauh agar beban berat kayu seimbang. Jumlah stik yang ideal adalah 3 batang sepanjang kayu.
(5) Sangat penting peletakan stik kayu berada pada jarak yang sama dalam satu tumpukan.

Dengan adanya beberapa rekomendasi di atas, stik harus dikategorikan dengan hati-hati. Stik yang berbeda tebal harus dipisahkan dengan cara memberi warna cat yang berbeda pada penampang stik kayu untuk tebal yang berbeda. Misalnya stik tebal 20mm berwarna hijau dan stik tebal 30mm berwarna kuning dan seterusnya.

Mengolah Limbah Kayu Sisa Produksi

Apa yang bisa kita dilakukan dengan limbah gergajian atau serpihan kayu dari hasil kerja mesin di ruang produksi? Tidak mudah sebenarnya menjawab pertanyaan tersebut. Limbah serbuk gergaji dan potongan kayu mencakup lebih dari 50% dari total volume kayu yang masuk ke pabrik furniture. Sebagai contoh apabila sebuah pabrik setiap tahunnya membeli kayu log sebesar 3.000 M3, berarti serbuk gergaji yang dihasilkan setiap tahunnya adalah sekitar 780 M3!

Konsentrasi terhadap produksi membuat kebanyakan pabrik kurang peduli mencari jalan keluar pembuangan limbah tersebut.


Serpihan kayu dari limbah proses log menjadi kayu gergajian atau potongan-potongan kayu dari dalam produksi bisa di daur ulang menjadi produk-produk kecil yang bernilai dekoratif. Atau bagi pabrik yang memiliki Kiln Dryer bisa memanfaatkannya sebagai bahan bakar di ruang pembakaran mesin boiler. Artinya serpihan-serpihan kayu tersebut masih bisa menjadi komoditi perusahaan. masih bisa membantu mengurangi biaya produksi di departemen pembahanan.

Solusi paling sederhana dan paling mudah yang saya amati saat ini adalah dengan menjual atau menyerahkan pengaturan pembuangan serbuk dan tatal (serpihan dari mesin serut atau router) kepada masyarakat lokal. Pabrik yang pada umumnya terletak di daerah luar kota tidak sulit mendapatkan solusi ini karena penduduk di sekitar pabrik bisa menggunakannya sebagai bahan bakar untuk memasak.
Mereka bisa juga mengirimkan serbuk dan tatal tersebut ke pabrik kecil yang memproduksi batu bata, genteng, atau keramik sebagai bahan bakar.

Beberapa pabrik pembuat MDF dan papan buatan lainnya juga menerima tatal dengan kondisi tertentu. Wlaupun demikian biasanya mereka lebih cenderung memproduksi wood chips sendiri.

Bricket Kayu
Salah satu cara yang ekonomis dan produktif adalah membuat bricket kayu yang nantinya akan bisa digunakan sebagai bahan bakar. Serbuk dan tatal diberi tekanan tinggi di dalam satu bejana tertutup hingga padat. hasil tekanan padat tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan bakar yang mirip bricket batubara. Saya pernah berkunjung ke sebuah pabrik yang mengolah limbah dengan cara seperti ini akan tetapi belum bisa memberikan penjelasan detail kepada anda tentang bagaimana dan peralatan seperti apa yang harus disiapkan.
Satu waktu akan diusahakan untuk mendapatkan informasi tersebut bagi anda lengkap dengan perkiraan biaya dan kemungkinan hasil yang bisa diperoleh.

Menentukan Ukuran Paku & Sekrup


Paku dan sekrup memiliki cara kerja dan hasil yang berbeda akan tetapi memiliki tujuan yang sama. Untuk kekuatan sekrup jauh lebih baik daripada paku, sedangkan paku lebih tepat untuk konstruksi yang sifatnya sebagai alat bantu dan eifisensi waktu.



Bagaimana mereka bekerja?
Paku cenderung mengikat dua benda kerja yang terhubung dan menahan mereka dari tekanan geser ke arah melintang batang paku. Kekuatan paku menahan gaya tarik jauh lebih lemah dari arah melintang paku. Waktu yang dibutuhkan untuk aplikasi paku jauh lebih efisien daripada sekrup.



Kita memilih paku karena praktis harganya lebih murah daripada sekrup dan aplikasi yang cepat, tidak ada yang lebih dari itu.
Kelemahan paku:
- Mudah dicabut, apalagi ketika kepala paku masih di permukaan.
- Bengkok, kekerasan bahan baku pembuat paku atau karena tekanan yang salah dari penggunaan martil.

Sekrup memerlukan tambahan aplikasi dan waktu untuk membuatnya bekerja maksimal. Tapi justru dari tambahan itu sekrup memberikan hasil yang sangat memuaskan bagi kontruksi. Walaupun begitu kita perlu perhatikan beberapa detail penting sebelum menggunakan sekrup, antara lain:
- Ukuran panjang sekrup
- Diameter pre-drilling: adalah lubang yang dibuat sebagai jalan masuk sekrup ke kayu
- Jenis kepala sekrup

Menghubungkan dua komponen dengan paku atau sekrup terdapat komponen induk dan komponen terhubung. pada konstruksi yang sama, paku dan sekrup yang digunakan harus berbeda terutama panjang.
Panjang sekrup yang masuk ke komponen ke-2 adalah minimal 1/2 dari panjang sekrup dan panjang paku yang masuk ke komponen ke-2 minimal 2/3 dari panjang paku.



Blockboard, Teakblock & Laminboard

Dua nama papan buatan yang disebut pertama ini paling sering saya dengar di kalangan pabrik menengah pembuat furniture indoor dengan desain klasik dan minimalis. Blocboard memiliki spesifikasi hampir sama dengan plywood. Perbedaan paling besar adalah jumlah dan ukuran lapisan.

Blockboard
Lapisan utama blockboard adalah pada bagian tengah yang memiliki ketebalan 20-30mm. beberapa potongan kayu dengan lebar tersebut dilaminating dan dilapisi dengan beberapa vinir seperti untuk plywood.

Vinir tersebut disusun secara melintang serat untuk mendapatkan kestabilan dan kekuatan menahan penyusutan kayu. Lalu beberapa lembaran tersebut dilapisi lem dan dipres dibawah tekanan yang besar.
yang harus diperhatikan pada blockboard adalah arah serat. Blockboard masih memiliki kelemahan yang ada pada solid wood, lemah pada arah melintang serat kayu. Oleh karena itu perlu diperhatikan arah serat permukaan blockboard (arah serat permukaan sama dengan arah serat isian) pada waktu menggergaji ataupun mendesain peletakan papan blocboard.

Teakblock
Hanya satu perbedaan menurut pengetahuan teknis saya. Teakblock terdapat tambahan satu lapisan lagi pada satu permukaan blockboard untuk menambah nilai estetika, yaitu lapisan vinir kayu jati.

Walaupun demikian memilih dan mengerjakan teakblock tidak sama dengan jenis papan buatan lainnya. Dengan alasan utama pabrik membeli teakblock, ada beberapa syarat penting yang harus dipenuhi:

(1) Tidak boleh ada goresan benda tajam/tumpul di atas permukaan teakblock. Goresan tersebut akan terlihat setelah produk difinishing walaupun dengan warna gelap sekalipun.
Oleh karena itu penyusunan teakblock harus diperhatikan, permukaan teakblock yang berlapis jati harus bersentuhan dengan permukaan yang berlapis jati juga.
Mengapa?
Permukaan non-jati pada teakblock tidak menjadi prioritas sehingga kontrol dan penanganannya kurang teliti. beberapa lembaran bisa terdapat 'overlap' sehingga bisa menimbulkan goresan pada permukaan jati.




(2) Tidak boleh ada 'overlap vinir'. Vinir jati dibuat sangat tipis (hingga 0,3mm) dan diproduksi dengan metode slicing dari satu batang kayu jati solid. proses pelapisan pada teakblock bisa terjadi saling menumpuk, cacat ini sudah diantisipasi oleh pabrik teakblock, akan tetapi akan selalu ada produk yang memiliki cacat ini. Overlap membuat permukaan teakblock terlihat menggelembung dan tidak rata.

(3) Vinir terkelupas
Ketebalan vinir sangat tipis dan rentan goresan, sedikit saja benturan terhadap permukaan teakblock bisa membuat vinir terkelupas dan teakblock tidak bisa dipakai.


Laminboard
Susunan dan ukuran sama dengan blockboard, perbedaan utama adalah pada ukuran lebar lapisan tengah. Laminboard menggunakan potongan-potongan lebih tipis, yaitu 5-7mm. Jenis papan buatan ini banyak tersedia di pasaran, akan tetapi pabrik dan para tukang kayu masih tetap mengenalnya sebagai blocboard.


credits: puuprofa

Jenis Kepala Sekrup Kayu

Kepala sekrup memiliki beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan dan lokasi pemakaiannya. Gambar yang terlihat di sini hanya sebagian kecil saja yang banyak terdapat di pasaran. Sebenarnya masih banyak sekali jenisnya yang lebih detail.
Tidak perlu memahami secara detail seluruh jenis sekrup, kita cukup melihat dan mengerti beberapa jenis yang akan sering ditemui pada alat perlengkapan furniture (engsel, kunci, dan hardware lainnya).

Sekrup a - d
Biasanya digunakan untuk memasang engsel, plat pembantu atau bahan material selain kayu. Bagian yang masuk kayu hanya diameter intinya saja karena kepala sekrup pada jenis ini benar-benar berfungsi penuh untuk menahan bahan lain tetap terikat pada kayu.

Karena penggunaannya si luar permukaan maka finishing akhir kepala sekrup jenis ini biasanya halus dan menggunakan lubang untuk konfigurasi obeng Phillips® atau Pozidriv®.
Apabila anda ingin tetap menggunakan kepala sekrup jenis ini sebaiknya tambahkan ring tipis di antara kepala sekrup dan benda kerja.

Sekrup e
Bentuk kepala bersudut miring untuk kemudahan kepala sekrup memasuki kayu. Pemasangan sebaiknya kepala sekrup minimal sama rata dengan permukaan kayu atau lebih dalam. Performa paling efisien adalah apabila lubang sekrup pada kayu juga mengikuti bentuk kepala sekrup sehingga tekanan dan ikatan yang dihasilkan lebih kencang. Tersedia mata bor khusus untuk membuat lubang sekrup seperti ini, yang disebut mata bor countersink. (lihat gambar).

