Parafin untuk Finishing Perabot Jati


Bagi anda yang pernah atau masih memiliki hobi mendaki gunung, mungkin sangat familiar dengan istilah parafin. Material ini sejenis minyak dalam bentuk padat (bentuk fisik seperti lilin) yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak air atau penghangat di kala istirahat di tengah perjalanan mendaki gunung.
Keterangan di atas hanyalah salah satu pemakaian sehari-hari material ini. Jika anda ingin perabot kayu jati anda terjaga dari peresapan air, parafin bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif bahan finishing atau pelapis akhir.

Aplikasinya cukup mudah hanya dengan menggosokkan parafin ke permukaan kayu, seperti ketika anda menggunakan sabun mandi batang. Gosokkan tersebut akan meninggalkan serbuk atau lapisan tipis di atas permukaan kayu.
Agar parafin meresap, anda bisa menggunakan alat gosok seperti pengilap cat mobil yang ujungnya dilapisi kain katun.
Gosokkan tersebut akan 'memaksa' parafin untuk masuk lebih dalam ke pori-pori kayu.
Dan semakin lama atau sering akan membuat permukaan kayu lebih mengkilat.

Jenis material finishing ini lebih murah dibandingkan dengan teak oil yang bisa digunakan industri furniture. Dan kelebihannya adalah bisa lebih tahan air. Sedikit berbiaya untuk membeli alat gosok, akan tetapi untuk produksi yang lebih banyak akan tergantikan dengan efisiensinya.


Bagi anda produsen furniture kayu jati, hal ini akan lebih menguntungkan anda karena efek permukaan jati menjadi lebih baik sehingga konsumen akan memilih perabot dengan jenis finishing ini ketimbang teak oil atau politur.

Dari sisi kesehatan lingkungan juga lebih baik karena tidak mencemari tanah maupun udara di dalam produksi sehingga pekerja tidak mengalami resiko kesehatan sebesar bahan finishing lainnya. Tentangkayu.com belum memiliki informasi penuh tentang perbandingan harga finishing parafin dibandingkan dengan lainnya di Indonesia.

Mari jadikan setiap perabot di rumah kita sehat untuk keluarga anda.

6 comments:

  1. sangat bagus panduan anda..

    ReplyDelete
  2. parafin kan bahan bakar padat, apakah nanyi kayuny akan lebih mudah terbakar bila tersulut api?

    ReplyDelete
  3. Informasi yang cukup berguna

    ReplyDelete
  4. Informasi yang sangat bermanfaat. Terima kasih

    penta

    ReplyDelete