Antara Jati Jawa Barat & Jawa Timur/Tengah

Secara umum kayu jati menjadi kayu yang paling awet dan memiliki nilai jual tinggi di dalam bisnis furniture. Selain teksturnya yang halus, kayu jati memiliki kelas awet yang baik. Sumber kayu jati yang paling besar adalah di pulau Jawa tepatnya di daerah Jawa Timur dan perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di areal Cepu dan sekitarnya.

Dalam industri furniture yang menggunakan bahan baku utama kayu jati dikenal dengan istilah jati Jawa Barat & jati Jawa Timur/Tengah. Di Jawa Barat, hutan jati terkonsentrasi di sekitar Ciamis.

Mengapa ada istilah tersebut dan bagaimana kita bisa membedakannya?

Menurut sumber dan pengalaman yang ada, jati Jawa barat cenderung lebih murah harganya dibandingkan dengan jati yang berasal dari hutan di Jawa Timur/Tengah. Dan perbedaan tersebut bisa mencapai nilai yang cukup tinggi bahkan signifikan.



Jati Jawa Barat
Pori-pori kayunya lebih besar dan 'gemuk', warna kayunya juga lebih bervariasi. Pada beberapa bagian kayu terdapat warna coklat kemerahan, namun apabila dijemur langsung di bawah sinar matahari, warna tersebut akan hilang dan berubah coklat keemasan.

Garis axial kayu lebih mudah terlihat pada kayu jati Jawa Barat. Dan lebih banyak alur berwarna gelap, walaupun alur tersebut juga terdapat pada jati dari Jawa Timur/Tengah. Tentang density sedikit lebih kecil dan lebih mudah terkena retak rambut.
Namun demikian jenis ini memiliki mata kayu lebih sedikit pada level kualitas yang sama.



Jati Jawa Timur/Tengah
Dikenal memiliki kualitas yang baik. Dengan ukuran diameter yang kurang lebih sama, jati Jawa Timur/Tengah bertekstur lebih halus dan warna lebih seragam. Ketika level MC sudah mencapai di bawah 14%, kayu menjadi sangat stabil. Dalam hal ini jati dari Jawa Barat kadang-kadang masih bisa terpengaruh udara luar.

Perbedaan warna kayu gubal dan kayu teras hampir sama pada kedua jenis kayu, namun komposisi kayu gubal pada jati dari Jawa Timur/Tengah lebih kecil.

Beberapa perbedaan lain yang lebih detail akan mudah dikenali pada saat membandingkan langsung kedua tipe kayu tersebut. Namun secara umum kayu jati tetap memiliki kualitas yang lebih baik.

Latar Belakang Perbedaan Kualitas
Beberapa buyer furniture Jati yang berpengalaman bisa membedakan kedua tipe kayu tersebut dan bahkan secara spesifik melakukan negosiasi harga berdasarkan tipe kayu tersebut. Lalu latar belakang seperti apa yang membuat keduanya berbeda?

Belum ada laporan resmi dari pihak yang berwenang ataupun organisasi yang berkompeten tentang perbedaan tersebut, paling tidak berikut ini beberapa indikator yang bisa kita kaji:

1. Kesuburan Tanah
Hutan di mana pohon jati Jawa Barat tumbuh memiliki struktur tanah yang lebih subur sehingga pertumbuhan pohon sedikit lebih cepat dibandingkan tanah di perbatasan Jawa Tengah & Jawa Timur yang banyak mengandung kapur. Pertumbuhan yang lebih cepat tersebut memungkinkan pori-pori lebih besar.

2. Pegunungan
Tanah yang berpegunungan juga membantu pohon jati tumbuh tanpa terdapat gangguan dalam pembentukan batang pohon.

3. Umur pohon
Dengan kurang suburnya tanah, pohon di area Jawa Tengah/Timur membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan ukuran diameter yang sama dengan tipe Jawa Barat.

Saat ini mengingat volume dan kapasitas kayu jati di pulau Jawa mulai berkurang, pemerintah melalui Perum Perhutani dan Inhutani telah mulai mengekslorasi hutan jati yang ditanam oleh rakyat di area Sulawesi.
Namun dengan perbedaan struktur tanah, kualitas kayu jati dari Sulawesi masih jauh kurang baik dibanding yang dari pulau Jawa. Rata-rata berdiameter kecil (25-30 cm) dan terdapat banyak mata kayu.

2 comments :

Tuliskan pendapat anda...