Pengrajin Hoi An Mengubah Kayu Kapal Bekas Menjadi Furniture Bernilai Tinggi

ukiran pengrajin Kim Bong Hoi An Wood, perusahaan pengolah kayu di Vietnam, mengubah papan kayu dari bangkai kapal tua yang rusak menjadi furniture unik dan berkualitas tinggi. Melalui tangan terampil para tukang kayu berpengalaman di Hoi An, bahan-bahan limbah diproses dan diolah secara profesional.

(Foto: Balok-balok kayu kapal diubah menjadi furniture artistik/img: DNRT)

Model bisnis ini merupakan contoh nyata ekonomi sirkular, memanfaatkan kayu reklamasi dan menciptakan nilai baru sekaligus melestarikan kerajinan kayu tradisional.


Dari Kapal Tua Menuju Daur Ulang Kayu

Bapak Le Huynh Huyen, Direktur Hoi An Wood Production & Trading Co., Ltd. mengatakan bahwa gagasan memanfaatkan kayu kapal muncul dari kondisi lapangan. Semakin banyak kapal tua dan rusak yang ditinggalkan atau hanya dimanfaatkan untuk hal bernilai rendah sebagaimana ditulis oleh vietnam.vn.

Padahal, kayu pembuatan kapal umumnya menggunakan jenis kayu berharga dan berkualitas tinggi seperti jati, rosewood, dan mahoni.

"Dengan pengalaman lebih dari 6 tahun dalam pembuatan produk dari kayu daur ulang, tim Hoi An Wood melihat ini sebagai potensi bahan baku berkualitas tinggi," ungkap Bapak Huyen.

Inisiatif ini juga lahir sebagai solusi lapangan kerja bagi para pengrajin di desa pertukangan 'Kim Bong' yang terdampak pandemi COVID-19 dan persaingan industri kayu massal.

kapal tua Hoi An
Dari perahu usang, mereka mengubahnya menjadi furniture kelas atas/img: DNRT


Filosofi Daur Ulang Memberi Siklus Hidup Baru

Di Hoi An, mereka memiliki filosofi khusus bahwa kayu tua yang diolah ulang seakan "dilahirkan kembali" dan menciptakan siklus hidup baru untuk material, bukan sekadar mendaur ulang secara kasar.

Perubahan kayu kapal tua menjadi bahan furniture berkualitas tinggi membutuhkan proses pemrosesan yang teliti, antara lain:

Deteksi & Pembuangan Elemen Logam: Membersihkan paku dan sisa elemen besi tua.
Penghilangan Garam & Pengeringan: Menjaga kelembaban dan menstabilkan material.
Klasifikasi Material: Papan tipis digunakan untuk lemari dan kursi, sedangkan balok besar dialokasikan untuk pintu dan gerbang.

Pengrajin dituntut tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu "membaca" serat kayu untuk menentukan potongan yang tepat.

Setiap potongan kayu menyimpan rekam jejak perjuangan nelayan di provinsi Quang Nam dan Vietnam Tengah. Air laut dan interaksi kimia dengan logam selama bertahun-tahun menciptakan pola serat, warna pekat, dan "bekas luka" alami yang unik.

Pengrajin di desa Kim Bong mempertahankan karakter tersebut tanpa penutup pernis PU sintetis. Mereka menggunakan minyak khusus (wood oil) untuk melindungi permukaan sekaligus menonjolkan keindahan aslinya.

Mereka memiliki teknik tradisional yang sangat istimewa. Teknik penyambungan mortise dan tenon tanpa paku berlebih untuk daya tahan tinggi, penanganan struktur yang berpengalaman, seni ukiran tangan alami, dan penyelesaian akhir yang teliti dengan membangkitkan gaya Wabi-Sabi dari Jepang yang menghargai keindahan dalam ketidaksempurnaan, keharmonisan, dan kesederhanaan.

pekerja di kapal tua
Banyak proses harus dilakukan dengan teliti, termasuk pembuangan elemen logam/img: DNRT

tentangkayu

Mari Belajar dan Berkembang Bersama Kami

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama