AHEC dan HDII Menyelenggarakan Kamp Desain Untuk Desainer Muda Indonesia

American Hardwood Export Council (AHEC) mengumumkan bahwa mereka akan bermitra dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta untuk menyelenggarakan kamp desain bagi para desainer muda Indonesia yang akan berlangsung dari Januari hingga Maret 2022. Kamp tersebut sebenarnya telah diluncurkan sejak 20 Desember 2021 melalui webinar yang diikuti lebih dari 130 anggota komunitas desain Indonesia.

Saat ini pendaftaran terbuka hingga 7 Jan 2022 untuk para desainer pemula di seluruh Indonesia yang berminat.


Link pendaftaran ada di website HDIIDKI.


Kriteria peserta antara lain:

  • Warga negara Indonesia
  • Berumur antara 20-35 tahun
  • Memiliki lebih dari tiga tahun pengalaman dalam desain interior atau furnitur
  • Bekerja atau belajar (hanya mahasiswa tingkat akhir) di Jabodetabek
  • Mampu berbicara dan presentasi dalam bahasa Inggris
  • Mampu menghadiri semua sesi kamp desain

Peserta yang terpilih untuk kamp desain akan dikelompokkan bersama mentor seperti Eddy Budiono, CEO dan pemilik PT. Abadi Indorona; Karina Cheung, dan Direktur Pelaksana dan Kreatif di Bika Living; Jarrod Lim. Peserta akan melalui sesi kelas di mana mereka akan belajar tentang desain, manufaktur dan proses komersial, dan belajar tentang kayu Red Oak dari Amerika dan aplikasinya dalam desain furnitur dan interior. Desain dari pemenang akan diproduksi untuk dipamerkan.

Pembicara utama untuk webinar peluncuran ini adalah Josua Simanjuntak, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreativitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Dia membagikan perspektifnya bahwa ekonomi yang kreatif – kekayaan intelektual diciptakan melalui desain dan kreativitas, yang pada gilirannya menambah nilai ekonomi.

Seperti dikutip dari PanelFurnitureAsia, John Chan, Direktur Regional AHEC untuk Tiongkok dan Asia Tenggara menyampaikan bahwa Indonesia adalah pasar utama yang menjadi fokus AHEC pada tahun 2022 karena Indonesia telah menjadi importir kayu keras terbesar kedua di Asia Tenggara dan diharapkan dapat membukukan pertumbuhan ekonomi yang positif dan cepat untuk tahun 2022.
“Saya berharap dapat memperkuat kerjasama kami dengan teman-teman kami di Indonesia untuk lebih mengembangkan dan menumbuhkan pasar domestik Indonesia untuk kayu keras Amerika yang tidak hanya ditebang secara legal dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki banyak aplikasi,” katanya.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama