Bagaimana Alat Pengering Kayu Bekerja?

Pada pembahasan kali ini tentang pengeringan kayu, kami ingin memberikan ulasan tentang bagaimana proses pengeringan kayu dengan cara konvensional dilakukan. Atau dengan kalimat lain untuk mengetahui apa yang terjadi dan proses detil apa yang harus dilakukan agar kandungan air di dalam kayu keluar dan terlepas ke udara.

Inti dari pengeringan konvensional adalah mengatur agar temperature/suhu udara di luar dan permukaan kayu pada level tertentu (60-80 derajat celcius) sehingga membuat air di dalam kayu menguap.

Sumber Panas
Teknologi yang ada saat ini terdapat berbagai jenis sumber panas untuk kiln dry. Pada sistem traditional, panas berasal dari sebuah tungku atau ruang pembakaran dengan bahan bakar kayu sisa. Energi panas yang dihasilkan oleh api pembakaran kemudian disalurkan melalui saluran cerobong dengan penghantar kipas.
Jenis sumber panas yang lain berasal dari uap air (steam). Untuk memperoleh panas dari uap air maka dibuatlah sebuah boiler (tungku air berukuran besar) yang dipanaskan mengunakan api pembakaran berbahan bakar kayu atau bahan bakar lain. Kemudian uap air tersebut disalurkan melalui pipa-pipa boiler ke seluruh ruangan pengering. Pipa-pipa tersebut disusun berjajar sehingga diperoleh akumulasi suhu yang stabil.


Distribusi Udara
Kipas menjadi salah satu bagian penting dalam sistem distribusi dan stabilizer proses pengeringan kayu. Posisi dan jumlah kipas diatur sedemikian rupa sehingga penyaluran hawa panas di dalam ruang pengering (chamber) tersalur rata dan stabil.
Terdapat beberapa kipas yang bertugas untuk menarik panas uap air, kipas lain bertugas untuk sirkulasi di dalam chamber dan terdapat pula kipas-kipas untuk mengeluarkan udara 'jenuh' ke luar ruangan. Udara jenuh artinya udara yang memiliki kelembaban tinggi dikarenakan kandungan uap air yang berasal dari kayu.

Pada sistem pengeringan yang lebih maju, susunan dan sistem sirkulasi telah berhasil mengatur agar suhu udara terjaga dengan menggunakan semaksimal mungkin hawa panas yang telah tersalur. Dalam hal ini biaya operasional untuk pembakaran boiler bisa dihemat.


Chamber
Ruangan pengering berperan untuk menjaga kestabilan suhu udara agar tidak tercampur udara luar. Chamber yang baik harus senantiasa dijaga lantainya agar tetap kering dan bersih, terhindar dari aliran air. Lantai perlu dibuat agak miring ke depan (pintu) agar apabila terdapat aliran air (biasanya dari air kayu) akan mengalir ke luar ruang pengering. Pintu ruang pengering harus mampu menyegel udara dari dalam agar tidak keluar dengan mudah.


Heating Up
Untuk hasil terbaik, pada awal proses tidak disalurkan panas yang tinggi. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan periodis. Biasanya diawali dengan suhu sekitar 40-50 derajat celcius kemudian disusul menjadi 70-80 derajat celcius pada pertengahan proses. Suhu ini harus dijaga agar tidak berubah terlalu drastis dalam waktu yang terlalu singkat. Oleh karena itulah sebaiknya setiap kiln dry diharuskan adanya pengawasan selama 24 jam (selama terdapat kayu di dalam ruang pengering) untuk menjaga distribusi panas.


Alat Bantu
Pada sistem tradisional, terdapat pintu kecil di bagian belakang chamber untuk dibuka sewaktu-waktu untuk pengecekan kadar MC. Cara ini mempengaruhi kinerja kiln dry karena banyak udara panas yang keluar pada saat pintu tersebut sering dibuka. Waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan menjadi lebih lama dari yang seharusnya. Pada metode yang lebih baik saat ini, cukup menyambungkan 2 jarum pengukur kadar air dengan kabel dan dihubungkan dengan alat ukur di luar ruang pengering. Peralatan ini biasanya bisa ditemukan di dinding belakan chamber.

Jarum pengukur tersebut bisa berjumlah lebih dari satu pasang dan dipasangkan pada beberapa batang kayu pada lokasi acak. Hal tersebut bertujuan agar informasi kadar air yang dihasilkan cukup mewakili keseluruhan volume kayu di ruang pengering.


Alat ukur saat ini sudah lebih maju dengan menggunakan sistem komputer sehingga angka yang akan anda lihat di luar chamber lebih akurat dan tepat. Kelebihan peralatan ini adalah kemampuannya untuk mengatur besar kecilnya penyaluran udara/hawa panas ke dalam chamber secara otomatis.
Sistem kontrol manual juga bisa anda dapati pada beberapa kiln dry konvensional. Alat ukur yang digunakan masih menggunakan sistem analog dan pengaturan besar kecilnya volume panas masih manual.

1 comments :

Tuliskan pendapat anda...