Bentuk kepala sekrup miring paling sering digunakan pada perabot kayu. Untuk pemasangan komponen, alat perlengkapan ataupun penahan dudukan sementara. Pada beberapa aplikasi kadang-kadang tukang kayu hanya membuat satu lubang tanpa kemiringan., Ketika sekrup ditekan masuk ke dalam kayu, tekanan tersebut mampu membuat kepala sekrup rata dengan permukaan. Bahkan bisa lebih dalam apabila kayu lunak.

Jenis sekrup kepala miring terbuat dari beberapa jenis logam sesuai dengan pemakaiannya. Untuk pemasangan perlengkapan perabot digunakan sekrup dengan finishing yang lebih baik.


Sekrup f
Hampir sama fungsi dan penempatannya dengan sekrup e. Sekrup f ini memiliki kelebihan pada bentuk atas kepala 'tembereng', permukaan halus dan harus berada di atas permukaan kayu. Sekrup ini biasanya digunakan untuk konstruksi luar perabot dengan memperhatikan efek estetika.

Gunakan Martil yang Tepat

Suatu alat tangan paling fungsional di antara yang lain. Untuk menentukan titik sekrup, untuk memasukkan paku, mengencangkan sambungan, membuka sambungan, memukul pahat, dan sebagainya. Secara garis besar dan pada bagian utama kepala martil memang berfungsi untuk memukul, namun ada beberapa jenis yang mempunyai fungsi khusus. Mari kita lihat satu-persatu jenis martil tersebut.

Martil Bola
Berkepala besi, bagian depan berbentuk kotak biasa dan bagian belakang berbentuk bulat seperti bola. Fungsi utama martil ini untuk memasukkan paku, bagian belakang berfungsi untuk memasukkan kepala paku lebih ke dalam permukaan kayu pada konstruksi bangunan. Namun fungsi lain juga bisa sebagai pelurus batang baku yang bengkok.


Martil Ungkit

Bagian belakang martil berbentuk seperti kepala tuas (linggis) untuk membuka paku yang menancap di dalam kayu atau material lainnya. Biasanya konstruksi kepala martil terhadap gagangnya sangat kuat. Jangan pernah gunakan bagian kepala belakang ,martil jenis ini untuk 'memahat'!

Martil Drip

Ukuran kepala besinya lebih kecil dibanding martil yang telah disebutkan di atas, bagian belakangnya berbentuk agak runcing, diameter sekitar 2mm pada ujungnya. martil ini berfungsi sebagai drip, untuk memasukkan paku pada permukaan kayu dalam pengerjaan furniture.


Martil Kayu
Seluruh badan martil terbuat dari kayu keras dan kepala jauh lebih besar dari martil biasa. Paling baik digunakan untuk memukul pahat pada proses pembuatan konstruksi secara manual, atau memukul sambungan konstruksi sebelum 'pengepresan'. Hanya satu hal penting untuk diperhatikan pada martil ini yaitu jangan memukul pahat menggunakan bagian samping dari kepala martil kayu, pukulan menjadi tidak terfokus dan kepala martil akan cepat rusak karena tekanan hanya mengenai bagian samping serat kayu.


Martil Karet



Paling baik digunakan untuk membuka/menutup sambungan komponen yang telah difinishing. Martil ini juga berfungsi untuk mamasang perlengkapan furniture yang terbuat dari plastik atau karet sehingga tidak merusak perlengkapan tersebut.


Pemakaian martil yang aman:
1. Hanya gunakan kepala martil untuk memukul. Pabrik hanya mengeraskan bagian besi dari kepala martil pada bagian depan.
2. Jangan ayunkan martil terlalu tinggi, hanya akan membuat arah pukulan martil tidak terarah.
3. Hindari penggunaan martil untuk mengungkit (kecuali martil ungkit).
4. Basahi kepala martil dengan kain yang telah dibasahi dengan minyak untuk menjaga keawetan kepala martil besi.

Cacat Fisik Alami Kayu

Memilih kayu sama pentingnya dengan proses produksi, baik itu kayu dalam bentuk log atau gergajian. Sebagai bahan alami, ada beberapa cacat fisik kayu yang tidak bisa kita hindari, tapi bisa dikurangi. Sulit dihindari karena cacat tersebut adalah sebagai bagian dari kayu, alami terbentuk dan terbuat pada waktu pertumbuhan pohon.

Mata Kayu
Pada beberapa jenis kayu mata kayu justru dianggap sebagai tekstur penting yang menambah nilai ekonomis dan estetika kayu. Bagaimanapun, mata kayu pada sebagian jenis kayu bukanlah suatu hal yang baik terutama mata kayu mati. Terbentuk karena adanya pertumbuhan cabang pohon. Semakin besar cabang pohon akan semakin besar diameter mata kayu pada batang utama.


Mata kayu berpotensi kurang baik terhadap ketahanan kayu karena adanya mata kayu mematahkan alur serat pada batang sehingga kekuatan kayu menjadi berkurang. Selain itu mata kayu yang terlalu keras juga akan berpengaruh kurang baik terhadap hasil akhir finishing. permukaan bisa menjadi lebih mengkilap (glossy) atau bahkan terlalu tipis.

Kayu Gubal
Secara teknis kayu ini lebih renggang dan mudah menyusut. Kurang baik untuk konstruksi dan estetika karena warnanya cenderung lebih muda.

