Persiapan Permukaan Kayu sebelum Finishing

Prinsip pertama dan yang utama pada persiapan kayu sebelum finishing adalah untuk membersihkan defect dan cacat kayu sebersih mungkin. Walaupun pada kayu akan tetap ada cacat yang tidak bisa dihilangkan sama sekali. Dalam hal ini anda perlu mendefinisikan cacat mana yang tergolong minor (kurang penting) dan mana yang tergolong major (penting) sehingga anda bisa menentukan apakah cacat tersebut bisa diterima dengan sistem finishing yang akan anda pakai.

Kebiasaan
Mempersiapkan permukaan untuk finishing seharusnya berawal dari pemilihan bahan baku furniture, sejak anda memilih kayu sebelum diproses ke komponen dengan mempertimbangkan cacat kayu misalnya bebas dari mata kayu, pin holes, blue stain, sapwood atau retak.

Kemudian ketika komponen belum dirakit, permukaan kayu yang bisa diamplas sebisa mungkin lakukan pengamplasan sebaik mungkin sebelum perakitan karena ini akan sangat membantu anda mendapatkan hasil kualitas yang terbaik.
Selayaknya pula kebanyakan jenis finishing berfungsi untuk me(ng)ekspos) serat kayu yag menjadi nilai tinggi dari kayu tersebut.

Kertas Amplas
Beberapa jenis amplas dibuat berdasarkan jenis material. Ada amplas yang khusus dibuat untuk kayu yang keras misalnya. Pilihlah kertas amplas yang tidak mudah rontok.
Kebanyakan orang berpikir bahwa apabila menggunakan kertas amplas yang paling halus berarti akan mendapatkan permukaan kayu yang baik pula. Ini tidak benar, lebih baik pengamplasan dilakukan secara bertahap berdasarkan grit amplas.

Setelah melalui proses mesin atau alat tukang kayu (ketam, serut dll), grit amplas pertama yang optimal bisa menggunakan no 80/100 untuk memotong esrat besar, marking mesin dan ujung-ujung kasar lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan grit 120, 220/240. Pada level ini garis-garis kasar serat sudah tidak terlihat lagi. Apabila anda perlu melanjutkan dengan grit 320 tidak masalah dan ini juga tergantung dari jenis kayu yang digunakan. beberapa jenis kayu keras terutama memang memerlukan pengamplasan hingga grit 320 sebelum finishing.


Metode Pengamplasan
Anda boleh mengamplas berlawanan arah serat hanya pada pengamplasan PERTAMA, berarti pada waktu menggunakan amplas kasar (grit 80/100). Langkah ini berfungsi untuk mempercepat dan memotong serat kayu yang kasar dan membersihkannya dari cacat-cacat kayu lebih cepat, kemudian pengamplasan harus dilanjutkan HANYA searah serat kayu hingga sebelum bahan finishing diaplikasikan. Apabila pengamplasan dilakukan secara manual, sebaiknya gunakan sebatang kayu yang dilapis dengan bahan lebih lunak (softboard) ukuran sekitar 80x40x20mm sebagai 'klos' amplas. Klos ini akan membantu membuat alur pengamplasan lebih rata dan datar. Selain itu pula tangan anda terhindar dari kemungkinan luka karena goresan.

Bekas Lem dan Debu
Bekas lem sebaiknya dibersihkan bersamaan pada waktu perakitan ataupun ketika lem setengah kering. Terutama pada sudut-sudut kontruksi, pengamplasan perlu dilakukan dengan hati-hati. Setelah itu bersihkan pula debu-debu yang menempel karena pengamplasan dengan alat semport angin bertekanan atau kain kering yang bersih.
Sebisa mungkin bahan finishing LANGSUNG diaplikasikan begitu benda kerja bersih dari debu. Jangan menunda terlalu lama karena debu akan kembali menempel dalam beberapa jam.

Hardware
Penyetelan dan pemasangan hardware harus dilakukan sebelum finishing. Paling ideal semua hardware harus dilepas bahkan ketika anda melakukan pengamplasan untuk menghindari goresan pada engsel atau kunci yang bisa mengakibatkan karat. Dan kemudian pasang kembali hardware tersebut ketika finishing telah mencapai tahap akhir dan KERING. Namun apabila ini tidak memungkinkan sebaiknya seluruh permukaan hardware ditutup dengan plastik atau bahan yang tidak tembus cairan sehingga terlindung dari reaksi dengan bahan finishing.

3 comments:

  1. Makasih nih infonya! sangat membantu nih

    ReplyDelete
  2. Mau nanya nih,,
    gimana caranya mengatasi efek yellowing pada kayu jati?please share infonya..tq

    ReplyDelete