Kayu Solid dan Kayu Buatan

Membedakan kedua jenis bahan kayu ini lebih mudah dilakukan secara fisik pada waktu belum difinishing dengan cat atau bahan pelapis lain. Dengan melihat langsung bahan tersebut kita bisa tahu perbedaannya.

Dan membuat definisi masing-masing bahan tersebut bisa mengakibatkan salah paham karena beberapa sifat kayu solid masih terdapat pada papan buatan. 'Kayu buatan' sebenarnya bukan istilah yang tepat dari istilah international engineered wood atau composit wood.


Kayu Solid

Setelah keluar dari kiln dry kayu gergajian bisa diproses langsung menjadi kaki meja, papan atas meja (dilaminasi) atau papan samping laci tanpa melalui proses lebih rumit. Kayu yang digunakan langsung tersebut kita tetap menganggap sebagai kayu solid. Atau ketika anda membuat kaki belakang sebuah kursi yang melengkung yang dibelah dari selembar papan dan digergaji sesuai dengan lengkungan kaki kursi, bahan tersebut tetap disebut kayu solid.

Artinya kayu solid hanya terdiri dari bahan dasar kayu tanpa dicampur atau di kombinasi dengan bentuk bahan lain. Walaupun pada pengerjaannya kita menggunakan sambungan laminasi, finger joint atau konstruksi yang lain untuk papan atas meja misalnya, bahan tersebut masih disebut sebagai kayu solid.


Kayu Buatan (engineered wood)

Oleh karena beberapa kelemahan kayu yang tidak memungkinkan mendapat papan yang lebar dan stabil, maka mulailah dibuat papan buatan dengan berbagai cara pengerjaan dan jenis papan buatan. pada dasarnya papan buatan ini untuk mendapatkan satu lembar papan dengan resiko perubahan bentuk sekecil mungkin.
dibuat dalam berbagai teknik dan bahan kayu yang berbeda-beda, oleh karena itulah terdapat jenis papan buatan yang disebut multiplek, blockboard, particle board, MDF, softboard, hardboard dan lain sebagainya. Semua bahan tersebut adalah papan buatan.

Pada beberapa desain kaki kursi atau almari yang membutuhkan lengkungan berdiameter besar, pabrik furniture menggunakan teknologi laminasi vinir untuk membuat kaki yang melengkung tapi sangat kuat. Pengerjaan ini dilakukan dengan cara melapis beberapa 'lembar' vinir yang agak tebal dan panjang, lalu vinir tersebut ditekan pada bidang lengkung sesuai desain kaki kursi pada tekanan dan temperatur yang tinggi.
Proses ini biasanya menggunakan jenis lem yang sangat cepat kering pada temperature tinggi. Sehingga pada hasil akhirnya kita bisa melihat pada bagian samping kaki tersebut terlihat garis lem sebagia lapisan vinir.

Ketika seorang perancang ingin membuat tiang kayu untuk interior atau eksterior ukuran 20 x 20 cm), seorang wood engineer tidak akan memberikan hanya satu batang kayu solid karena hal itu akan beresiko melengkung, pecah atau berubah bentuk.
Untuk mengatasi masalah ini dibuat laminasi dan finger joint yang banyak dengan proporsi yang seimbagn sehingga diperoleh kayu dengan ukuran besar tapi resiko perubahan bentuk jauh lebih kecil.

Jenis bahan ini disebut LSL (Laminated Structural Lumber).

Dari sinilah beberapa proses yang dilakukan untuk mengurangi dan menghindari kelemahan kayu. Dan material dari hasil pengerjaan tersebut dinamakan engineered wood, bukan kayu solid.

0 comments :

Tuliskan pendapat anda...