Hexagonal Key

Hardware ini sangat mudah ditemukan pada produk furniture knock down, baik furniture outdoor maupun indoor. Suatu alat bantu yang sangat praktis untuk merakit furniture.

Bagi kebanyakan pabrik dan tukang kayu, hexagonal key lebih dikenal dengan Kunci L dan dalam istilah international dikenal sebagai Allen Key. Tidak ada penjelasan yang sangat akurat tentang bagaimana kunci ini bisa disebut Allen Key. Menurut sumber pertukangan kayu istilah ini berasal dari Perancis yang mengenal bentuk mur + baut sebagai Allen Wrench, mur baut yang berbentuk segi-enam. Sedangkan di Jerman lebih mengenal istilah Inbus.

Fungsi Allen key sama persis dengan fungsi obeng. Karena biaya pembuatan kunci ini relatif jauh lebih murah ketimbang obeng biasa. Alasan itulah yang menjadikan Allen key sebagai pilihan produsen furniture knock down (lepasan). Kunci ini selalu dijadikan hardware tambahan untuk konsumen, sehingga konsumen tidak perlu membeli alat lain untuk merakit furniture mereka.

Ukuran Allen Key menurut sistem metric bervariasi. Antara lain 1,5mm, 2mm, 2,5mm, 3mm, 4mm, 5mm, 6mm, 8mm, dan 10mm. Ukuran tersebut diukur berdasarkan jarak terluar dari sisi-sisi Allen Key yang sejajar.
Pada beberapa tipe tertentu, ujung lain dari Allen Key terdapat seperti bentuk bola. Desain ini memungkinkan posisi allen key untuk sedikit serong (tidak tegak lurus) terhadap permukaan kepala sekrup. Model ini ditemukan oleh Bondhus Corporation pada tahun 1964.



Allen key di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kunci L, karena memang bentuknya yang seperti huruf L.

Saat ini model kepala kunci L tidak hanya diterapkan pada kunci dengan bentuk L seperti pada gambar, akan tetapi juga digunakan untuk mata obeng dengan motor, dan diikatkan pada kepala obeng listrik tersebut. Alat ini cukup membantu untuk merakit furniture dalam jumlah besar.

How to use
1. Masukkan sekrup secara manual dengan benar dan putar sedikit dengan jari anda agar sekrup terpasang dengan bautnya.
2. Untuk mempercepat, gunakan ujung yang panjang pada allen key untuk memutar sekrup dengan putaran jari pada sisi panjang kunci L.



3. Ketika hampir seluruh panjang sekrup masuk ke dalam baut, kencangkan dengan merubah posisi kunci L yang pendek pada kepala sekrup sehingga tangan anda bisa menggenggam kunci L dengan baik.
4. Lakukan pengencangan secukupnya.
5. Pasangkan seluruh sekrup pada sebuah furniture secara hampir bersamaan sebelum dikencangkan. Setelah semuanya terpasang dengan baik, barulah masing-masing sekrup dikencangkan agar tekanan dan ikatan sekrup menjadi seimbang.

0 comments:

Post a Comment