Tips Pemasangan Kitchen Set

Kitchen set pada umumnya didesain dengan sistem modul (lepasan dengan boks masing-masing) sehingga menuntut waktu dan tambahan proses untuk merakit kitchen set setelah difinishing akhir.

Dalam hal ini proses perakitan kitchen set sebenarnya cenderung lebih mudah dibandingkan kitchen set yang dibuat dengan sistem built-in. Keuntungan yang diperoleh adalah fleksibilitas posisi tiap boks dan lokasi dapur tetap terjaga lebih bersih.

Tips perakitan
Tentangkayu.com memiliki beberapa tips dan petunjuk perakitan kitchen set agar perabot anda terpasang dengan baik dan bisa digunakan dengan nyaman. Sebelum melakukan perakitan, sebaiknya siapkan beberapa alat dan bahan pembantu sebagai berikut:

1. Meteran yang masih baik, panjang 5 meter lebih disarankan.
2. Obeng yang sesuai dengan sekrup knock down atau bor elektrik.
3. Pensil atau alat tulis lainnya yang mudah dihapus.
4. Palu karet dan palu besi biasa.
5. Gergaji tangan atau portable untuk memotong papan atas dan membuat lubang pipa saluran air kotor.
6. Siku untuk mengontrol sudut pemasangan kabinet.
7. Klem pengikat benda kerja untuk membantu mengencangkan posisi papan ketika perakitan.
8. Waterpass: Alat untuk mengukur level horisontal pada top meja.




Pekerjaan persiapan
Jika anda sedang dalam penggantian kitchen yang lama ke kitchen set baru, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membongkar kitchen set lama. Jika rumah yang akan dipasang adalah rumah baru, maka pastikan bahwa dinding sudah dicat dengan baik, lantai sudah terpasang penuh dan semua instalasi listrik dan pipa air sudah terpasang dengan baik.

1. Pemutusan hubungan listrik.
Matikan dan putuskan semua jaringan listrik, air bersih dan gas pada kitchen set yang lama (untuk kitchen set baru bisa langsung ke langkah nomor. 3). Termasuk juga saluran air kotor dari kitchen sink.

2. Pindahkan kitchen set yang lama.
Gunakan kaos tangan dan peralatan keselamatan lainnya yang perlu pada saat melepas/membongkar kitchen set yang lama. Mulai dengan mengeluarkan laci dan melepas pintu pada kabinet bawah sehingga akan memudahkan anda untuk membongkar kabinet bagian atas (hanging kabinet).

3. Finishing dinding & lantai
Pastikan bahwa level dinding sudah rata dan dicat sesuai dengan warna atau tekstur yang anda inginkan. Kecuali jika anda ingin menggunakan wallpaper untuk dinding, sebaiknya dipasang setelah instalasi selesai. Lantai juga harus sudah terpasang dengan rapi dan kemudian lapisi dengan bahan lembaran untuk melindungi lantai dari goresan dan cacat pada saat instalasi kitchen set. Langkah tersebut juga memudahkan proses instalasi lantai.

4. Marking
Buatlah garis seperlunya pada lantai dan dinding untuk memudahkan anda mengetahui posisi kabinet sebelum terpasang. Goreskan marking pada lokasi yang diyakinkan tidak akan terlihat ketika instalasi selesai.

5. Pengecekan lokasi pelistrikan, pipa air dan gas.
Periksa ulang seluruh titik-titik stop kontak, saklar, pengkabelan, pipa air, pipa gas dan lainnya pada dinding dan lantai. Pastikan bahwa pada saat anda melakukan pengeboran baik di dinding dan lantai tidak akan merusak saluran & instalasi tersebut.

Instalasi
Mulailah dengan perakitan seluruh 'modul' kitchen set pada masing-masing tipenya dan letakkan di dalam ruangan yang terlindung dair sinar matahari langsung atau hujan. Tidak perlu merakit laci, pintu dan perlengkapan lainnya (kunci, handle dll) sebelum pemasangan selesai.

Rata-rata kitchen set dibuat dari bahan plywood atau MDF sehingga akan mudah berubah bentuk apabila diletakkan di tempat dengan suhu udara dan kelembaban yang ekstrim.

1. Gantungkan kabinet atas kitchen set lebih dahulu. Dengan cara ini kita akan memiliki ruang lebih banyak di bagian bawah untuk berdiri dan akan lebih stabil.
Mulailah dengan pemasangan kabinet atas pada bagian sudut. Jika terdapat kabinet terusan (almari tinggi) maka sebaiknya letakkan dahulu almari tersebut di posisi yang telah ditentukan.

2. Rakit dan pasangkan kabinet bawah dan kabinet tinggi. Sebelum meletakkan kabinet/modul pada posisinya, buatlah lubang untuk saluran air, stop kontak maupun pipa gas sesuai dengan posisi yang benar.

3. Pemasangan papan atas meja dan fixtures.
Setelah penyetelan level kabinet bawah dilakukan dengan baik, sekarang waktunya untuk meletakkan papan atas meja (untuk desain kitchen set yang menggunakan papan atas lepasan dari bahan kayu solid, marmer, granit atau kaca). Untuk kitchen set yang papan atasnya telah terpasang pada boks kabinet, hanya memerlukan proses penyetelan level ketinggian papan atas.
Fixtures termasuk kitchen sink (washbak), kran air, kompor dan penghisap udara.

4. Pemasangan laci, ambalan dan pintu kabinet.
Ketika semua kabinet utama telah terpasang dan ter-setel dengan baik, saatnya untuk memasang laci, pintu, ambalan dan apabila ada lampu aksesories. Setelah yakin semuanya terpasang dengan baik, maka cek kembali apakah saluran air dan listrik berjalan dengan lancar dan terhubung dengan baik.

5. Finishing Touch
Pegangan pintu dan laci menjadi aksesoris terakhir yang dilakukan pada saat instalasi kitchen set. Namun sebaiknya lakukan pengecekan terutama pada setelan pintu apakah sudah sejajar dengan papan samping atau cek sudut-sudut top meja apakah tertutup rapat terutama pada pertemuan top meja dengan dinding samping di ruang dapur anda.

Sebagai aksesoris tambahan juga bisa dipasangkan karet penahan pintu agar pintu tidak berbunyi terlalu keras ketika ditutup dengan kencang. Periksa kembali pada sambungan bibir kitchen sink dengan top meja, sebaiknya bubuhkan lapisan silikon untuk mencegah kebocoran.

2 comments:

  1. Mohon maaf Hanya usul, bagaimana kalo material untuk top tablenya menggunakan BATU GRANIT SINTETIS, krn BATU GRANIT SINTETIS memiliki banyak pilihan warna2 yg UNIQ dibandingkan warna batu granit alam ataupun material lainnya. Terimakasih.
    http://batugranitsintetis.blogspot.com/2012/09/Warna-Uniq-Batu-Granit-Sintetis.html

    ReplyDelete
  2. penjelasan yang cukup dimengerti, thanks

    ReplyDelete