Apakah Rotan juga Perlu Dikeringkan?

Sama halnya dengan kayu, rotan juga memiliki kandungan air di dalamnya. Perbedaannya dengan kayu, kandungan air di dalam rotan tidak banyak mempengaruhi penyusutan pada rotan. Dengan sifat mekanink rotan yang harus fleksibel, perubahan bentuk pada rotan tidak mempengaruhi kualitas produk.
Masalah rotan lebih cenderung pada warna dan keuletannya. Semakin terang warna rotan akan lebih baik karena ini berarti mempermudah pewarnaan. Saya belum memperoleh informasi yang akurat tentang standard Moisture Content pada rotan. Akan tetapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama ini, apabila kita gunakan standar MC level sama seperti pada kayu, kualitas rotan akan lebih terjamin dan aman.

Kita bisa menggunakan MC meter type jarum untuk mengukur moisture content pada rotan.

Jawaban yang pasti bahwa rotan tetap perlu dikeringkan. Cara pengeringan bisa bermacam-macam. Dengan pengeringan alam; meletakkan rotan di luar ruangan selama beberapa hari atau di dalam ruang Kiln Dry seperti untuk kayu. Hanya saja waktu pengeringan dan temperature ruangan lebih cepat dan lebih rendah dari kayu.


Pengeringan rotan lebih bertujuan untuk mencegah tumbuhnya jamur pada rotan terutama karena pori-pori rotan cukup besar. Jamur yang tumbuh pada rotan bisa merusak bagian dalam dan pada akhirnya akan membuat produk cepat rusak karena membusuk dan lunak.
Rotan dikeringkan pada beberapa langkah yang berbeda. Pertama ketika masih berbentuk batangan, kemudian setelah menjadi 'pitrit' (bagian dalam rotan setelah dibelah) pun masih dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.

0 comments:

Post a Comment