Lubang Serangga
Sebenarnya bukan lubang serangga yang harus dihindari karena cacat ini diakibatkan oleh kadar Moisture Content, kayu gubal dan lokasi penyimpanan. Namun kadang-kadang hal ini cukup sulit dihindari. Mengapa lubang serangga ini harus dibuang? Serangga pemakan kayu sama halnya penyakit yang menular, apabila kita tidak 'mengisolasi' kayu yang memiliki cacat ini maka produk yang telah difinishingpun memiliki resiko yang sama.


Retak/pecah
Cacat yang diakibatkan karena penyusutan kayu yang terlalu cepat. Sering terjadi pada ujung papan atau log.

Watermark
Cacat ini berupa garis-garis seperti aliran air pada permukaan kayu. berwarna gelap, biru tua dan sangat jelas terlihat pada kayu gubal. Garis-garis tersebut sulit dihilangkan dan sangat jelas terlihat pada permukaan perabot yang difinishing warna natural.
Ini disebabkan karena log atau kayu gergajian tersimpan pada permukaan tanah yang lembab dan tergenang air.

Bluestain/Jamur
Mudah terlihat terutama pada kayu pinus dan kayu karet. Bluestain terlihat seperti bagian kayu yang berwarna kebiruan dan statusnya merupakan awal dari pembusukan kayu. Cacat ini merusak nilai ketahanan kayu dan estetika kayu jika difinishing warna natural.

Banyak beberapa cara dan langkah-langkah efektif untuk menghindari beberapa cacat tersebut di atas. Diantaranya dengan pengawetan kayu sebelum memasuki Kiln Dry. Kita akan bahas hal ini pada artikel berikutnya.

Medium Density Board (MDF)

Medium Density Board (MDF) dibuat untuk menutupi beberapa kelemahan plywood yang permukaannya kurang halus, mudah retak dan pecah pada ukuran lebar yang terlalu kecil dan hasil potongan yang kasar. Bahan MDF sangat halus pada permukaan dan ikatan-iktan antar materialnya sangat kuat. Hanya satu kelemahannya dibandingkan dengan plywood adalah hilangnya motif kayu pada permukaan.
Saat ini MDF menjadi bahan paling favorit untuk pembuatan office furniture dan semua furniture berbasis lembaran.


Bagaimana MDF dibuat
Dari log kayu berbagai ukuran, dikupas kulitnya kemudian log dibelah dan dipotong pada ukuran tertentu. Kebetulan pada pabrik yang pernah saya lihat logs yang digunakan rata-rata berdiameter di bawah 20cm dan panjang maksimum 100cm.
Kemudian potongan logs harus melewati proses 'screening' menggunakan alat magnet yang sangat kuat untuk mencari apabila terdapat paku, sekrup atau logam lain di dalam kayu. Benda asing (logam) tersebut bisa merusak mata pisau pada mesin chips dan press.
Logs-logs kecil tersebut kemudian dimasukkan ke mesin khusus untuk dijadikan chips ukuran kecil (serpihan-serpihan kecil) . Apabila chips masih terlalu besar akan diproses ulang untuk menjadi chips yang lebih kecil.

Semua chips yang telah lolos proses screening kemudian dicuci lalu direbus pada suhu dan waktu tertentu hingga menjadi lunak. Chips akan menjadi lembut dan lunak setelah proses defibrator, kemudian dicampur dengan bahan wax dan lem sebelum memasuki proses pressing.


Dalam lini produksi dan mesin yang sama (mesin tersambung sangat panjang hingga 50m) kemudian material campuran tersebut diberi tekanan dan panas tertentu untuk mendapatkan ketebalan sesuai pengaturan. terdapat rol kedua yang memberikan tekanan lebih besar pada material sehingga anda akan bisa melihat bahwa permukaan MDF bagian atas & bawah sedikit berbeda tingkat kekilapannya. Hal ini karena perbedaan tekanan.

Secara otomatis MDF kemudian dipotong sesuai panjang standar international (1220 x 2440mm).

MDF tetap memiliki kelemahan yang sama dengan jenis board yang lain,
1. Air mudah meresap pada sisi tebal
2. Sekrup kurang kuat pada sisi tebal
3. Lem putih tidak bekerja secara efektif pada permukaan.
4. Tidak mengikat paku sekuat kayu solid.

Walaupun begitu, produsen MDF saat ini juga telah memproduksi MDF waterproof. Sejauh mana MDF tersebut tahan air?

Lapisan Lilin pada Penampang Jati

Beberapa hari yang lalu saya kunjungi satu pabrik kayu yang memproduksi furniture outdoor menggunakan kayu jati. Ada satu rutinitas mereka yang mengilhami saya menulis artikel ini. Pada beberapa puluh kubik meter tumpukan kayu gergajian jati, semua penampang kayu jati tersebut dilumuri dengan lapisan lilin. Mungkin anda pernah melihat hal yang sama dan bertanya-tanya mengapa mereka melakukan itu?

