Pertumbuhan Jamur pada Kayu

Jamur merupakan salah satu mikroorganisme yang menyebabkan warna kayu berubah dan kemudian mengakibatkan pembusukan apabila kuantitasnya sudah berlebihan. Karena jamur tidak mampu memproduksi makanan sendiri, maka jamur bergantung pada beberapa material alam antara lain kulit, katun, rotan, kertas dan kayu.

Dalam hal hubungannya dengan kayu, terdapat 4 syarat utama sebelum jamur bisa berada pada kayu, yaitu: suplai oksigen, suhu udara antara 5-38 °C, kelembaban udara tinggi dan tentunya keberadaan kayu. Kita cukup mengatasi salah satu syarat tersebut untuk menghindarkan kayu pada perabot atau kontruksi bangunan rumah dari jamur.
Cukup jelas bahwa kita tidak bisa membatasi keberadaan oksigen di sekitar kayu karena manusia juga memerlukannya. Suhu udara yang dibutuhkan oleh jamur untuk hidup ternyata berada pada range yang sama dengan manusia dan makhluk hidup lainnya. Bahkan pada beberapa tipe jamur bisa hidup pada suhu di bawah 0 °C. Sehingga pada bagian ini sama sulitnya untuk dibatasi.

Metode yang paling efektif adalah menjaga agar kayu tersebut tetap kering. Itulah sebabnya kayu harus dikeringkan (Kiln Dry) pada level MC antara 8-14 % sebelum diproses menjadi furniture atau kontruksi yang lain (bangunan atau jembatan).
Kebanyakan jamur mulai hidup pada kayu yang memiliki MC level di atas 20%. Di bawah level tersebut, sangat sulit bagi jamur untuk mulai menjalar.

Furniture
Untuk perabot di dalam ruangan, dengan kondisi udara yang cukup stabil dan kelembaban udara yang cukup rendah masih memungkinkan terhindar dari jamur, atau bisa dikatakan mudah menghindarkan perabot dari tumbuhnya jamur. Namun untuk perabot luar ruangan menjadi suatu tantangan tersendiri. Oleh karena itulah pabrik furniture outdoor harus senantiasa berhati-hati dalam memilih jenis kayu untuk perabot luar ruangan. Terdapat beberapa jenis kayu yang telah memiliki zat kimia alami yang berupa 'racun' bagi jamur sehingga tidak ada jamur yang bisa menyerang walaupun 4 syarat tersebut di atas terpenuhi. Contoh jenis kayu di Indonesia misalnya Jati, Ebony dan Ulin.

Bagaimanapun juga ketersediaan jenis kayu tersebut juga terbatas karena semakin banyak orang yang membutuhkan dan terbatasnya waktu tumbuh bagi jenis pohon tersebut yang minimal berusia 30 tahun untuk bisa ditebang dan diproses menjadi kayu industri.

Peletakan furniture di dalam ruang pun akan beresiko terserang jamur apabila ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi udara yang baik.
Beberapa cara menggunakan bahan kimia telah banyak digunakan saat ini oleh beberapa pabrik dan industri kayu gergajian. Kekurangan dari metode ini adalah dengan adanya bahan kimia yang bisa berbahaya bagi pengguna perabot atau para pekerja di dalam pabrik.

Konstruksi Bangunan
Lalu bagaimana dengan kayu yang digunakan oleh para arsitek untuk membangun konstruksi atap rumah, kusen & pintu atau pergola? Kita bisa kembali melihat 4 syarat utama kehidupan jamur dan cara yang paling memungkinkan adalah dengan menjaga agar kayu tetap kering pada kelembaban yang stabil dan tidak terlalu tinggi. Dalam hal ini solusi yang paling mudah dengan membuat sistem ventilasi yang baik pada 'ruangan' di mana konstruksi tersebut berada untuk melancarkan sirkulasi udara di dalam 'ruang' konstruksi tersebut.
Selain itu untuk mengurangi 'suplai udara lembab', terutama di bawah atap genting, para insinyur sipil biasanya membuat lapisan dasar di bawah genteng yang dilapisi bahan semacam lembaran aluminium foil untuk mencegah udara lembab masuk ke 'ruang' kontruksi terutama pada waktu hujan.

Mendeteksi Kehadiran Jamur
Perhatikan beberapa titik di seluruh area produksi furniture, di dalam rumah anda atau gudang penyimpanan yang berpotensi bocor pada saat hujan maupun kebocoran dari saluran air. Hal ini bisa menjadi sumber timbulnya jamur pada kayu stok, barang dalam proses dan furniture di dalam rumah anda.
Pada konstruksi bangunan juga perlu dilihat apakah seluruh saluran pembuangan bekerja dengan baik, tidak ada bocor atau genangan air pada saat musim hujan.


ref: UMASS

0 comments:

Post a Comment