Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC) mengumumkan penarikan kembali (recall) hampir 13.000 bangku anak yang biasanya digunakan di dapur untuk anak belajar dan memahami pekerjaan di dapur, disebut juga 'Learning Tower' dari tiga merek, karena dinilai berbahaya dan berisiko menyebabkan cedera serius.
Penarikan tiga produk sekaligus ini terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan, yaitu selama bulan April ini.

Model bangku anak yang ditarik/img: CPSC
Bangku anak yang ditarik ini umumnya dijual secara online, terutama melalui Amazon, hingga Maret 2026. Learning tower sendiri adalah bangku khusus yang dirancang agar anak kecil bisa berdiri sejajar dengan meja dapur, sehingga dapat ikut beraktivitas bersama orang tua.
Menurut CPSC, bangku-bangku tersebut memiliki beberapa masalah serius. Di antaranya adalah risiko roboh saat digunakan, mudah terbalik atau terjungkal, serta celah di bagian samping yang cukup besar sehingga tubuh anak bisa terjebak. Kondisi ini sangat berbahaya dan bahkan berpotensi menyebabkan kematian jika anak terjepit.
Secara total, sekitar 12.830 unit terdampak dalam penarikan ini, ini rinciannya:
Menanggapi hal ini, pihak berwenang meminta para orang tua dan pengasuh untuk segera berhenti menggunakan produk tersebut. Selain itu, konsumen disarankan untuk membongkar dan menghancurkan bangku agar tidak digunakan kembali atau dijual ke orang lain.
Semua peritel terkait juga telah menyatakan akan memberikan pengembalian dana (refund) kepada konsumen yang terdampak. Tiga produk tersebut seluruhnya terbuat dari kayu dan diproduksi di Tiongkok.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua produk anak, terutama yang dijual dengan harga lebih murah atau diimpor, bisa terjamin kualitas keamanannya. Sebelum membeli, sebaiknya orang tua memastikan produk memiliki konstruksi yang kokoh, desain yang aman tanpa celah berbahaya, serta telah lolos uji standar keselamatan.
Keselamatan anak harus selalu menjadi prioritas utama, terutama untuk peralatan yang digunakan sehari-hari di rumah seperti learning tower.
(CPSC)
Berita recall ini bukan untuk menonjolkan masalah pada produk, tetapi untuk mengingatkan produsen dan pembuat furniture kayu bahwa keselamatan konsumen harus diutamakan, termasuk memahami risiko dan mengantisipasinya sejak proses produksi. Recall menjadi bentuk edukasi agar standar keamanan terus ditingkatkan.
Penarikan tiga produk sekaligus ini terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan, yaitu selama bulan April ini.

Model bangku anak yang ditarik/img: CPSC
Bangku anak yang ditarik ini umumnya dijual secara online, terutama melalui Amazon, hingga Maret 2026. Learning tower sendiri adalah bangku khusus yang dirancang agar anak kecil bisa berdiri sejajar dengan meja dapur, sehingga dapat ikut beraktivitas bersama orang tua.
Menurut CPSC, bangku-bangku tersebut memiliki beberapa masalah serius. Di antaranya adalah risiko roboh saat digunakan, mudah terbalik atau terjungkal, serta celah di bagian samping yang cukup besar sehingga tubuh anak bisa terjebak. Kondisi ini sangat berbahaya dan bahkan berpotensi menyebabkan kematian jika anak terjepit.
Secara total, sekitar 12.830 unit terdampak dalam penarikan ini, ini rinciannya:
- Merek AMZCMJ DGD, yang memiliki desain lipat dan bisa diubah menjadi meja serta kursi. Produk ini dilaporkan mengalami 7 insiden, termasuk anak terjatuh atau terjebak, dengan 4 kasus cedera. Telah terjual sekitar 130 unit.
- Merek Wiifo, telah terjual sekitar 9.700 unit sejak Juni 2022. Produk ini dilaporkan mengalami 22 insiden roboh, dengan 6 kasus cedera ringan seperti memar dan lecet.
- Merek TOETOL HOME, telah terjual sekitar 3.000 unit sejak Oktober 2024. Tercatat 18 insiden roboh dan 11 anak mengalami cedera seperti luka gores dan memar.
Menanggapi hal ini, pihak berwenang meminta para orang tua dan pengasuh untuk segera berhenti menggunakan produk tersebut. Selain itu, konsumen disarankan untuk membongkar dan menghancurkan bangku agar tidak digunakan kembali atau dijual ke orang lain.
Semua peritel terkait juga telah menyatakan akan memberikan pengembalian dana (refund) kepada konsumen yang terdampak. Tiga produk tersebut seluruhnya terbuat dari kayu dan diproduksi di Tiongkok.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa tidak semua produk anak, terutama yang dijual dengan harga lebih murah atau diimpor, bisa terjamin kualitas keamanannya. Sebelum membeli, sebaiknya orang tua memastikan produk memiliki konstruksi yang kokoh, desain yang aman tanpa celah berbahaya, serta telah lolos uji standar keselamatan.
Keselamatan anak harus selalu menjadi prioritas utama, terutama untuk peralatan yang digunakan sehari-hari di rumah seperti learning tower.
(CPSC)
Berita recall ini bukan untuk menonjolkan masalah pada produk, tetapi untuk mengingatkan produsen dan pembuat furniture kayu bahwa keselamatan konsumen harus diutamakan, termasuk memahami risiko dan mengantisipasinya sejak proses produksi. Recall menjadi bentuk edukasi agar standar keamanan terus ditingkatkan.