Struktur kayu sedemikian rupa sehingga penampang kayu adalah tempat paling mudah bagi air di dalam kayu untuk membebaskan diri ataupun masuk ke dalam kayu kembali. Sebagian besar kayu jati dikeringkan dengan cara air-drying, metode tradisional pengeringan kayu akan tetapi metode yang paling efisien saat ini untuk kayu jati.
Sebagai jenis kayu dengan nilai ekonomis paling tinggi, perawatan terhadap kayu jati sangat diperhatikan. Lapisan lilin yang ada pada penampang kayu jati tersebut adalah salah satu cara untuk mencegah air masuk kembali ke dalam kayu jati dan membuat MC level kayu tersebut naik. Hal ini mungkin terjadi mengingat pada waktu itu adalah musim hujan dan kelembaban udara luar adalah 70-85%.

Hal ini juga dilakukan umumnya oleh para eksportir kayu gergajian di dunia. Waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman cukup lama. Saya belum pernah melihat hal ini pada kayu gergajian yang diekspor dari Indonesia. Apabila anda memiliki informasi tentang hal itu alangkah baiknya apabila bisa berbagi dengan ForumKAYU atau ke feedback@tentangkayu.com

Konstruksi Dowel Kayu

Salah satu alternatif konstruksi kayu yang cepat dan mudah. Teknologi mesin untuk membuat konstruksi inipun memberi kemudahan bagi pabrik untuk memilih jenis konstruksi ini. Beberapa prinsip dasar pengaturan konstruksi dowel kayu hampir sama dengan konstruksi pen & lubang. Antara lain diameter dowel minimal 1/3 dari tebal kayu/papan, spelling 2mm untuk tempat lem dan pingul di ujung dowel untuk memudahkan penyetelan.

Note: Apabila anda membeli dowel kayu dari pemasok biasanya dowel sudah terpingul sesuai dengan diameternya.



Dowel digunakan pada berbagai lokasi konstruksi meja, kursi, almari dengan satu alasan paling besar adalah karena praktis, cepat, kuat dan fleksible.


Praktis
Tidak seperti halnya konstruksi pen & lubang, anda harus menyediakan panjang yang lebih pada komponen sepanjang ukuran pen yang dibutuhkan. Pada konstruksi dowel cukup dipotong persis sepanjang ukuran komponen jadi yang diperlukan.
Ukuran dowel untuk konstruksi sangat baik karena kita tidak perlu memotong kayu dalam ukuran yang besar khusus untuk memproduksi dowel kayu. Variasi ukuran dowel untuk konstruksi tidaklah terlalu besar, dari 6mm - 20mm (diameter), panjang 20mm - 60mm.


Cepat
Hanya dibutuhkan mesin bor untuk membuat lubang pada penampang komponen dan sisi tebal/lebar untuk penempatan dowel. Bahkan saat ini sudah banyak terdapat mesin kayu yang bisa membuat beberapa lubang dalam berbagai ukuran diameter untuk dowel kayu sekaligus secara bersamaan. baik itu untuk posisi horisontal ataupun vertikal.

Kuat
Konstruksi sambungan, dengan menggunakan lem pada dasarnya adalah untuk memperluas bidang yang dilumuri dengan lem kayu dan dowel bisa memenuhi syarat tersebut. Bidang luar permukaan dowel adalah luas bidang lem yang juga memiliki kekuatan tarik ke segala arah.
Untuk memperkuat lagi kita bisa menambah jumlah lubang dowel dalam satu bidang konstruksi.

Fleksible
Pada bentuk dan sudut apapun pada konstruksi, dowel bisa mudah menyesuaikan dan tetap cepat dikerjakan. karena pengeboran dowel harus selalu 'siku' dengan sisi penampang kayu (komponen panjang) sehingga masih mudah diaplikasikan.



Aturan khusus pembuatan dan penyetelan konstruksi dowel:

1. Dowel kayu sebaiknya terbuat dari jenis kayu yang sama dengan komponen konstruksi.
2. Jarak lubang dowel terluar dengan sisi luar kayu minimal 1/2 ukuran diameter dowel.
3. Ukuran panjang dowel yang paling efektif antara 4-6 kali diameter dowel kayu.
4. Perhatikan titik poros dowel, harus tepat, tidak berubah sedikitpun. Perbedaan titik poros pengeboran berakibat komponen tidak dapat dirakit.
5. Lumuri 'seluruh' permukaan dowel dengan lem kayu.
6. Jangan memasukkan dowel ke dalam lubangnya terlalu keras, bisa membuat ujung dowel rusak.

Sebelum Menjalankan Quality Control

Team quality control harus mempersiapkan hal-hal penting sebelum menjalankan tugasnya di dalam lingkungan produksi. Sebagai lapisan untuk mempertahankan kualitas produk, quality controller perlu memahami langkah-langkah dasar sebelum masuk ke ruang produksi.

Prosedur
Di luar pengetahuan teknis, sebaiknya sebuah pabrik bisa memiliki buku panduan bagi team QC tentang bagaimana pekerjaan ini harus dilakukan. Buku panduan tersebut akan membantu para QC dalam mengatur jadwal atau ketika terjadi konflik di dalam proses produksi. Informasi dasar yang perlu di tuangkan dalam buku panduan tersebut meliputi (5W + 1H), yaitu Why, What, Who, Where, When + How.
Penjelasan 'Mengapa, Apa, Siapa, Di Mana, Kapan dan Bagaimana menjalankan kontrol kualitas secara detail di dalam buku prosedur akan sangat bermanfaat.

Dokumentasi Produk
Penting sekali untuk memahami detail konstruksi atau desain yang diinginkan oleh CUSTOMER, bukan oleh pabrik. Cara paling efektif dan terbaik adalah dengan menyediakan gambar kerja secara detail, daftar spesifikasi produk dari bahan dasar hingga finishing akhir. Team QC harus benar-benar memahami dokumentasi tersebut 100% sebelum memasuki ruang produksi.


Sampel Produk
Cara yang paling cepat, mudah dan efisien adalah dengan memiliki sampel yang telah diperiksa bersama-sama oleh bagian desain, produksi dan pemasaran. Ketika keseluruhan team kerja setuju dengan sampel yang ada, sampel ini sebagai kunci bagi QC untuk pedoman menentukan standar kualitas di ruang produksi.
Kelemahan dari sampel fisik seperti ini timbul ketika umur sampel sudah terlalu lama. Warna, kehalusan dan bentuk detail seringkali berubah ketika sampel tersebut terletak beberapa lama di ruang produksi, apalagi jika tidak terawat dengan baik.

Regular Testing
Yang dimaksud di sini adalah pengetesan terhadap produk secara periodik ketika produk tersebut masih di dalam ruang produksi (assembling, finishing). Team QC perlu mengetahui beberapa cara pengetesan sederhana terhadap produk sebelum produk tersebut masuk ke bagian pengepakkan. Pemikiran bersama di depan sampel akan sangat efektif untuk memperoleh ide-ide tersebut.
Rutinitas ini juga bisa dimasukkan ke dalam buku prosedur apabila diperlukan.


Troubleshooting
Apa yang seringkali saya lihat di lapangan bahwa QC (di ruang mesin) bahkan tidak mengetahui jenis kayu yang sedang dikerjakan di ruang produksi. Seorang QC, menurutnya hanya bertugas untuk memeriksa bahwa, misalnya, hasil pengerjaan mesin halus tanpa cacat, kayu tidak ada mata kayu, MC masih di bawah standar kualitas dsb. Dia sama sekali tidak mengerti dan tidak perlu memahami apa akibat dari kesalahan penggunaan jenis kayu, hubungannya dengan pengeleman misalnya.

Jika kita lihat dari satu sisi, bisa jadi dia benar karena yang lebih bertanggungjawab untuk memeriksa apakah jenis kayu yang digunakan sesuai dengan spesifikasi produk adalah bagian pembahanan sebelum masuk ruang mesin untuk kontruksi.

Dari sisi lain, memahami jenis kayu yang digunakan adalah pengetahuan paling dasar yang harus diketahui oleh QC di lini produksi manapun.

Pada situasi ini berarti kepala QC di bagian pembahanan tidak mengindahkan proses persiapan sebelum teamnya memasuki ruang produksi. Kepala QC harus mengerti bagaimana meyakinkan bahwa semua QC memahami produk dan spesifikasinya.

Menggunakan Meteran untuk Kayu

Karena harganya yang murah dan mudah didapat di toko bangunan manapun, alat tukang kayu ini seringkali tidak dirawat dengan baik ataupun tidak diperhatikan bagian-bagian pentingnya. Lagipula memilih meteran yang baik sebenarnya bukan berarti yang mahal dengan konversi ukuran yang berlebih.

Berikut ini hal yang kita perlu perhatikan sebelum membeli meteran maupun ketika kita menggunakannya sebagai alat bantu:
1. Angka skala ukuran harus jelas dan tidak mudah mengelupas. Cek kebenaran skala ukuran dengan alat ukur lain yang lebih presisi (misal: caliper atau mata bor).

2. Bagian stopper ujung meteran 'HARUS' fleksible, bisa bergerak maju/mundur sebesar ketebalan batang stopper ujung. Hal ini penting untuk keakuratan hasil pengukuran bagian dalam sebuah kabinet atau kedalaman lubang konstruksi.
3. Sebaiknya pilih meteran yang ada rolling stoppernya untuk menghindari gerakan melipat yang terlalu cepat sehingga jari dan tangan kita terhindar dari luka gesekan.
4. Jaga agar batang meteran tetap lurus (tidak bengkok atau melintir) sehingga hasil pengukuran tetap benar.
5. Untuk mengukur bidang yang tidak siku, gunakan sebatang kayu lurus atau batang besi lurus untuk awal pengukuran.
6. Jangan gunakan meteran untuk membuat garis lurus.
7. Jangan gunakan meteran bahan logam untuk mengukur bidang melengkung.

Semoga tips tersebut bermanfaat buat anda.

Sifat Mekanik Kayu

Sifat mekanikal material kayu bisa dilihat dan dianalisa berdasarkan list berikut ini.

Kekuatan Tarik
Dua arah kekuatan tarik pada kayu yaitu searah serat kayu atau tegak lurus (melintang) arah serat kayu. Kekuatan tarik kayu adalah bagaimana reaksi bahan kayu terhadap gaya-gaya yang menarik kayu. Pada umumnya kayu memiliki kekuatan tarik lebih besar searah serat kayu.

Kekuatan Tekan
Adalah daya tahan kayu terhadap tekanan pada searah serat kayu atau melintang serat kayu. Kekuatan tekan kayu lebih lemah pada arah melintang serat.


Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kekuatan kayu menahan gerakan dan tekanan yang membuat kayu bergeser (tanpa pukulan) baik itu beban mati ataupun beban hidup. Beban mati artinya tekanan secara terus menerus pada skala tekanan tertentu. Sedangkan beban hidup berarti tekanan yang berulang-ulang dan bisa berubah-ubah kekuatannya.
Keteguhan geser kayu paling besar adalah pada posisi melintang serat kayu.


Kelenturan (Kekuatan Lengkung)
Kayu juga tahan terhadap gaya yang berusaha melengkungkan kayu dengan satu kali tekanan secara terus menerus atau berkali-kali (secara mendadak, seperti pukulan).



Kekuatan Belah
Daya tahan kekuatan kayu terhadap tekanan belah paling rendah pada posisi searah serat. Walaupun demikian untuk beberapa jenis kayu tertentu sangat baik apabila kekuatan belahnya sangat lemah karena jenis kayu ini akan sangat cocok untuk pembuatan atap sirap atau kayu bakar.


Mengasah Gergaji Manual

Beberapa teknik tertentu memang dibutuhkan untuk mengasah mata gergaji menjadi gergaji yang tajam dan baik. Mengasah gergaji tidak sekedar membuat semua jajaran mata gergaji menjadi lebih runcing akan tetapi kita perlu perhatikan beberapa detail yang akan sangat besar pengaruhnya untuk kemudahan menggunakan gergaji tangan.

Sebagai tukang kayu walaupun belum profesional saya kira pengetahuan ini bisa membantu untuk mengatasi masalah pada waktu gergaji tangan 'dianggap' tumpul atau memang perlu ditajamkan.


Kelurusan Bilah gergaji
Bilah gergaji harus benar-benar lurus tanpa bengkok sehingga pada waktu gerakan menggergaji garis potong yang akan dihasilkan terjaga ukurannya dan tenaga yang dibutuhkan untuk mendorong ataupun menarik gergaji tidak terlalu besar, terutama pada waktu garis potong sudah memiliki kedalaman tertentu. Bilah gergaji yang bengkok bisa berakibat garis potong menjadi lebih besar dan hasil gergaji tidak halus/rata.

Barisan Mata Gergaji
Pengasahan harus memperhatikan hasil akhir pada posisi mata gergaji. Semua ujung mata gergaji harus terletak pada satu garis lurus dengan sekecil mungkin toleransi. Begitu pula dasar sudut mata gergaji juga harus tetap berada pada satu garis lurus.
Ketidakrataan posisi barisan mata gergaji berarti tidak semua mata gergaji bekerja maksimal. Hanya mata gergaji paling tinggi yang bekerja memotong kayu. Situasi ini membuat penggergajian lebih berat dan lebih lama. Juga bisa membuat gergaji lebih cepat tumpul terutama pada mata gergaji tertinggi.


Ruang Gerak
Jika diamati dari dekat anda perhatikan bahwa semua mata gergaji bengkok, mempunyai sudut tertentu dari bilah gergaji. Dan susunannya selalu berbanding sama. Misalnya mata gergaji urutan genap akan bengkok ke kiri dan mata gergaji urutan ganjil bengkok ke kanan. Sudut ini juga tidak ditentukan secara acak. terdapat alat khusus untuk mengatur sudut mata gergaji yang disebut Gripper (paling tidak itu istilah yang saya ketahui).
Gripper membengkokkan mata gergaji satu persatu sehingga terdapat ruang gerak untuk bilah gergaji pada waktu gerakan menggergaji. Lebih besar sudut yang dihasilkan lebih besar lebar garis potong pada kayu.


Mengapa ini perlu?
Apabila sudut mata gergaji terlalu kecil pada lebar bilah gergaji akan membuat bilah gergaji terjepit pada waktu gerakan menggergaji dan karena besarnya gesekan antara bilah gergaji dengan sisi kayu yang dibelah/dipotong sehingga timbul bekas hitam seperti terbakar atau mengkilap yang bisa membuat proses finishing kurang memuaskan.

Memilih Jenis Lem untuk Konstruksi Kayu

Berdasarkan cara aplikasinya kita bisa bedakan lem menjadi dua jenis yaitu lem kering cepat dan kering lambat. Lem dengan waktu pengeringan cepat diaplikasikan pada benda kerja dan harus menunggu sampai permukaan bidang yang dilumuri lem mengering baru kedua komponen disambungkan. Jenis lem yang lain diaplikasikan sebaliknya, lem harus masih dalam keadaan basah ketika dua komponen dihubungkan.


Lem Lambat Kering
Dilihat dari kekuatan dan keawetannya, jenis lem lambat kering cenderung lebih kuat dibandingkan lem yang cepat kering karena pada waktu penyambungan lem tersebut memiliki waktu untuk meresap ke dalam pori-pori kayu dan membuat ikatan antar pori-pori kedua komponen kayu lebih dalam.
Karena pada umumnya lem ini diencerkan dengan air, maka hasil ikatan kontruksinya juga akan mudah melemah ketika kontak dengan air (terendam atau semprot) sehingga mempengaruhi kekuatan kontruksinya. Oleh sebab itu penggunaan terbaik jenis lem ini adalah untuk konstruksi utama dan terhindar dari hubungan dengan air secara langsung.

Aplikasi yang baik yaitu dengan membubuhkan seluruh permukaan kontruksi (pen & lubang misalnya) dengan lem ini secara merata.

