Lapiskan Lem Seluas Mungkin Pada Konstruksi Kayu

Lebih luas bidang lem pada sebuah konstruksi, akan jauh lebih baik konstruksi tersebut menjaga keutuhan sambungan. Lem kayu akan bekerja sebagaimana mestinya apabila terdapat 'ruang' di antara permukaan kayu. Kandungan resin yang tercampur di dalam lem akan meresap bersama air ke dalam permukaan kayu dan membuat ikatan-ikatan antar kayu.

Prinsip ini hampir sama dengan ban mobil atau motor. Lebih banyak grip yang terdapat pada permukaan ban (berarti permukaan yang menempel pada permukaan aspal jalan lebih luas) maka cengkeraman ban mobil akan lebih baik.

Yang akan menjadi perhatian buat para pekerja di dalam pabrik atau tukang kayu pada saat perakitan adalah proses pelapisan lem dan jangka waktu dari aplikasi hingga perekatan.

Lem kayu memiliki waktu kering (curing time) yang terbatas sehingga apabila lem sudah terlalu lama dan kering sebelum benda kerja direkatkan, maka daya ikatnya juga akan berkurang. Selain itu perhatikan kondisi lem kayu yang anda gunakan, viscositas lem tersebut harus cukup baik pada saat aplikasi. Tidak terlalu kental karena akan menyulitkan proses pengepresan atau tidak terlalu cari karena hasil kekuatan konstruksi akan lebih lemah.


Pemahaman Yang Kurang Tepat
Beberapa karyawan pabrik atau tukang ternyata memiliki pemahaman akan fungsi lem kayu yang kurang tepat. Dengan adanya pendapat tersebut berimbas akan sedikitnya jumlah lem yang mereka aplikasikan.

Perhatikan prinsip-prinsip berikut tentang lem kayu (lebih dikenal dengan sebutan lem putih):
1. Lem membutuhkan beberapa waktu untuk bisa meresap dengan baik ke dalam pori-pori kayu, untuk itu viscositas lem sangat penting untuk diperhatikan.
2. Kandungan air pada lem membuat ujung pen atau dowel sedikit membesar sehingga sebaiknya buat kontruksi sambungan sedikit longgar. Prinsip dasar pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah dengan memasangkan konstruksi tanpa lem lalu lepas kembali dengan 2 tangan. Apabila anda membutuhkan bantuan alat lain, berarti kontruksi anda akan terlalu ketat dan sangat sedikit ruang untuk lem kayu.

Dowel : Beberapa produsen dowel kayu konstruksi membuat produk mereka dalam keadaan 'compressed' sehingga ketika dowel berinteraksi dengan lem kayu akan segera mengembang dan membentuk ikatan kontruksi lebih kencang dan lebih baik.

Pen & Lubang: Pada arah lebar pen HARUS presisi dan tidak goyang, sebaliknya pada sisi ketebalan pen anda bisa berikan sedikit ruang agar lem bisa mengisinya pada saat perakitan.

3. Apabila lem kayu anda terlihat terlalu kental, campurlah dengan air steril agar lem kayu bisa lebih awet dan tidak terganggu jamur. terutama jika anda menyimpannya dalam jangka waktu agak lama.
Pada resiko yang lebih buruk, lem tersebut akan menjadi hitam pada waktu mengering dan cacat ini akan mengganggu kualitas dan estetika produk anda.

4. Lapiskan lem hanya pada permukaan yang membutuhkan.

0 comments:

Post a Comment