Lem Cepat Kering
Efektifitas lem ini terlihat pada waktu proses aplikasi. Lem mengering dalam hitungan menit dan kekuatannya sangat baik. Ada beberapa becil bagian yang meresap ke dalam pori-pori kayu tapi sangat sedikit dibandingkan lem lambat kering. Sangat tinggi tingkat ketahanannya (resistensi) terhadap air sehingga sangat baik untuk jenis perabot yang memiliki kemungkinan besar digunakan atau terkontaminasi langsung dengan air.
Paling baik untuk aplikasi pada bidang permukaan yang lebar dan datar. Permukaan yang akan dihubungkan dilumuri dahulu dengan lem, lalu tunggu sampai lem tersebut sedikit mengering baru komponen dihubungkan.



Download artikel

Menggunakan Klem Manual (Clamp)

Alat ini sangat efektif membantu kita dalam berbagai jenis pekerjaan kayu. Dari mulai penggergajian, pengaluran, perakitan hingga proses pemasangan perlengkapan perabot (hardware). Bentuknya bisa bermacam-macam sesuai kebutuhan. Inti dari penggunaan klem adalah untuk mengikat benda kerja selama kita butuhkan dalam keadaan yang stabil dan kuat.

Fungsi utamanya adalah untuk menjaga keselamatan kerja.
Membuat lubang pen dengan cara meletakkan benda kerja di atas bangku kerja suatu hal yang logis dan biasa dilakukan oleh tukang kayu yang profesional maupun yang masih amatir. Akan tetapi apabila lubang pen terletak pada sisi tebal kayu akan memuat posisi komponen tidak stabil dan ini beresiko kecelakaan kerja. Di sinilah salah satu fungsi utama klem manual.

Membuat lubang alur sepanjang kayu akan sangat baik apabila posisi kayu stabil sehingga alur memiliki lebar dan kedalaman yang sama.
Lalu apabila kita ingin merakit sambungan sudut kayu menggunakan jenis lem kayu yang lambat kering, klem manual membantu untuk menjaga agar sambungan tersebut tetap terhubung kuat sampai lem benar-benar kering. Apabila kita menggunakan lem cepat kering pun klem manual akan sangat membantu memberikan tekanan kuat agar kedua lapisan komponen menyatu dengan benar.

Ukuran Klem Manual
Dari jarak bentangan paling kecil ukuran 5 cm hingga panjang 200 cm tersedia di pasaran sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk penyetelan sepanjang klem manual tersebut.

(1)Yang sangat penting harus diperhatikan waktu waktu menggunakan klem manual adalah kepala tekan yang berada di dekat pegangan klem.
Kepala tekan harus fleksibel mengikuti sudut benda yang ditekan sehingga kekuatan tekan lebih baik dan terarah.
(2)Di antara kepala tekan klem dan benda kerja harus disisipkan kayu sebagai penahan untuk mencegah kerusakan benda kerja karena bekas tekanan yang kuat (klem terbuat dari besi)
(3)Sudut tekanan harus sejajar dengan tangan klem sehingga arah tekanan hanya ke satu titik dan tidak tersebar terlalu lebar.


Klem manual yang kita lihat pada ilustrasi adalah jenis klem universal yang bisa bisa digunakan untuk berbagai fungsi dan posisi.
Banyak sekali variasi jenis klem manual yang juga dikembangkan oleh tukang kayu, bukan hasil pabrikan seperti yang terlihat pada gambar ilustrasi. Jenis klem manual tersebut disesuaikan dengan kebutuhan khusus para tukang tersebut.

Memahami Plywood Sebagai Bahan Alternatif

Apa sebenarnya yang disebut dengan plywood? Dalam bahasa Indonesia disebut kayu lapis dan dalam bahasa sehari-hari para tukang kayu awam menyebutnya tripleks, walaupun sebenarnya lebih dari 3 lapisan. Di instansi pendidikan lain menyebutnya sebagai multipleks yang berarti beberapa lapisan.

Plywood terbuat dari beberapa lembaran tipis, atau lapisan yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah dengan lembaran bagian atas secara bersamaan dengan lem khusus di bawah tekanan besar sehingga didapatkan ketebalan tertentu. Lembaran-lembaran tersebut biasanya di peroleh dari proses pengupasan kayu log secara rotary. Dari proses ini diperoleh lembaran yang lebar dan panjang pada ketebalan yang kecil (0.3mm - 3 mm).

Dari konstruksi yang digunakan untuk membuat plywood, maka bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya. Dimulai dari standar ketebalan 3mm, 4mm, 6,9,12,15,18mm dan seterusnya.

Pada awalnya plywood diproduksi karena kebutuhan akan papan lebar sangat besar dan apabila menggunakan kayu solid sangat beresiko tinggi terhadap efek penyusutan kayu (melengkung, melintir dan pecah/retak). Namun demikian plywood juga memiliki keterbatasan dalam ukuran panjang dan lebar.

Kelebihan plywood adalah karena daya tahannya terhadap penyusutan kayu dan ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapatkan dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama.
Tetapi bukan berarti plywood punya daya tahan yang sama kuatnya terhadap cuaca. material ini hanya direkomendasikan untuk perabot di dalam ruangan (indoor). Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal.